Gubernur terpilih Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya sangat mendukung keberadaan Taman Indonesia di lingkungan kampus Universitas Charles Darwin (CDU), Northern Territory, Australia, dan berjanji ikut mempromosikan seni budaya NTT di taman itu nantinya, kata seorang diplomat Indonesia.Dukungan terhadap keberadaan Taman Indonesia itu terungkap dalam pertemuan Konsul RI Darwin Harbangan Napitupulu dengan Frans di sela kunjungan ke NTT dari 2 hingga 5 Juli lalu, kata Kabid Penerangan Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, Selasa.
Dalam kunjungan ke NTT yang juga diikuti Kepala Perwakilan Garuda Indonesia di Darwin, Sahrul Tahir, itu, Gubernur terpilih Frans Lebu Raya memandang positif usul pihak Konsulat RI Darwin agar Pemerintah Provinsi NTT ikut "melakukan promosi" di Taman Indonesia itu, katanya.
"Karena taman ini nantinya mewakili gambaran Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan fokus pada atmosfir seni-budaya Indonesia, yang diperlukan adalah produk-produk seni budaya," kata Arvinanto.
Sebelumnya, dalam satu perbincangan dengan ANTARA, Konsul Harbangan Napitupulu pernah mengharapkan pembangunan Taman Indonesia di kompleks CDU ini bisa dirampungkan tahun 2008 sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung berbagai kegiatan promosi kebudayaan Indonesia dan diskusi kampus.
"Tahun ini diharapkan pembangunan Taman Indonesia di CDU ini bisa selesai karena taman itu bisa menjadi tempat menggelar kegiatan penampilan kesenian dan diskusi tentang Indonesia di rumah panggung Sulawesi Utara yang melengkapi keberadaan Taman Indonesia itu," katanya.
Rumah panggung rendah Sulawesi Utara yang cukup besar itu sudah tiba di Darwin akhir November 2007 di Darwin namun karena proses pembangunan taman yang telah dimulai sejak tiga tahun lalu itu belum rampung, maka pendopo Sulawesi Utara yang sudah jadi itu masih tersimpan di kontainer, katanya.
Pembangunan taman yang lokasinya berada persis di depan lokasi kantor rektorat CDU baru yang akan segera dibangun dan dekat dengan pintu gerbang kampus itu terkendala akibat keterbatasan dana namun adanya dukungan kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Canberra memberi harapan baru, katanya.
"Pak Agus Sartono (saat itu Adikbud RI di KBRI Canberra-red.) dan Konsulat RI Darwin sepakat bahwa keberadaan taman ini akan memberikan eksistensi Indonesia di Northern Territory dan CDU," katanya.
Di universitas yang menjadi pusat keunggulan NT itu, terdapat puluhan mahasiswa Indonesia, termasuk para lulusan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) yang melanjutkan studi mereka untuk mendapatkan sertifikasi keperawatan Australia supaya bisa bekerja di rumah sakit-rumah sakit di negara itu, katanya.
Di lingkungan CDU, Taman Indonesia merupakan taman kedua setelah kehadiran Taman RRC.
*) My news for ANTARA on July 8, 2008

1 comment:
Nice blog. Thats all.
Post a Comment