Sunday, July 13, 2008

REMAJA AUSTRALIA MERASA "JAUH" DARI GEREJA KATOLIK

Mayoritas remaja dan pemuda Australia merasa gereja Katolik di negaranya "tidak bersentuhan" dengan mereka. Pandangan kaum muda Australia ini tergambar dalam hasil survei online jaringan sosial "MySpace".

Hasil survei yang diikuti remaja Australia berusia 14 sampai 24 tahun itu menunjukkan, jumlah responden yang berpendapat bahwa gereja Katolik berjarak dengan kaum muda ini mencapai 77 persen, demikian AAP melaporkan, Senin.

Selain itu, 89 persen responden survei ini juga menolak ajaran gereja Katolik tentang pentingnya menjaga keperawanan sampai mereka menikah.

Jajak pendapat yang diklaim Presiden MySpace.com Australia dan Selandia Baru, Rebekah Horne, mewakili suara kaum muda karena lebih dari satu juta anak-anak muda Australia mengunjungi MySpace setiap bulannya itu juga mengungkapkan pandangan mereka tentang "Hari Pemuda Sedunia" (WYD) yang dihadiri Paus Benediktus XVI di Sydney.

Sebanyak 53 persen responden survei yang diselenggarakan beberapa hari menjelang penyelenggaraan WYD itu mengatakan mereka tidak akan ikut kegiatan WYD di Sydney yang akan berlangsung enam hari mulai Selasa.

Alasan utama penolakan mereka untuk ikut adalah posisi gereja Katolik tentang seksualitas.

Sebanyak 61 persen responden survei ini lebih memilih kontrasepsi sebagai cara terbaik untuk melindungi mereka dari penyebaran penyakit seksual maupun risiko hamil yang tidak diinginkan daripada pengendalian nafsu syahwat.

Bagi para responden yang bukan beragama Katolik dan Kristen, sebanyak 65 persen dari mereka berpendapat bahwa WYD sama sekali tidak ada relevansinya buat mereka.

Bahkan Kelsey-Lee, remaja asal Queensland, mengatakan dalam pesannya di survei itu bahwa perlehatan yang menghadirkan Paus Benediktus di Sydney itu tiada lain adalah Hari Pemuda Katolik Sedunia bukan Hari Pemuda Sedunia.

Perlehatan WYD itu, menurutnya, adalah kegiatan bodoh yang menghambur-hamburkan uang pajak rakyat untuk sesuatu yang berbau agama di saat negara dan agama terpisah.

Istirahat sampai Kamis

Sementara itu, Paus Benediktus XVI yang sudah tiba Sydney Minggu sore dilaporkan media Australia beristirahat sampai tibanya acara hari Kamis.

Saat pesawat terbang yang membawa pemimpin umat Katolik dunia itu tiba di Pangkalan Angkatan Udara Richmond Sydney Minggu, dia disambut Perdana Menteri Kevin Rudd, Kepala Negara Bagian New South Wales Morris Iemma dan Uskup Agung Sydney, George Pell.

Selama kunjungan pertamanya di Australia, Paus Benediktus XVI berjanji menyampaikan permintaan maaf atas skandal pedofilia dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja Katolik negara itu.

Paus berkebangsaan Jerman dan lahir pada 16 April 1927 dengan nama Joseph Alois Ratzinger itu mengatakan, dia akan menyampaikan permintaan maaf seperti yang telah ia lakukan saat mengunjungi Amerika Serikat April lalu.

Dalam masalah ini, Paus mengingatkan pentingnya gereja Katolik melakukan rekonsiliasi, mencegah, menolong dan melihat kesalahan. "Harus jelas bahwa seorang pendeta yang sesungguhnya tidak sejalan dengan (kekerasan seksual) ini karena pendeta melayani Tuhan kita," katanya.

ABC menyebutkan para korban kekerasan seksual para pendeta Katolik Australia telah mengimbau Paus agar meminta maaf. Pada 2002 lalu, pihak Keuskupan Australia juga pernah menyampaikan permintaan maaf untuk kasus-kasus kekerasan seksual di masa lalu.

Walaupun tiba di Sydney, Minggu (13/7), pemunculan pertama Paus Benediktus di depan publik baru terjadi pada 17 Juli. Pada 20 Juli, Paus menyapa ratusan ribu orang peziarah yang akan memadati lapangan pacuan kuda "Randwick" Sydney.

*) My news for ANTARA on July 14, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity