Friday, July 31, 2009

PERTAMA DI AUSTRALIA, BABI TERTULAR FLU BABI DARI MANUSIA

Pandemi virus flu A H1N1 di Australia sejak Jumat tidak hanya menjangkiti manusia tetapi juga sejumlah babi di negara bagian New South Wales (NSW).

Stasiun TV "ABC" dalam buletin berita "Lateline" Jumat malam melaporkan sebanyak 280 ekor babi di sebuah peternakan di NSW terpaksa dikarantina setelah beberapa ekor di antaranya positif terjangkit flu babi (H1N1).

Pemerintah negara bagian NSW menyebutkan virus flu babi yang menjangkiti babi-babi di peternakan tersebut diyakini berasal dari pemilik dan pekerja peternakan yang sebelumnya terinfeksi gejala flu H1N1.

Terinfeksinya beberapa ekor babi di peternakan di NSW itu merupakan kasus pertama di Australia. Untuk menghambat penyebaran virus flu babi di antara ternak babi dilakukan karantina terhadap 280 ekor babi di peternakan tersebut.

Dalam perkembangan terbaru kasus flu babi di Australia, jumlah penderita hingga Jumat malam mencapai 21.668 orang. Sebanyak 61 orang di antaranya meninggal dunia.

Menurut data terkini Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia, korban flu babi itu tersebar di negara bagian NSW (22), Victoria (17),. Queensland (8), Australia Selatan (6), Northern Territory (3), Tasmania (3), dan Australia Barat (2).

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan ancaman pandemi flu babi di dunia 24 April lalu, jumlah penderita flu H1N1 di Australia yang dirawat di rumah sakit mencapai 2.525 orang. Saat ini, masih ada 413 orang penderita yang dirawat. Dari jumlah itu, sebanyak 108 orang di antaranya dirawat di unit gawat darurat.

*) My news for ANTARA on July 31, 2009

INDONESIA MASIH DIJAJAH KORUPTOR

Pemberantasan korupsi sudah berlangsung sejak 1957 namun bangsa Indonesia masih belum mampu membebaskan dirinya dari cengkraman para koruptor, kata Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sugiarto.

"Secara substansial Indonesia masih dijajah korupsi," katanya di depan puluhan mahasiswa Indonesia yang mengikuti pemaparannya bertajuk "Gratifikasi dan Peran KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia" yang berlangsung di kampus Universitas Queensland (UQ) Brisbane, Kamis malam (30/7).

Kondisi Indonesia yang belum lepas dari cengkraman para koruptor itu didukung oleh hasil survei lembaga-lembaga kredibel dunia, seperti "Transparency International", dan "Global Competitiveness Index".

Menurut Sugiarto, tindak kejahatan korupsi tidak hanya bersinggungan dengan "orang-orang jahat" sebagai pelaku tetapi juga dengan "sistim yang buruk". Dalam kasus Indonesia, kedua faktor ini masih ditemukan.

Berbagai bentuk aksi korupsi dapat ditemui di Indonesia. Di antaranya adalah penyimpangan prosedur, "mark-up" (menaikkan harga-red.), perbuatan curang, gratifikasi, penggelapan, pemalsuan dan pemerasan.

Sejak dibentuk 2003, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menjalankan fungsi koordinasi, supervisi, penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pencegahan tindak pidana korupsi secara profesional, katanya.

Dalam melakukan kerjanya, KPK menerima pengaduan masyarakat. Pada 2004-2009, pihaknya menerima sebanyak 34.080 pengaduan. Dari jumlah itu, KPK menganalisa 33.804 pengaduan namun hanya sebagian dari pengaduan-pengaduan tersebut yang mengandung "unsur korupsi", kata Sugiarto.

Aksi korupsi oknum pejabat negara sering terjadi akibat kebiasaan menerima gratifikasi atau pemberian hadiah pihak lain, katanya.

Sejak pembentukannya, KPK sudah berhasil menangani berbagai kasus korupsi senilai lebih dari satu miliar rupiah yang dilakukan puluhan orang, termasuk tiga orang duta besar, dua orang pejabat konsulat jenderal (Konjen) RI, dan seorang mantan Kapolri.

Selain duta besar, pejabat Konjen RI, dan mantan Kapolri, para pejabat publik yang terlibat kasus korupsi dan berhasil dijaring KPK adalah tujuh anggota DPR-RI, dua menteri dan pejabat setingkat menteri, lima gubernur, serta satu gubernur dan empat deputi gubernur BI.

Seterusnya ada pula delapan orang walikota/bupati, enam anggota KPU, Komisi Yudisial, dan Komisi Persaingan Usaha, dua orang hakim senior dan dua orang jaksa, seorang penyelidik senior KPK, sejumlah pejabat eselon satu dan dua, serta banyak kalangan swasta yang terlibat kasus korupsi, katanya.

"KPK bekerja berdasarkan data dan fakta," katanya. Dengan merujuk pada data dan fakta sebagai basis kerja KPK tersebut, Sugiarto mengatakan, pihaknya menangani berbagai kasus korupsi tanpa pandang bulu.

Untuk menekan tindak pidana korupsi di Indonesia, ia mengatakan, budaya malu melakukan korupsi perlu ditumbuhkembangkan oleh setiap warga negara. "Budaya malu perlu dikembangkan mulai dari diri kita sendiri. Rasa malu inilah yang mengendalikan diri kita untuk tidak berbuat aniaya," katanya.

Sugiarto berada di Brisbane bersama Andreas Budi Sampurno, staf fungsi gratifikasi KPK lainnya untuk menghadiri konferensi anti-korupsi di Brisbane.

Dalam acara di UQ yang didukung pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland itu, Sugiarto dan Budi didampingi dua diplomat senior dari KBRI Canberra dan KJRI Sydney, Dubito Simamora dan Pratito Soeharyo.

*) My updated news for ANTARA on July 31, 2009

Thursday, July 30, 2009

KPK BERHASIL SERET TIGA DUBES YANG KORUP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja secara profesional dan tidak pandang bulu dalam menyelamatkan keuangan negara yang dikorupsi para oknum pejabat publik.

Sejak berdiri tahun 2003, KPK berhasil menangani berbagai kasus tindak pidana korupsi senilai lebih dari satu miliar rupiah yang dilakukan puluhan orang, termasuk tiga orang duta besar, dua orang pejabat konsulat jenderal (Konjen) RI, dan seorang mantan Kapolri.

Perihal keberhasilan KPK menangani kasus-kasus korupsi besar itu disampaikan Anggota KPK Sugiarto kepada puluhan mahasiswa Indonesia yang mengikuti pemaparannya bertajuk "Gratifikasi dan Peran KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia" yang berlangsung Kamis malam (30/7) di Brisbane.

Selain duta besar, pejabat Konjen RI, dan mantan Kapolri, para pejabat publik yang terlibat kasus korupsi dan berhasil dijaring KPK adalah tujuh anggota DPR-RI, dua menteri dan pejabat setingkat menteri, lima gubernur, serta satu gubernur dan empat deputi gubernur BI.

Seterusnya ada pula delapan orang walikota/bupati, enam anggota KPU, Komisi Yudisial, dan Komisi Persaingan Usaha, dua orang hakim senior dan dua orang jaksa, seorang penyelidik senior KPK, sejumlah pejabat eselon satu dan dua, serta banyak kalangan swasta yang terlibat kasus korupsi, katanya.

"KPK bekerja berdasarkan data dan fakta," katanya dalam acara sosialisasi tentang peran dan fungsi KPK yang berlangsung di kampus Universitas Queensland (UQ) itu.

Dengan merujuk pada data dan fakta sebagai basis kerja KPK tersebut, Sugiarto mengatakan, pihaknya menangani berbagai kasus korupsi tanpa pandang bulu.

Untuk menekan tindak pidana korupsi di Indonesia, ia mengatakan, budaya malu melakukan korupsi perlu ditumbuhkembangkan oleh setiap warga negara. "Budaya malu perlu dikembangkan mulai dari diri kita sendiri. Rasa malu inilah yang mengendalikan diri kita untuk tidak berbuat aniaya," katanya.

Sugiarto berada di Brisbane bersama Andreas Budi Sampurno, staf fungsi gratifikasi KPK lainnya untuk menghadiri konferensi anti-korupsi di Brisbane.

Dalam acara di UQ yang didukung pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland itu, Sugiarto dan Budi didampingi dua diplomat senior dari KBRI Canberra dan KJRI Sydney, Dubito Simamora dan Pratito Soeharyo.

*) My news for ANTARA on July 31, 2009

SEORANG NAPI INDONESIA DI PENJARA PERTH TULI

Sultan Ele, warga negara Indonesia (WNI) yang sedang mendekam di Penjara Hakea, Australia Barat, karena tersangkut kasus penyelundupan manusia, menderita "masalah pendengaran serius" alias tuli sehingga memerlukan alat bantu pendengaran, kata seorang diplomat RI di Perth.

"Untuk masalah ini, Konsulat RI Perth sudah bersiap membantu Sultan Ele dengan membelikannya alat bantu pendengaran. Kita sudah berkoordinasi dengan para petugas Penjara Hakea untuk keperluan penyediaan alat bantu pendengaran ini," kata Wakil Konsul Fungsi Pensosbud Konsulat RI di Perth, Ricky Suhendar.

Kepada koresponden ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Jumat, ia mengatakan, alat bantu pendengaran bantuan Konsulat RI Perth ini baru dapat diberikan setelah tim dokter Penjara Perth selesai melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan telinga Sultan Ele.

Pria yang diperkirakan berumur sekitar lima puluhan tahun itu merupakan salah satu dari belasan kapten dan awak kapal Indonesia yang mengangkut 147 orang pencari suaka antara 6 Desember 2008 dan 14 Maret 2009, katanya.

Mengenai 14 WNI yang sudah divonis Pengadilan Australia Barat dalam kasus penyelundupan manusia itu, Ricky Suhendar, mengatakan, mereka umumnya bekerja sebagai nelayan.

Berbeda dengan para pencari suaka yang menumpang perahu-perahu yang dinakhodai para WNI ini, mereka mendapat perlakuan yang berbeda di Australia. "Kalau para pencari suakanya bisa enak-enak (di Pusat Penahanan Imigrasi Pulau Christmas-red.)," kata Ricky.

Di antara para nakhoda perahu pengangkut pencari suaka itu mengaku hanya dibayar Rp5 juta oleh orang yang menyuruh mereka membawa perahu ke perairan Australia. Dua orang pelaku yang mengaku hanya dibayar Rp5 juta itu adalah Muasi dan Hasanusi.

Selain Sultan Ele, ke-13 orang WNI yang sudah divonis lima sampai enam tahun penjara itu adalah Achmad Muklis, Hamirudin, Samsir Ali Topan, Yan Tonce, Arman, Arsil, Tasri Laode, Mimu, Adi Haidar, Junaidi, Abdul Hamid, Amos Ndolo, dan Man Pombili.

Selama 2008, ada tujuh perahu berpenumpang ratusan pencari suaka yang masuk perairan Australia. Serbuan perahu-perahu penyelundup pencari suaka asing ke negara itu terus berlangsung. Dalam tujuh bulan terakhir 2009, setidaknya sudah ada 17 kapal berpenumpang pencari suaka yang ditahan Australia.

Menteri Dalam Negeri Australia, Brendan O'Connor, memandang hukuman lima sampai enam tahun yang dijatuhkan Pengadilan Magistrat Perth kepada Sultan Ele dan 13 orang WNI lainnya itu sudah "tepat".

"Hukum saat ini sudah ditegakkan dan tepat," katanya menjawab pertanyaan ANTARA di Darwin 17 Juli lalu.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto berpandangan bahwa gembong pelaku kejahatan penyelundupan manusia layak dihukum berat namun hukuman yang sama tidak adil diberikan kepada WNI yang tidak tahu menahu dan hanya dipakai jaringan penyelundup manusia.

"Saya setuju otak kejahatan ini dihukum lebih keras tapi bagi yang nggak tahu apa-apa jangan dihukum berat," katanya menanggapi hukuman lima sampai enam tahun penjara yang diterima 14 WNI di Perth itu.

Dalam wawancara khususnya dengan Stasiun TV "SBS" Australia tentang masalah penyelundupan manusia baru-baru ini, Dubes Primo juga menegaskan pandangannya tentang "ketidakadilan hukuman" yang diterima WNI menanggapi pertanyaan reporter SBS tentang vonis pengadilan terhadap mereka.

*) My news for ANTARA on July 31, 2009

AUSTRALIA SIAPKAN 50 RIBU PELUANG KERJA BAGI PEMUDA

Pemerintah federal Australia, Kamis, mengumumkan penyediaan 50 ribu peluang kerja dan pelatihan kerja baru bagi para pemuda dan warganya yang menganggur.

Penyediaan kesempatan kerja dan pelatihan kerja baru senilai 94 juta dolar Australia itu merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan serta membantu warga yang terkena dampak resesi ekonomi dunia.

Penjelasan pers pemerintah federal Australia menyebutkan kelompok sasaran program reformasi sistim pelatihan kerja ini akan dibekali keahlian yang diperlukan berbagai bidang usaha, termasuk properti dan industri.
Dari 50 ribu peluang kerja dan pelatihan kerja yang ada, sebanyak 10 ribu di antaranya akan diberikan kepada anak-anak muda berusia 18-24 tahun.

Para pemuda ini akan diberi pelatihan kerja yang berhubungan dengan lingkungan selama 26 minggu, seperti penanaman pohon-pohon asli, perlindungan habitat ikan dan binatang liar, pemulihan dan pembuatan jejak alami, serta pelatihan pemasangan instalasi energi yang efisien di gedung-gedung.

*) My news for ANTARA on July 30, 2009

Wednesday, July 29, 2009

MEDIA AUSTRALIA SOROTI "KLAIM TERORIS MALAYSIA"

Kemunculan klaim tanggungjawab atas serangan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta 17 Juli lalu dengan mengatasnamakan Gembong Teroris Malaysia Noordin M.Top di jaringan internet mendapat perhatian media utama Australia.

Setidaknya dua jaringan media Australia, yakni "Australian Broadcasting Corporation" (ABC) dan media online "News.com.au" menyiarkan berita kemunculan pernyataan gembong teroris paling dicari Polri itu, Rabu.

Pernyataan tentang serangan di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan Jakarta yang menewaskan sembilan orang, termasuk tiga warga negara Australia, dan melukai 55 orang lainnya itu muncul di sebuah blog yang diklaim pemiliknya sebagai pernyataan resmi Noordin dari organisasi Al Qaidah Indonesia.

Kedua media Australia yang melansir isi blog tersebut menyebutkan pengeboman di Hotel JW Marriott adalah serangan terhadap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Amerika Serikat (AS), sedangkan serangan di Ritz Carlton ditujukan kepada antek-antek AS yang mengunjungi hotel itu, termasuk tim sepakbola Manchester United.

Disebutkan otentisitas isi pernyataan yang mengatasnamakan Noordin M Top itu sedang diselidiki Polri.

Serangan teroris 17 Juli di Jakarta itu menuai kecaman pemerintah dan rakyat Indonesia serta banyak pemimpin dunia.

Presiden Perhimpunan Masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane (IISB) Eko Andi Suryo misalnya mengutuk dengan keras mereka yang terlibat dalam aksi kejahatan kemanusiaan ini seraya menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga korban.

"Kami meminta pihak yang berwajib mengusut tuntas pelaku pengeboman ini dan memberikan hukuman yang setimpal," katanya dalam pernyataan resmi organisasi itu.

Kecaman dan kutukan juga disampaikan komunitas mahasiswa Indonesia di Australia melalui Presiden Pengurus Pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Mohamad Fahmi dan Presiden Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera Australia-Selandia Baru (PIP PKS ANZ) Muhamad Arifin.

Arifin menyebut tragedi 17 Juli itu sebagai aksi tidak berprikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai-nilai agama mana pun di muka bumi.

"Tragedi ini juga kembali merusak citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab di mata internasional," katanya.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto menyebut serangan teroris di Jakarta itu sebagai "aksi biadab dan tak berprikemanusiaan". Ia pun menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah Australia dalam menumpas bahaya terorisme.

Di antara sembilan orang korban yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di dua hotel mewah itu adalah tiga warga negara Australia. Mereka adalah Pengusaha asal Perth, Nathan Verity, Craig Senger (diplomat dari Komisi Perdagangan Australia) dan Garth McEvoy (pegawai Industri Pertambangan asal Brisbane).

Sebelum serangan pemboman di dua hotel di kawasan Kuningan Jakarta ini terjadi, Indonesia sempat relatif aman dari insiden terorisme selepas Bom Bali 2005.

Sejak aksi serangan sejumlah gereja di malam Natal tahun 2000, Indonesia mengalami serangkaian insiden terorisme. Setahun setelah serangan kelompok teroris ke New York dan Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 September 2001, Bali diserang kelompok Amrozi dkk pada Oktober 2002.

Dalam insiden itu, sebanyak 202 orang tewas, termasuk 88 orang warga Australia yang sedang berlibur di Pulau Dewata tersebut. Seterusnya terjadi serangan mematikan di Hotel JW Marriott pada 2003, dan serangan terhadap Kedubes Australia di Jakarta (2004).

*) My updated news for ANTARA on July 29, 2009

Tuesday, July 28, 2009

DUA PULUHAN DUBES RI BAHAS ASEAN DI MANADO

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto sudah bertolak ke Tanah Air guna bergabung dengan para kepala perwakilan RI dari dua puluhan negara yang akan bertemu di Manado akhir pekan ini guna membahas masalah Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

"Dubes Primo sudah berangkat Selasa," kata Minister Counselor Urusan Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, kepada koresponden ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu pagi.

Rapat koordinasi (Rakor) para kepala perwakilan RI dari negara-negara anggota ASEAN dan negara-negara mitra organisasi regional di Manado itu sangat penting untuk kemajuan ASEAN di tengah dinamika kawasan dan global yang kompleks saat ini dan di masa mendatang.

"Saya kira perlu ada pandangan-pandangan dari negara-negara mitra wicara ASEAN tentang aspek kekinian dan masa depan organisasi regional ini," katanya.

Pandangan-pandangan para Dubes RI dari negara-negara mitra wicara ASEAN tentang ASEAN yang sejak dideklarasikan tahun 1967 sudah mengalami kemajuan yang sangat berarti itu dirasa penting guna membangun satu kesatuan aksi untuk lebih mendorong perkembangan organisasi ini ke depan, kata Samsu Rizal.

Dibandingkan beberapa organisasi regional lainnya, kemajuan ASEAN cenderung lebih stabil baik dari aspek politik maupun ekonomi terlepas dari masih adanya persoalan Myanmar, katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Robby Mamuaja, mengatakan, Rakor para Dubes RI tersebut akan berlangsung dari 31 Juli hingga 1 Agustus 2009.

Selain Dubes Primo, para kepala perwakilan RI yang sudah dipastikan ikut adalah para Dubes RI dari Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam serta para Dubes RI dari negara-negara mitra ASEAN, seperti Selandia Baru, China, Korsel, Jepang, India, Belgia, Rusia, AS dan Kanada.

*) My news for ANTARA on July 29, 2009

DARWIN JADI PUSAT SUPLAI OPERASI PERTAMBANGAN INDONESIA

Ibukota negara bagian Northern Territory (NT), Darwin, terus dikembangkan menjadi pusat suplai dan pelayanan operasi pertambangan-pertambangan di Indonesia, kata Direktur Hubungan Asia dan Perdagangan Departemen Menteri Kepala NT, Brendan Doran.

Pemerintah NT pun terus aktif mengembangkan pasar pertambangan Indonesia yang relatif dekat dari Darwin sehingga memberikan keuntungan biaya, kata Doran dalam penjelasan tertulisnya tentang Hubungan Indonesia-NT yang diperoleh ANTARA di Brisbane, Selasa.

"Juni lalu, pemerintah Northern Territory memimpin delegasi industri pertambangan beranggotakan 26 orang ke Pameran Pertambangan dan Perminyakan Balikpapan kelima," katanya.

Ia mengatakan, satu delegasi kalangan industri NT juga direncanakan mengikuti Pameran Pertambangan Indonesia di Jakarta pada 13-17 Oktober 2009.

Dilihat dari kerja sama perdagangan dan investasi, Indonesia merupakan pasar terbesar bagi ekspor sapi hidup asal NT. Pada 2007-2008, total nilai ekspor NT ke Indonesia tercatat lebih dari 326 juta dolar Australia atau sekitar 7,2 persen dari total ekspor NT, katanya.

"Indonesia adalah pasar sumber impor terbesar ke-20 Northern Territory, khususnya barang-barang manufaktur, selama 2007-2008," katanya.

Dilihat dari laporan "Rencana Prioritas Perdagangan Northern Territory" yang akan diterbitkan dalam waktu dekat ini, Indonesia menempati posisi sebagai satu dari tiga pasar utama NT, katanya.

Untuk mempermudah arus pengiriman kargo dari NT ke kawasan timur Indonesia, pemerintah NT telah menjalin kerja sama dengan pemerintah RI dalam pre-inspeksi beacukai melalui penempatan dua petugas kantor Bea Cukai RI di Darwin, katanya.

Selain itu, kota Darwin dan Surabaya telah pula terhubung dengan adanya jasa pelayanan kapal kargo, kata Doran menambahkan.

*) My news for ANTARA on July 28, 2009

SENIMAN DADANG CHRISTANTO PAMERKAN "SURVIVOR" DI SYDNEY

Karya seni terbaru seniman kenamaan Indonesia, Dadang Christanto, yang mengangkat persoalan dampak bencana lumpur Sidoarjo akan digelar dan dipamerkan di ruang Galeri 4A Pusat Seni Asia-Australia, Jalan Hay 181-187 Sydney, pada 15 Agustus mendatang.

Pameran tunggal karya seni berjudul "Survivor" yang melibatkan sekitar 30 hingga 40 orang sukarelawan itu akan dibuka Dekan Kolese Seni Universitas New South Wales (UNSW), Ian Howard.

Dalam penjelasan persnya kepada ANTARA, Selasa, Anggota tim Galeri 4A, Mirna, mengatakan, seluruh partisipan akan mengisi ruang galeri dalam keheningan. Mereka ditutupi lumpur sampai batas leher dengan menggenggam foto-foto korban yang hilang.

Pameran karya besar seniman kelahiran Tegal, Jawa Tengah, tahun 1957 yang pernah belajar seni lukis di Yogyakarta ini baru pertama kali dilakukan di Australia. "Sebelumnya karya yang sama dipamerkan tahun 2007 di Jakarta," katanya.

Mirna mengatakan, seni pertunjukan Dadang Christanto ini akan digelar satu kali dengan mengambil waktu dan tempat selama pembukaan pameran.

Setelah itu, para pengunjung galeri dapat melihat dokumentasi dan fragmen pertunjukan "Survivor" serta karya-karya Dadang Christanto lainnya. "Dadang akan berada di Sydney dari 10 sampai 17 Agustus," katanya.

Menanggapi karya seni pertunjukan Dadang ini, Direktur Galeri 4A, Aaron Seeto, mengatakan, "Survivor" merupakan satu konfrontasi politik dan pengalaman puitis yang mengingatkan umat manusia akan kerapuhannya.

"Keseluruhan sejarah sebuah desa, cerita ruang hidup dan masa depannya kini terkubur dibawah lumpur. Di satu sisi karya Dadang adalah suatu konfrontasi politik tetapi juga merupakan satu pengalaman puitis yang mengingatkan kita akan kerapuhan manusia dan penghapusan identitas dalam wacana bencana," katanya.

Lumpur vulkanik panas yang pada mulanya menyembur dari sumur pengeboran migas di Sidoarjo tiga tahun lalu itu dilaporkan sudah merendam sedikitnya 11 desa.

Sebelum berkesempatan melakukan pameran tunggal di ruang Galeri 4A Sydney 15 Agustus mendatang, Dadang sudah berulang kali menggelar pameran tunggal karya-karya seninya di berbagai gedung galeri seni di berbagai kota penting Australia dalam sepuluh tahun terakhir.

Karya-karya seni Dadang sebelumnya pernah dipamerkan di Galeri Seni New South Wales dan Galeri Sherman (Sydney), Museum dan Galeri Seni Northern Territory, dan Galeri Seni Queensland (Brisbane).

*) My news for ANTARA on July 28, 2009

Monday, July 27, 2009

KPK JALIN KERJA SAMA PEMBERANTASAN KORUPSI DENGAN AUSTRALIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperluas kerja sama internasionalnya dalam pemberantasan korupsi dengan tiga lembaga pemerintah federal Australia.

Perluasan kerja sama dalam pemberantasan korupsi dengan Australia itu ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan, Mochammad Jasin, dan para pejabat terkait dari Departemen Kejaksaan Agung, Komisi Integritas Penegakan Hukum, dan Komisi Pelayanan Publik Australia.

Acara penandatanganan MoU yang berlangsung di kantor Departemen Kejaksaan Agung itu turut disaksikan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto, serta segenap pejabat KBRI Canberra dan instansi terkait Australia.

Informasi yang dihimpun ANTARA dari KBRI Canberra menyebutkan, penandatanganan MoU dilakukan tiga lembaga tersebut karena di tingkat federal, pemerintah Australia tidak memiliki KPK.

Nota kesepahaman yang berlaku selama enam tahun dan dapat diperpanjang dengan persetujuan tertulis dari kedua pihak itu membuka jalan bagi kerja sama pengembangan dan peningkatan kapasitas institusi.

MoU itu juga memenyepakati kerjasama di bidang pencegahan, intelijen yudisial, pelacakan dan pemulihan aset, penyelidikan, evaluasi perundang-undangan serta pembuatan undang-undang yang relevan.

Kedua pihak menegaskan komitmen masing-masing untuk menindaklanjuti isi MoU secara konkrit, termasuk komitmen Australia menyediakan beasiswa untuk program anti korupsi, membangun jejaring dengan pihak-pihak terkait di Australia, dan berbagi pengalaman dalam peningkatan transparansi pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Dubes Primo menyambut baik penandatanganan MoU yang menandakan hubungan kedua negara yang semakin baik dan meningkat di di berbagai bidang.

Ia juga memandang MoU ini sebagai suatu terobosan karena di tingkat pemerintah federal, Australia baru pertama kali menyepakati kerjasama pemberantasan korupsi dengan lembaga anti korupsi negara lain.

Penandatanganan MoU kerjasama pemberantasan korupsi ini juga merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Lombok yang berlaku sejak Februari 2008.

Selama di Canberra, Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan, M Jasin, juga mengisi kegiatan seminar akademik di kampus Universitas Nasional Australia (ANU).

Seminar yang difasilitasi Projek Indonesia dan KBRI Canberra itu dihadiri kalangan Indonesianis, mahasiswa Indonesia dan asing, dan pejabat instansi terkait Australia.

Dari Canberra, M.Jasin akan mengikuti konferensi anti korupsi di Brisbane yang diikuti berbagai kalangan, termasuk Komisi Independen Pemberantasan Korupsi dari negara bagian New South Wales, Queensland, Australia Barat serta beberapa negara di kawasan Asia Pasifik.

*) My news for ANTARA on July 27, 2009

Sunday, July 26, 2009

"KANTATA TAKWA" WAKILI INDONESIA DI FESTIVAL FILM BRISBANE

"Kantata Takwa" menjadi satu-satunya film karya sineas Indonesia yang ikut memeriahkan Festival Film Internasional Brisbane (BIFF) yang akan berlangsung selama 11 hari mulai Kamis (30/7).

Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Senin, menyebutkan, film Indonesia yang dirilis tahun 2008 itu akan diputar dua kali, yakni pada 4 dan 9 Agustus.

Film semi dokumenter yang antara lain dibintangi W.S. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Setiawan Djody, dan Clara Sinta itu menyuarakan protes terhadap rezim represif Orde Baru.

BIFF 2009 yang acara pembukaannya akan dilangsungkan di Sinema "Regent" Brisbane pada 30 Juli malam itu dimeriahkan puluhan film dari 48 negara.

Tuan rumah, Australia, menyuguhkan 37 film dalam festival film yang sudah digelar sejak 1992 dan menyedot sedikitnya 350 ribu pencinta film di negara itu.

Di antara film-film Australia yang diputar selama BIFF itu adalah "Aunty Maggie and the Womba Wakgun", "Balibo", "Bourke Boy", "Chainsaw", "Dance of Death", "Darra Dogs", dan "Dreamland".

Selain dimeriahkan film-film Indonesia dan Australia, BIFF 2009 juga menyuguhkan film-film dari 44 negara lainnya, seperti Belanda, Jepang, Kazakhstan, Jerman, Uruguay, Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris.

Pada Juli dan Agustus 2009 ini, selain menyelenggarakan BIFF, Australia juga menggelar Festival Film Internasional Melbourne (MIFF).

Seperti halnya di BIFF, film Indonesia juga ikut memeriahkan MIFF. Di festival film Melbourne yang berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus itu, Indonesia mengikutsertakan tiga film, yakni "Babi Buta yang Ingin Terbang", "Rumah Gila", dan "Jermal".

Di dua festival film internasional itu, panitia menyuguhkan film "Balibo" karya Sutradara Robert Connolly yang mengangkat kisah kematian lima orang jurnalis asal Australia di Timor Timur tahun 1975.

*) My news for ANTARA on July 27, 2009

Saturday, July 25, 2009

"BABI BUTA YANG INGIN TERBANG" MERIAHKAN FESTIVAL FILM MELBOURNE

"Babi Buta yang Ingin Terbang" karya Edwin merupakan satu dari tiga film yang mewakili Indonesia dalam Festival Film Internasional Melbourne (MIFF) 2009 yang diikuti sekitar 300 film dari 58 negara.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Jumat, menyebutkan, dua film Indonesia lain yang ikut memeriahkan festival yang berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus itu adalah "Rumah Gila" ("Heaven For Insanity") dan "Jermal".

Film "Babi Buta yang Ingin Terbang" (2008) yang berkisah tentang enigma warga keturunan Tionghoa di Indonesia diputar dua kali, yakni pada 25 dan 31 Juli, sedangkan film dokumenter "Rumah Gila" karya Sutradara Dria Soetomo ditayangkan pada 3 Agustus dan "Jermal" pada 28 Juli, 30 Juli, dan 4 Agustus.

Selain dimeriahkan dengan pemutaran film-film bermutu karya sineas mancanegara, festival MIFF 2009 itu juga diisi dengan kompetisi film pendek dan acara bincang-bincang dengan artis, komposer, dan pembuat film.

Di antara para artis, komposer dan pembuat film yang diundang mengisi acara bincang-bincang di MIFF itu adalah Aktris muda Anna Karina, Sutradara Perancis Claire Denis, Michael Nyman (komposer minimalis), dan Nicolas Winding Refn (pembuat film Denmark).

Dalam festival film yang dimeriahkan dengan kompetisi film pendek karya sineas Asia Pasifik berhadiah 35 ribu dolar Australia ini, tuan rumah Australia menampilkan lebih dari 30 film. Tiga di antaranya adalah "5 Lost at Sea" (Lima Hilang di Laut), "Balibo", dan "Blessed" (Diberkati).

Film "Balibo" karya Sutradara Robert Connolly mengangkat kisah kematian lima orang jurnalis asal Australia di Timor Timur tahun 1975.

Selain Indonesia dan Australia, di antara 56 negara lain yang ikut memeriahkan MIFF ini adalah Argentina, Austria, China, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Jerman, Kanada, Brasil, Bosnia, Bulgaria, dan Korea Selatan.

*) My news for ANTARA on July 24, 2009

KONSER "TWILITE ORCHESTRA" BUKTI KEBERSAMAAN INDONESIA-AUSTRALIA

Konser simfoni "Twilite Orchestra" bersama Konduktor ternama, Addhie MS, di Gedung Opera Sydney, 21 Juli malam lalu, menjadi bukti kebersamaan warga Indonesia dan Australia di saat Indonesia menghadapi masa sulit akibat serangan teroris di dua hotel mewah di Jakarta, kata seorang diplomat RI.

"Pertunjukan Twilite Orchestra yang baru pertama kali diselenggarakan di Gedung Opera Sydney itu dihadiri 2.331 orang penonton dari 2.500 kursi yang tersedia. Separuh penontonnya adalah warga negara Australia," kata Minister Counselor Fungsi Pensosbud KJRI Sydney, Pratito Soeharyo, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Kamis.

Aksi pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta 17 Juli itu juga sama sekali tidak memengaruhi acara peluncuran rute penerbangan langsung Sydney-Jakarta Garuda Indonesia yang berlangsung di tempat yang sama, katanya.

Menurut Pratito, konser simfoni Twilite Orchestra dan acara Garuda Indonesia itu menunjukkan kebersamaan warga kedua bangsa empat hari setelah terjadinya insiden Mega Kuningan.

"Dalam sambutannya di acara konser, Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar, juga memberikan keyakinan bahwa Indonesia masih tetap menjadi tujuan terbaik untuk berlibur," katanya.

Sepanjang sekitar dua setengah jam acara konser yang turut dihadiri Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto serta sejumlah anggota parlemen New South Wales dan Indonesianis, penampilan personil Twilite Orchestra dan Addhie MS mendapat sambutan hangat, katanya.

"Konser simfoni Twilite Orchestra ini ditutup dengan lagu berjudul 'Bagimu Perdamaian' yang mendapat tepukan tangan meriah dari ribuan penonton," katanya.

Penyanyi ternama Australia berdarah Indonesia-Aborigin, Jessica Mauboy, juga ikut memeriahkan konser tersebut dengan menyanyikan lagu "Bengawan Solo", katanya.

Konser simfoni bertajuk "Indonesia: Sentuhan Harmoni" itu didukung sekitar 120 orang personil. Selain Jessica, tampil pula penyanyi Binu D.Sukaman (soprano), penyanyi Utha Likumahua, Levi Gunardi (pianis), Johannes S Nugroho (pianis), dan Stephen Smith (tenor).

Konser yang didukung paduan suara Twilite dan Komunitas Katolik Indonesia ini terselenggara berkat kerja sama erat KJRI Sydney dengan berbagai pihak, khususnya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI serta Kedutaan Besar Australia di Jakarta, katanya.

Penyelenggaraan konser Twilite Orchestra dan Addhie MS di Sydney itu sempat ditunda karena masalah teknis di Jakarta tahun lalu.

*) My news for ANTARA on July 23, 2009

POLRI DIDESAK SEGERA UNGKAP INSIDEN MEGA KUNINGAN

Kalangan terdidik Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA) mendesak Polri segera mengungkap aksi pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta 17 Juli lalu dan menyeret mereka yang terlibat ke pengadilan.

Desakan terhadap Polri itu disampaikan Cecep Setiawan, Ratna Fitriani, dan Febry H.J. Dien dalam surat pernyataan Pengurus UQISA yang diterima ANTARA di Brisbane, Kamis.

"Kami turut berduka cita dan mengutuk dengan keras pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

Pengeboman ini adalah tindakan kejahatan dan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat ditolerir," kata mereka.

Pengurus UQISA mendesak pihak berwenang secara transparan dan segera mengungkap insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 55 orang lainnya itu.

Di antara para korban yang tewas dalam serangan 17 Juli itu adalah tiga warga negara Australia. Mereka adalah Pengusaha asal Perth, Nathan Verity, Craig Senger (diplomat dari Komisi Perdagangan Australia) dan Garth McEvoy (pegawai Industri Pertambangan asal Brisbane).

Menanggapi serangan bom bunuh diri di dua hotel mewah di kawasan niaga Mega Kuningan Jakarta itu, Perdana Menteri Kevin Rudd mengutuk insiden tersebut dan menyebutnya sebagai "saat yang sangat-sangat berat bagi banyak keluarga Australia dan Indonesia".

Pemerintah Australia mencatat total jumlah warganya yang saat ini ada di Indonesia mencapai 4.745 orang dan 1.053 orang di antaranya tercatat tinggal di Jakarta.

Pemerintah Australia menawarkan bantuan apapun lewat otoritas kesehatan negara itu bagi para korban luka bakar kepada pemerintah RI.

Sebelum serangan pemboman di dua hotel di kawasan Kuningan Jakarta ini terjadi, Indonesia sempat relatif aman dari insiden terorisme selepas Bom Bali 2005.

Sejak aksi serangan sejumlah gereja di malam Natal tahun 2000, Indonesia mengalami serangkaian insiden terorisme. Setahun setelah serangan kelompok teroris ke New York dan Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 September 2001, Bali diserang kelompok Amrozi dkk pada Oktober 2002.

Dalam insiden itu, sebanyak 202 orang tewas, termasuk 88 orang warga Australia yang sedang berlibur di Pulau Dewata tersebut. Seterusnya terjadi serangan mematikan di Hotel JW Marriott pada 2003, dan serangan terhadap Kedubes Australia di Jakarta (2004).

*) My news for ANTARA on July 23, 2009

AUSTRALIA MULAI UJICOBA VAKSIN FLU BABI

Australia, Rabu, memperkuat langkah penanganan pandemi Flu A H1N1 dengan menggelar uji coba pemakaian vaksin Flu A H1N1 produksi perusahaan bioteknologi, CSL, kepada 240 orang warga di Adelaide.

Uji coba penggunaan vaksin flu babi produksi CSL secara sukarela itu merupakan bagian dari upaya pengumpulan data yang diperlukan pemerintah federal Australia berkaitan dengan rencana distribusi vaksin itu ke masyarakat mulai Oktober 2009.

Menurut laporan Harian "Courier Mail" dan "ABC", pemerintah fedaral Australia telah memesan sekitar 21 juta dosis vaksin flu A H1N1 produksi CSL.

Pihak Rumah Sakit Royal Adelaide memperkirakan ujicoba penggunaan vaksin ini selesai sekitar tujuh bulan namun pihak CSL berkeyakinan bahwa distribusi vaksin sudah bisa dilakukan sebelum ujicoba rampung.

Pemerintah Australia berharap data hasil ujicoba dapat sesegera mungkin dikumpulkan guna mengantisipasi tibanya bulan Agustus yang diperkirakan menjadi puncak kasus flu babi.

Dalam perkembangan lain, Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia mencatat jumlah penderita positif flu babi di delapan negara bagian hingga Rabu mencapai sedikitnya 14.703 orang atau meningkat 666 orang dibandingkan jumlah penderita sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya jumlah warga Australia yang positif terjangkit mencapai 14.037 orang dan 37 orang diantaranya meninggal dunia, termasuk bayi dalam kandungan ibu berusia 19 tahun asal Queensland yang menderita flu babi dengan komplikasi.

Angka kematian akibat flu A H1N1 di Australia juga bertambah dari 37 menjadi 41 orang. Para korban ditemukan di negara bagian New South Wales (17), Victoria (15), Northern Territory (3), Queensland (1), Australia Barat (1), Australia Selatan (1), dan Tasmania (1).

Di antara mereka yang kini terinfeksi virus flu babi, sebanyak 226 orang dirawat di berbagai rumah sakit di Australia. Dari 226 orang itu, sebanyak 93 orang di antaranya dirawat di unit gawat darurat.

Sebelumnya, dalam penjelasan persnya, Menteri Kesehatan Australia, Nicola Roxon, mengatakan, pemerintah menyiapkan dana sebesar 44 juta dolar Australia selama empat tahun untuk mendukung program vaksin gratis guna melindungi rakyat dari ancaman flu musiman.

Warga Australia berusia tua merupakan salah satu sasaran program vaksin gratis yang akan mulai berlaku 1 Januari 2010, katanya.

*) My updated news for ANTARA on July 22, 2009

SUDAH 37 WARGA AUSTRALIA MENINGGAL KARENA FLU BABI

Pandemi Influenza A H1N1 di Australia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sebaliknya, hingga Selasa, jumlah korban wabah flu babi di negara benua itu sudah mencapai 37 orang.

Data terbaru Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia, Selasa, menunjukkan angka kematian terbesar ditemukan di Victoria.

Di negara bagian itu, sudah 15 orang pasien meninggal, disusul New South Wales (14), Northern Territory (3), Australia Selatan (2), dan masing-masing satu di Australia Barat, Tasmania, dan Queensland.

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pengumuman resmi tentang ancaman Influenza A H1N1 24 April lalu, jumlah warga Australia yang positif terjangkit mencapai 14.037 orang.

Para penderita dijumpai di seluruh negara bagian Australia. Dari jumlah itu, sebanyak 1.590 orang dirawat di rumah sakit. Hingga Selasa, Departemen Kesehatan Australia mencatat masih ada 231 orang pasien dirawat. Sebanyak 96 orang di antaranya dirawat di unit gawat darurat.

Sebanyak 43 orang pasien gawat darurat itu menghuni sejumlah rumah sakit di negara bagian New South Wales, dan selebihnya dirawat di berbagai rumah sakit Queensland (19), Victoria (15), Australia Selatan (6), Northern Territory (6), Australia Barat (4), Australian Capital Territory (2), dan Tasmania (1).

WHO melaporkan virus ini sudah menjangkiti sedikitnya 94.512 orang dan menewaskan 429 orang di berbagai negara.

*) My updated news for ANTARA on July 21, 2009

FLU BABI BUNUH BAYI DALAM KANDUNGAN

Seorang ibu hamil asal Pulau Palm, Townsville, negara bagian Queensland, Australia, harus kehilangan bayinya dalam kandungan akibat virus Influenza A H1N1 yang dideritanya.

Perihal kematian bayi dalam kandungan ibu berusia 19 tahun itu diungkapkan Walikota Pulau Palm, Alf Lacey, kepada ABC, Selasa.

Ibu hamil penderita flu babi dengan komplikasi itu masih dirawat di unit gawat darurat Rumah Sakit Townsville, katanya.

Menurut ABC, kematian bayi dalam kandungan ibu hamil asal Pulau Palm itu menambah jumlah korban flu babi di negara bagian Queensland menjadi dua orang.
Hingga Selasa, jumlah korban pandemi flu babi di negara benua itu sudah mencapai 38 orang.

Data terbaru Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia menunjukkan angka kematian terbesar ditemukan di Victoria.

Di negara bagian itu, sudah 15 orang pasien meninggal, disusul New South Wales (14), Northern Territory (3), Australia Selatan (2), Queensland (2), dan masing-masing satu di Australia Barat dan Tasmania.

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pengumuman resmi tentang ancaman Influenza A H1N1 24 April lalu, jumlah warga Australia yang positif terjangkit mencapai 14.037 orang.

Para penderita dijumpai di seluruh negara bagian Australia. Dari jumlah itu, sebanyak 1.590 orang dirawat di rumah sakit. Hingga Selasa, Departemen Kesehatan Australia mencatat masih ada 231 orang pasien dirawat. Sebanyak 96 orang di antaranya dirawat di unit gawat darurat.

Sebanyak 43 orang pasien gawat darurat itu menghuni sejumlah rumah sakit di negara bagian New South Wales, dan selebihnya dirawat di berbagai rumah sakit Queensland (19), Victoria (15), Australia Selatan (6), Northern Territory (6), Australia Barat (4), Australian Capital Territory (2), dan Tasmania (1).

WHO melaporkan virus ini sudah menjangkiti sedikitnya 94.512 orang dan menewaskan 429 orang di berbagai negara.

*) My news for ANTARA on July 21, 2009

PEJABAT BNP2TKI YANG JATUH SAKIT MASIH DI DARWIN

Direktur Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Endang Sulistioningsih, Selasa, keluar dari RS Royal Darwin setelah sempat dirawat sejak 17 Juli malam di rumah sakit ternama di negara bagian Northern Territory (NT) itu.

Minister Counselor Fungsi Perdagangan Konsulat RI Darwin, Maimunah Vera Syafik, mengatakan kepada ANTARA menghubunginya dari Brisbane, kondisi kesehatan Endang sudah membaik namun tim dokter meminta yang bersangkutan agar beristirahat setidaknya hingga akhir pekan ini sebelum kembali ke Jakarta.

"Alhamdulillah Bu Endang Selasa ini sudah boleh pulang. Untuk sementara Bu Endang dan staf beliau, Elfrida Siregar, tinggal di kediaman saya sampai kondisi kesehatan beliau benar-benar pulih dan siap kembali ke Jakarta," katanya.

Endang Sulistioningsih berada di Darwin sejak 16 Juli mengikuti kunjungan delegasi n BNP2TKI namun pada 17 Juli sekitar pukul 23.00 waktu Darwin, kondisi kesehatannya menurun akibat radang tergorokan dengan suhu badan sekitar 37-38 derajat, kata diplomat yang mendampingi delegasi BNP2TKI selama kunjungan di Darwin itu.

"Mungkin beliau kecapaian karena dikabarkan beliau sudah mulai sakit sejak di Canberra," katanya.

Dalam kondisi kesehatan yang menurun itu, Endang dibawa ke rumah sakit, sedangkan para anggota delegasi BNP2TKI lainnya melanjutkan misi kunjungan mereka ke Sydney sebelum kembali ke Jakarta, katanya.

Berkaitan dengan hasil kunjungan BNP2TKI di kota Canberra, Melbourne, dan Darwin, Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat, sebelumnya mengatakan, pihaknya melihat terbukanya peluang pasar kerja Australia bagi para pekerja terampil dan setengah terampil dari Indonesia selama mereka memenuhi semua persyaratan.

Salah satu persyaratan tersebut adalah skor tes bahasa Inggris (IELTS) 4,5 hingga tujuh, katanya.

"Hasil IELTS sebesar 4,5 sampai tujuh itu berlaku untuk bidang pekerjaan tingkat rendah sampai 'high skill' (berketerampilan tinggi-red.)," katanya.

Mengenai besarnya potensi pasar kerja di Australia, Jumhur mengatakan, di sektor konstruksi misalnya, ada sebuah perusahaan di Melbourne yang telah meminta BNP2TKI menyediakan 50 TKI dalam waktu dua bulan ini.

Sebuah perusahaan milik warga negara Indonesia (WNI) yang bergerak dalam usaha teknologi informasi (IT) juga memerlukan ratusan orang TKI terampil, katanya.

"Potensi pasar tenaga kerja di bidang IT di Australia dilaporkan mencapai enam ribu hingga tujuh ribu orang," kata Jumhur Hidayat.

Sektor usaha lain yang juga membuka peluang besar bagi TKI adalah industri peternakan sapi. Selama ini Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar sapi hidup dan produk daging asal Australia sehingga wajar TKI diserap sektor ini sebagai "counter trading" (imbalan dagang), katanya.

Di sektor industri peternakan sapi ini, setidaknya ada tiga peluang kerja yang dapat dibidik para TKI, yakni peternakan, penggemukan, dan pemotongan sapi, katanya.

Dari pertemuannya dengan kalangan usaha peternakan, termasuk Direktur Eksekutif Asosiasi Peternak Northern Territory, Luke Bowen, di Darwin, Kamis, terungkap bahwa sektor peternakan berpotensi menyerah sedikitnya seribu orang TKI, katanya.

Jumhur Hidayat dan anggota delegasi BNP2TKI mengunjungi empat kota di Australia sejak awal pekan ini untuk menjajaki pasar kerja Australia dengan bertemu kalangan pemerintah dan bisnis, serta pekerja Indonesia di negara itu. Ke-empat kota itu adalah Canberra, Melbourne, Darwin, dan Sydney.

Dalam misi kunjungan hingga 18 Juli itu, selain Direktur Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri, Endang Sulistioningsih, Jumhur antara lain juga didampingi Deputi Kepala BNP2TKI Bidang Penempatan, Ade Adam Noch, dan Direktur Penyiapan Dokumen Direktorat Penempatan BNP2TKI, Arifin Purba.

*) My news for ANTARA on July 21, 2009

GARUDA DI PERTH TAK TERPENGARUH INSIDEN MEGA KUNINGAN

Serangan bom teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta yang menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk tiga warga Australia, 17 Juli lalu, tidak berdampak serius pada posisi pemesanan tiket Garuda rute penerbangan langsung Perth-Denpasar, kata seorang pejabat Garuda.

"Sejauh ini 'booking position' (posisi pemesanan tiket-red.) Garuda masih normal," kata Pejabat Sementara Manajer Umum Garuda di Australia Barat dan Northern Territory (NT), Syahrul Tahir, dalam penjelasan persnya, Selasa, berkaitan dengan dampak insiden 17 Juli terhadap penerbangan Garuda dari Perth ke Denpasar.

Syahrul mengatakan, pihaknya sudah menghubungi dan meminta agen-agen penjualan tiket Garuda untuk menjelaskan "booking position" segera setelah terjadinya insiden Mega Kuningan tersebut.

Satu keluarga warga Australia sudah sempat membatalkan tiket penerbangan mereka dari Perth ke Denpasar akibat peristiwa di Jakarta itu namun mereka berubah fikiran untuk tetap melanjutkan rencana liburan mereka ke Pulau Dewata bersama Garuda, katanya.

"Keluarga ini tetap berangkat dengan Garuda ke Denpasar dari Perth, Senin," katanya.

Sehubungan dengan insiden Mega Kuningan ini, manajemen Garuda Indonesia di Australia Barat juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya Nathan Verity, pengusaha Perth yang ikut menjadi korban serangan bom teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta, 17 Juli lalu, itu.

"Pak Nathan Verity adalah anggota 'Garuda Frequent Flyer. Kita ikut berbelasungkawa," kata Syahrul Tahir.

Dalam serangan teroris yang melukai 55 orang lainnya itu, Australia kehilangan tiga orang warganya. Selain Nathan Verity, dua lainnya adalah Craig Senger (diplomat dari Komisi Perdagangan Australia) dan Garth McEvoy (pegawai Industri Pertambangan asal Brisbane).

Garuda melayani pasar negara bagian Australia Barat dengan pesawat Boeing 737-800 sebanyak tiga kali penerbangan sehari. Pesawat jenis ini berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 142 kursi kelas ekonomi.

*) My updated news for ANTARA on July 21, 2009

GARUDA IKUT BERDUKA ATAS MENINGGALNYA NATHAN VERITY

Manajemen Garuda Indonesia di Australia Barat turut berbelasungkawa atas meninggalnya Nathan Verity, pengusaha Perth yang menjadi salah satu dari delapan korban tewas serangan bom teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta, 17 Juli lalu.

Ungkapan belasungkawa Garuda itu disampaikan Pejabat Sementara Manajer Umum Garuda di Australia Barat dan Northern Territory (NT), Syahrul Tahir, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Selasa.

"Pak Nathan Verity adalah anggota 'Garuda Frequent Flyer. Kita ikut berbelasungkawa," kata Syahrul Tahir.

Dalam serangan teroris yang menewaskan delapan orang dan melukai 55 orang lainnya itu, Australia kehilangan tiga orang warganya. Selain Nathan Verity, dua lainnya adalah Craig Senger (diplomat dari Komisi Perdagangan Australia) dan Garth McEvoy (pegawai Industri Pertambangan asal Brisbane).

Menanggapi serangan bom bunuh diri di dua hotel mewah di kawasan niaga Mega Kuningan Jakarta itu, Perdana Menteri Kevin Rudd mengutuk insiden tersebut dan menyebutnya sebagai "saat yang sangat-sangat berat bagi banyak keluarga Australia dan Indonesia".

Pemerintah Australia mencatat total jumlah warganya yang saat ini ada di Indonesia mencapai 4.745 orang dan 1.053 orang di antaranya tercatat tinggal di Jakarta.

Namun PM Rudd memperkirakan jumlah warganya di Indonesia bisa saja melebihi angka yang tercatat karena banyak warga Australia yang memilih untuk tidak didaftar.

Pemerintah Australia menawarkan bantuan apapun lewat otoritas kesehatan negara itu bagi para korban luka bakar kepada pemerintah RI.

Sebelum serangan pemboman di dua hotel di kawasan Kuningan Jakarta ini terjadi, Indonesia sempat relatif aman dari insiden terorisme selepas Bom Bali 2005.

Sejak aksi serangan sejumlah gereja di malam Natal tahun 2000, Indonesia mengalami serangkaian insiden terorisme. Setahun setelah serangan kelompok teroris ke New York dan Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 September 2001, Bali diserang kelompok Amrozi dkk pada Oktober 2002.

Dalam insiden itu, sebanyak 202 orang tewas, termasuk 88 orang warga Australia yang sedang berlibur di Pulau Dewata tersebut. Seterusnya terjadi serangan mematikan di Hotel JW Marriott pada 2003, dan serangan terhadap Kedubes Australia di Jakarta (2004).

*) My updated news for ANTARA on July 21, 2009

PESERTA "SAIL BUNAKEN" TAK TUNDUK PADA KEMAUAN TERORIS

Reli wisata bahari internasional "Sail Indonesia/Sail Bunaken" yang diikuti 157 kapal layar (yacht) dari 21 negara membuktikan aksi teror para pelaku pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, Jumat (17/7), gagal total menakut-nakuti para peserta, kata panitia kegiatan itu di Darwin.

Panitia Lokal "Sail Indonesia/Sail Bunaken", David Woodhouse, mengatakan, serangan teroris di Jakarta itu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi para peserta dan pelepasan (flag off) kapal-kapal layar peserta dari perairan Darwin, Northern Territory (NT), berlangsung Sabtu siang sesuai rencana.

"Tidak ada dampaknya sama sekali dan tidak ada perubahan rencana. Memang ada satu peserta yang mengundurkan diri hari Jumat tapi pengunduran diri kapal peserta dari Belgia itu sama sekali tidak terkait insiden Jakarta melainkan karena salah seorang anaknya jatuh sakit," kata Woodhouse.

Warga Australia yang sejak lama membantu pelaksanaan kalender kegiatan tahunan yang sudah berlangsung sembilan tahun ini mengatakan, kondisi keamanan Saumlaki sebagai kota pertama Indonesia yang disinggahi kapal-kapal layar peserta relatif kondusif.

Sementara itu, Panitia Nasional "Sail Bunaken" Aji Sularso mengatakan, semua elemen pemerintah dan masyarakat yang terlibat dalam upaya menyukseskan kegiatan reli wisata bahari akbar ini bekerja keras untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada kapal-kapal layar peserta di setiap daerah yang dilalui.

"Jadi walaupun ada (negara yang mengeluarkan) 'travel warning' (peringatan perjalanan), 'Sail Bunaken' jalan terus," kata Aji Sularso yang juga Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen P2SDKP) ini.

Sebanyak 127 dari 132 kapal layar, Sabtu siang, bertolak dari Darwin ke Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dengan dikawal dua kapal patroli Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), "Hiu Macan Tutul 001" dan "Hiu Macan 006".

Mereka diperkirakan tiba di Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat itu pada 20 Juli.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy mendapat kehormatan menembakkan senapan ke udara pertanda pelepasan (flag off) kapal-kapal layar dari 21 negara itu dari atas geladak kapal "The Spirit of Darwin".

Acara "flag off" 127 dari 132 kapal peserta yang telah memberikan konfirmasi kepada panitia tentang titik awal pelayaran menuju Saumlaki di Darwin itu disaksikan puluhan orang, termasuk Duta Besar RI Primo Alui Joelianto, Menteri Hubungan Asia NT Chris Burns, dan Konsul RI di Darwin Harbangan Napitupulu.

Sebanyak lima kapal peserta yang telat tiba di Darwin tidak mengikuti acara "flag off" yang juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah tingkat dua di kawasan timur Indonesia.

Penyelenggaraan reli kapal layar "Sail Indonesia/Sail Bunaken" ini juga diikuti 25 kapal lainnya yang berlayar menuju Bitung, Sulawesi Utara, dari Kota Kinibalu Malaysia.

Dari Saumlaki, kapal-kapal layar peserta menuju Tual (26-29 Juli), Banda, Ambon (4-7 Agustus), Ternate, Bitung (12-19 Agustus), Banggai, Wakatobi (26-30 Agustus), Ende (5-9 September), Nagikeo (11-13 September), Labuan Bajo (16-20 September), dan Mataram (24-28 September).

Dari Mataram, para penjelajah samudera mancanegara itu melanjutkan pelayarannya ke Bali (30 September - 4 Oktober), Karimun Jawa (8-15 Oktober), Banjarmasin (8-12 Oktober), Kumai (14-17 Oktober), dan Belitung (21-25 Oktober).

Di berbagai kota pantai yang dilalui kecuali Banda, Banggai dan Belitung, para peserta "Sail Indonesia" dan "Sail Bunaken" 2009 itu akan disambut dengan aneka acara hiburan rakyat.

Kapal-kapal layar peserta berasal dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Swiss, Vanuatu, Denmark, Afrika Selatan, Pulau Virgin, Pulau Cook, Panama, Kepulauan Marshall, Finlandia, dan Spanyol.

*) My updated news for ANTARA on July 18, 2009

TUAL SIAPKAN ACARA MENARIK SAMBUT PESERTA "SAIL BUNAKEN"

Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara sudah menyiapkan serangkaian agenda acara menarik, seperti festival budaya dan pesta pantai bagi para awak 132 kapal layar (yacht) peserta reli wisata bahari internasional "Sail Indonesia/Sail Bunaken" selama lima hari merapat di Tual.

Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Andre Rentanubun, mengatakan kepada ANTARA di Darwin, Sabtu, ratusan awak kapal peserta juga berkesempatan menyaksikan acara peringatan wafatnya 18 orang misionaris dari Desa Langgur di tangan tentara Jepang pada Perang Dunia II.

"Ribuan orang hadir di acara peringatan wafatnya misionaris yang diisi dengan misa ini," katanya.

Andre mengatakan, pihaknya pun sudah menyiapkan acara penyambutan kapal-kapal layar peserta dengan perahu-perahu tradisional.

Kegiatan "Sail Indonesia/Sail Bunaken" itu merupakan peluang emas daerah-daerah tingkat dua di kawasan timur Indonesia untuk mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata, serta mendapatkan manfaat positif lainnya dari kehadiran ratusan kapal layar mancanegara itu, katanya.

"Setelah 'Sail Bunaken', tahun depan akan ada 'Sail Maluku'. Kita akan mengambil langkah-langkah persiapan, termasuk rencana membangun tempat akomodasi di pulau-pulau kecil bagi para peserta," katanya.

Jumlah "yacht" peserta yang akan menyinggahi Tual tahun ini mencapai 132 buah atau naik drastis dari jumlah tahun lalu yang hanya sembilan kapal layar, kata Andre.

Penyelenggaraan reli kapal layar "Sail Indonesia/Sail Bunaken" ini juga diikuti 25 kapal lainnya yang berlayar menuju Bitung, Sulawesi Utara, dari Kota Kinibalu Malaysia.

Sabtu siang, sebanyak 127 dari 132 kapal layar peserta dilepas ke Saumlaki dalam sebuah acara pelepasan (flag off) di atas kapal "The Spirit of Darwin).

Dari Saumlaki, kapal-kapal layar peserta menuju Tual (26-29 Juli), Banda, Ambon (4-7 Agustus), Ternate, Bitung (12-19 Agustus), Banggai, Wakatobi (26-30 Agustus), Ende (5-9 September), Nagikeo (11-13 September), Labuan Bajo (16-20 September), dan Mataram (24-28 September).

Dari Mataram, para penjelajah samudera mancanegara itu melanjutkan pelayarannya ke Bali (30 September - 4 Oktober), Karimun Jawa (8-15 Oktober), Banjarmasin (8-12 Oktober), Kumai (14-17 Oktober), dan Belitung (21-25 Oktober).

Di berbagai kota pantai yang dilalui kecuali Banda, Banggai dan Belitung, para peserta "Sail Indonesia/Sail Bunaken" 2009 itu akan disambut dengan aneka acara hiburan rakyat.

Kapal-kapal layar peserta berasal dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Swiss, Vanuatu, Denmark, Afrika Selatan, Pulau Virgin, Pulau Cook, Panama, Kepulauan Marshall, Finlandia, dan Spanyol.

*) My updated news for ANTARA on July 18, 2009

RATUSAN PESERTA "SAIL BUNAKEN" TAK TERPENGARUH BOM KUNINGAN

Serangan teroris terhadap Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat (17/7), tidak memengaruhi antusiame para nakhoda dan awak 127 kapal layar (yacht) mancanegara peserta reli wisata bahari "Sail Indonesia/Sail Bunaken" yang berangkat dari perairan Darwin, Northern Territory (NT).

Kapal-kapal layar berbagai ukuran dengan jumlah awak rata-rata tiga orang itu meninggalkan perairan Darwin menuju Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Sabtu siang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy mendapat kehormatan menembakkan senapan ke udara pertanda pelepasan (flag off) kapal-kapal layar dari 21 negara itu dari atas geladak kapal "The Spirit of Darwin".

Acara "flag off" 127 dari 132 kapal peserta yang telah memberikan konfirmasi kepada panitia tentang titik awal pelayaran menuju Saumlaki di Darwin itu disaksikan puluhan orang, termasuk Duta Besar RI Primo Alui Joelianto, Menteri Hubungan Asia NT Chris Burns, dan Konsul RI di Darwin Harbangan Napitupulu.

Sebanyak lima kapal peserta yang telat tiba di Darwin tidak mengikuti acara "flag off" yang juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah tingkat dua di kawasan timur Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, serangan teroris terhadap dua hotel di kawasan niaga Kuningan Jakarta yang menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk tiga warga Australia, itu gagal mempengaruhi antusiasme para peserta reli kapal layar "Sail Bunaken".

"Tidak ada kapal peserta yang mundur dari Sail Bunaken karena insiden kemarin," katanya.

Kenyataan ini membuktikan tingginya kepercayaan negara-negara di dunia pada Indonesia karena di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia dapat dikelola dengan baik sehingga apapun yang terjadi, para pencinta wisata bahari dunia itu tetap datang, kata Freddy.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, terjadinya peristiwa serius di satu daerah tidak lantas membuat daerah-daerah lain tidak aman untuk dikunjungi warga negara asing karena Indonesia bukanlah negara kontinental, katanya.

Panitia Nasional "Sail Bunaken" Aji Sularso mengatakan, semua elemen pemerintah dan masyarakat yang terlibat dalam upaya menyukseskan kegiatan reli wisata bahari akbar ini bekerja keras untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada kapal-kapal layar peserta di setiap daerah yang dilalui.

"Jadi walaupun ada (negara yang mengeluarkan) 'travel warning' (peringatan perjalanan), 'Sail Bunaken' jalan terus," kata Aji Sularso yang juga Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen P2SDKP) ini.

Antusiasme para awak ratusan kapal layar peserta "Sail Indonesia/Sail Bunaken" yang mengikuti "flag off" di perairan Darwin Sabtu ini juga disampaikan Wakil "Sail Malaysia", Sazli Kamal Basha.

Menurut Sazli yang ikut di atas kapal "The Spirit of Darwin", para peserta "Sail Bunaken" itu adalah "para turis profesional" yang tidak terpengaruh dengan serangan teroris di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Hubungan Asia NT Chris Burns memandang "Sail Indonesia/Sail Bunaken" yang mengambil titik awal pelayaran menuju Indonesia dari Darwin sebagai "simbol persahabatan" kedua bangsa.

Segelintir orang yang mencoba melemahkan hubungan Australia-Indonesia yang sudah kuat terbangun dengan aksi kejahatan seperti yang terjadi di Jakarta 17 Juli itu tidak akan berhasil. "Kita ini bertetangga dan akan selalu begitu," kata Chris Burns.

Terkait dengan serangan teroris di dua hotel mewah tersebut, Chris Burns menyampaikan rasa sedih dan belasungkawanya bagi para korban dan keluarga korban. Dia berharap mereka yang terlibat dapat segera diadili.

Meriah

Sementara itu, acara "flag off" itu berlangsung meriah karena mereka yang berada di atas Kapal "The Spirit of Darwin" menyampaikan ucapan selamat jalan dengan meneriaki nama-nama kapal layar peserta yang melaju dan bermanuver sambil melambai-lambaikan tangan ke arah para awaknya.

Kapal-kapal layar yang bertolak dari Darwin ini dikawal dua kapal patroli Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), "Hiu Macan Tutul 001" dan "Hiu Macan 006", sampai Saumlaki. Mereka diperkirakan tiba di Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat itu pada 20 Juli.

Penyelenggaraan reli kapal layar "Sail Indonesia/Sail Bunaken" ini juga diikuti 25 kapal lainnya yang berlayar menuju Bitung, Sulawesi Utara, dari Kota Kinibalu Malaysia.

Selama empat hari di kota kecil yang terletak di Pulau Yamdena yang menjadi bagian dari Kepulauan Tanimbar itu, para peserta akan disambut pemerintah dan masyarakat setempat dengan festival budaya dan pameran produk kerajinan tangan.

Dari Saumlaki, kapal-kapal layar peserta menuju Tual (26-29 Juli), Banda, Ambon (4-7 Agustus), Ternate, Bitung (12-19 Agustus), Banggai, Wakatobi (26-30 Agustus), Ende (5-9 September), Nagikeo (11-13 September), Labuan Bajo (16-20 September), dan Mataram (24-28 September).

Dari Mataram, para penjelajah samudera mancanegara itu melanjutkan pelayarannya ke Bali (30 September - 4 Oktober), Karimun Jawa (8-15 Oktober), Banjarmasin (8-12 Oktober), Kumai (14-17 Oktober), dan Belitung (21-25 Oktober).

Di berbagai kota pantai yang dilalui kecuali Banda, Banggai dan Belitung, para peserta "Sail Indonesia" dan "Sail Bunaken" 2009 itu akan disambut dengan aneka acara hiburan rakyat.

Kegiatan itu diselenggarakan bersama oleh panitia "Sail Indonesia", "Sail Bunaken", dan YCBI dengan mendapat dukungan pemerintah pusat dan berbagai pemerintah daerah itu.

Kegiatan "Sail Indonesia" 2009 tidak menggunakan rute Jalur Barat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Panitia "Sail Indonesia" 2009 menyebutkan, keputusan tentang perubahan rute itu merupakan keputusan pemerintah RI guna memaksimalkan jumlah kapal layar yang dapat memeriahkan "Sail Bunaken" sebagai rangkaian kegiatan Konferensi Bahari Internasional di Manado, Sulawesi Utara.

Dibandingkan dengan "Sail Indonesia" 2008, maka jumlah peserta "Sail Indonesia" tahun ini meningkat dari 116 menjadi 157 kapal layar.

Beberapa di antara kapal-kapal layar itu adalah "Arnak" yang dinakhodai pelaut asal Selandia Baru, Geoff Gentil, "Backchat" (Australia dengan nakhoda, Alan Main), "Quiver (Kanada, Jim Burgoyne), dan "Absolutely Knot (Australia, Eddie Davidson).

Selanjutnya, "Barbara Ann" (Amerika Serikat dengan kapten kapal Jack Hunt), "Bauvier" (Belgia, Bart Venhaeghe), "Cheshire Cat" (Kanada, Mike Rigby Williams), dan "Cool Bananas" (Selandia Baru, Daryl Fisher).

Selain diikuti kapal-kapal layar asal Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, dan Belgia, "Sail Bunaken" 2009 itu juga dimeriahkan kapal-kapal asal Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Swiss, Vanuatu, Denmark, Afrika Selatan, Pulau Virgin, Pulau Cook, Panama, Kepulauan Marshall, Finlandia, dan Spanyol.

*) My news for ANTARA on July 18, 2009

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity