Tuesday, July 8, 2008

SATU LAGI TENTARA AUSTRALIA GUGUR DI AFGHANISTAN

Australia kembali berduka setelah seorang personil Pasukan Elit (SAS)-nya, Signaller Sean McCarthy (25), tewas akibat kendaraan patroli yang dikendarainya terkena serangan bom tepi jalan gerilyawan Afghanistan di wilayah selatan negara itu Selasa (8/7) sore.

Dengan gugurnya McCarthy berarti Australia sudah kehilangan enam orang tentaranya sejak memulai operasi militer di Afghanistan tahun 2002, kata Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF) Marsekal Angus Houston dalam keterangan persnya yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Australia di Canberra, Rabu.

Dalam insiden itu, tiga orang tentara lainnya terluka. Dua di antaranya adalah anggota ADF sedangkan seorang lainnya adalah anggota pasukan Koalisi yang ikut berpatroli bersama pasukan Australia, katanya.

Namun Angus Houston tidak menyebut asal negara prajurit Koalisi yang terluka itu. Segera setelah kejadian, para prajurit yang tewas maupun yang terluka dievakuasi dengan helikopter ke fasilitas medis di Tarin Kowt.

Gugurnya Signaller Sean McCarthy juga menambah jumlah personil SAS yang tewas dalam tugas di Afghanistan.

Pada Oktober 2007, Sersan Matthew Locke, tentara Australia dari resimen pasukan elit "Special Air Service" (SAS) yang pernah bertugas di Timor Timur pasca-jajak pendapat 1999, juga tewas ditembak gerilyawan Taliban di Provinsi Oruzgan.

Kehadiran ratusan tentara Australia di Provinsi Afghanistan Selatan itu dimaksudkan untuk mengamankan para personel Satgas Rekonstruksi bersama kontingen pasukan NATO asal Belanda yang bermarkas di Tarin Kowt.

Penempatan pasukan Australia di negara yang menjadi basis Taliban dan kelompok Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden itu sudah dimulai sejak pemerintahan Perdana Menteri John Howard.

Sejak awal pemberangkatan pasukannya ke Afghanistan, Howard sudah mengingatkan tentaranya bahwa misi mereka di Afghanistan itu berbahaya dan tidak mudah.

*) My news for ANTARA on July 9, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity