Mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating mengatakan, berakhirnya era pemerintahan John Howard membuka jalan bagi Australia untuk membangun hubungan bilateral yang lebih baik dengan Indonesia.Keating mengatakan, hubungan kedua negara yang saling bertetangga ini memburuk di era pemerintahan Howard. Kondisi hubungan Indonesia-Australia diyakininya membaik di era PM Kevin Rudd.
PM Rudd mengakui kepentingan strategis Indonesia bagi Australia. "Indonesia itu tetangga terdekat dan terbesar Australia," katanya seperti dikutip AAP, Senin.
Keating mengatakan, kedua negara dan bangsa disatukan oleh letak geografis dan sejarah yang dalam dimana Australia ikut mendukung pengembalian wilayah NKRI oleh Belanda tahun 1950-an.
"Saya fikir Perdana Menteri Rudd mungkin menarik tali sejarah itu dan mungkin mencoba membangun hubungan yang lebih dekat dibandingkan dengan apa yang dapat dibangun pemerintahan Howard," kata Keating.
Sejarah mencatat di era pemerintahan Howard, hubungan bilateral Australia dan Indonesia mengalami pasang surut yang ekstrim.
Beberapa isu sensitif yang sempat memperburuk hubungan Canberra dan Jakarta itu adalah krisis Timor Timur tahun 1999 dan skandal pemberian visa menetap sementara kepada 42 pencari suaka politik asal Papua Barat yang berakhir dengan penarikan sementara Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Hamzah Thayeb.
Namun di era Howard pula, pemerintah federal Australia menunjukkan empatinya yang besar kepada Indonesia ketika sebagian wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias (Sumatera Utara) dihantam gempa bumi besar yang disusul bencana tsunami yang menewaskan ratusan ribu orang.
Australia mengucurkan bantuan material dan menerjunkan misi kemanusiaan ke Aceh dan Nias. Bahkan beberapa personil terbaik Angkatan Bersenjata negara itu gugur dalam tugas di Pulau Nias tahun 2005 karena kecelakaan helikopter saat mereka membantu para korban bencana gempa bumi di sana.
Di era pemerintahan Kevin Rudd, semangat Australia untuk merangkul Asia dan menjadikan kawasan Asia Pasifik salah satu dari tiga pilar kebijakan luar negerinya kembali menguat seperti di era Paul Keating.
Khusus tentang Indonesia, saat berbicara di Pusat AustralAsia Masyarakat Asia (ASAC) di Sydney 4 Juni 2008, PM Rudd sempat mengirim sinyal bahwa akan lebih banyak warga negaranya yang belajar tentang Indonesia.
Pemimpin Australia yang berkunjung ke Jakarta dari 12 hingga 14 Juni 2008 itu menekankan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sangat penting di antara bahasa-bahasa Asia yang menjadi target program pengajaran bahasa di sekolah.
Sejauh ini, sudah ada sekitar 170 ribu siswa Australia yang belajar bahasa Indonesia di sekolah-sekolah milik pemerintah, katanya.
*) My news for ANTARA on July 14, 2008

No comments:
Post a Comment