Wednesday, July 23, 2008

SINGAPURA "BEBASKAN" WARTAWAN ABC DENGAN UANG JAMINAN

Peter Llyod, koresponden Australian Broadcasting Corporation (ABC) untuk Biro Asia Selatan yang terjerat kasus narkoba di Singapura, akhirnya dibebaskan dari penjara setelah membayar uang jaminan sebesar 45 ribu dolar Australia namun proses persidangan kasusnya masih terus berlangsung.

Kepastian tentang "bebasnya" Llyod dengan uang jaminan yang disampaikan teman Singapuranya bernama Mohamed Mazlee bin Abdul Malik, kepada pihak pengadilan itu disampaikan jaringan pemberitaan ABC dan dilansir Stasiun Televisi "SBS" dalam buletin beritanya Rabu malam.

Sebagai bagian dari syarat pembebasannya, wartawan senior ABC ini harus tetap berada di negara itu dan lapor diri tiga kali seminggu kepada otoritas terkait Singapura. Jumat pekan ini, Llyod kembali menghadiri proses persidangan kasusnya.

Wartawan kawakan berusia 41 tahun itu sudah ditahan aparat hukum Singapura sejak hampir sepekan dengan tuduhan bahwa yang bersangkutan telah memakai dan memperdagangkan narkoba jenis "ice".

Sebelumnya ABC melaporkan bahwa selain lapor diri tiga kali seminggu, dua kondisi lain yang harus dipenuhi Llyod adalah lapor diri yang ketat dan menyerahkan paspornya kepada otoritas hukum Singapura.

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith yang tengah berada di Singapura untuk menghadiri beberapa pertemuan multilateral, termasuk Forum Regional Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyambut baik cara Singapura menangani kasus Llyod.

Menlu Smith juga menyatakan kepuasannya atas perawatan baik yang diterima Llyod atas infeksi mata serius yang dideritanya.

Kabar penangkapan Llyod disampaikan Direktur ABC News, John Cameron, 18 Juli lalu.

gara-gara "ice"

Koresponden ABC di New Delhi, India, ini ditangkap aparat Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura bersama barang bukti 0,8 gram narkoba jenis "ice" saat cuti dari tugas di negara itu.

Penangkapan terhadap dirinya itu dilakukan setelah aparat hukum Singapura menahan seorang warga negaranya berusia 31 tahun.

Jika terbukti bersalah di pengadilan, Llyod terancam hukuman lima hingga 20 tahun penjara dan lima hingga 15 kali hukuman cambuk.

Peter Lloyd menempati pos penugasannya di Biro Asia Selatan sejak pertengahan tahun 2002.

Dari New Delhi, dia meliput berbagai peristiwa penting dan menarik yang terjadi di India, Pakistan, Afghanistan, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Bhutan, dan Maladewa.

Antara 2002 dan pertengahan 2006, Lloyd ditempatkan di Bangkok untuk meliput isu-isu Asia Tenggara di Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Filipina.

Laporan-laporan jurnalistiknya yang mengesankan tentang insiden Bom Bali dan bencana tsunami memasukkan namanya dalam daftar finalis "Walkely Awards".

Llyod bergabung dengan ABC pada 1988 namun kemudian dia pindah ke Inggris dan bekerja untuk BBC dan Sky News Inggris.

Pada 2000, dia kembali bergabung dengan ABC sebagai wartawan dengan pengalaman yang lengkap mulai dari divisi pemberitaan televisi hingga radio.

*) My updated news for ANTARA on July 23, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity