
Belasan orang akademisi, seniman, penari, sineas, penulis, dan kurator Indonesia dan Australia berdialog dan melakukan olah seni dalam Forum Seni Tahunan Asia Link "Seni Indonesia Kini" di kampus Universitas Melbourne (UM), Jumat.
Forum seni visual bertajuk "Indonesia Memanggil" yang diselenggarakan UM bersama Universitas Nasional Australia itu meneropong perkembangan seni dan budaya kontemporer Indonesia.
Informasi yang dihimpun ANTARA, Jumat, menyebutkan, forum yang berlangsung di gedung kuliah Carrillo Gantner, Pusat Asia Sidney Myer, UM, itu menghadirkan para Indonesianis papan atas, seperti Arief Heryanto (UM), Caroline Turner (ANU), Barbara Hatley (Universitas Tasmania) dan Amrih Wododo (ANU).
Seterusnya Wulan Dirgantoro (kurator dan mahasiswa doktoral Universitas Tasmania), Dewi Anggraeni (penulis), Julia Suryakusuma (penulis), Susan Barlow (seniwati), Arsisto Ambyo (penulis dan insan perfilman), Ian Pidd (direktur teater), Jade Dewi Tyas Tunggal (koreografer/penari), dan Ria Soemardjo (vokalis).
Dalam kegiatan yang didukung Asia Link dan Dewan Kesenian Australia itu, para pembicara memaparkan dan mendiskusikan beragam topik mulai dari kondisi seni visual, penulisan, perfilman, seni pertunjukan hingga tarian kontemporer Indonesia.
Amrih Widodo, staf pengajar bahasa Indonesia di Fakultas Studi Asia ANU, mengupas masalah tari Indonesia dan memberikan lokakarya kepada para peserta forum seni tahunan yang berlangsung sehari itu.
*) My news for ANTARA on July 18, 2008

No comments:
Post a Comment