Aparat hukum Singapura menangkap Koresponden Australian Broadcasting Corporation (ABC) untuk Biro Asia Selatan, Peter Llyod, dengan tuduhan terlibat kasus narkoba.Direktur ABC News, John Cameron, dalam pernyataannya yang dilansir jaringan pemberitaan ABC, Jumat, mengatakan, Peter Llyod ditanggap saat cuti dari tugas di Singapura.
Koresponden ABC di New Delhi, India, ini ditangkap aparat Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura bersama barang bukti 0,8 gram narkoba jenis "ice".
Penangkapan terhadap wartawan Australia berusia 41 tahun itu dilakukan setelah aparat hukum Singapura menahan seorang warga negaranya berusia 31 tahun.
Cameron mengatakan, pihaknya belum mendapat penjelasan lengkap tentang kasus Llyod namun pihaknya terus melakukan kontak dengan bagian kekonsuleran kantor perwakilan Australia di Singapura guna memastikan Llyod mendapat bantuan hukum yang semestinya.
Jika terbukti bersalah di pengadilan, Llyod terancam hukuman lima hingga 20 tahun penjara dan lima hingga 15 kali hukuman cambuk.
Peter Lloyd menempati pos penugasannya di Biro Asia Selatan sejak pertengahan tahun 2002.
Dari New Delhi, dia meliput berbagai peristiwa penting dan menarik yang terjadi di India, Pakistan, Afghanistan, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Bhutan, dan Maladewa.
Dari 2002 hingga pertengahan 2006, Lloyd ditempatkan di Bangkok untuk meliput isu-isu Asia Tenggara di Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Filipina.
Laporan-laporan jurnalistiknya yang mengesankan tentang insiden Bom Bali dan bencana tsunami memasukkan namanya dalam daftar finalis "Walkely Awards".
Llyod bergabung dengan ABC pada 1988 namun kemudian dia pindah ke Inggris dan bekerja untuk BBC dan Sky News Inggris.
Pada 2000, dia kembali bergabung dengan ABC sebagai wartawan dengan pengalaman yang lengkap mulai dari divisi pemberitaan televisi hingga radio.

No comments:
Post a Comment