Ratusan keramik kontemporer Indonesia dan Australia akan dipamerkan di gedung Museum dan Galeri Seni Northern Territory (MAGNT) Darwin dari 12 Juli 2008 hingga 18 Januari 2009.Pameran bertajuk Pertukaran Kerajinan Arafura Lintasan Memori, Tradisi dan Modernitas yang menghadirkan Sudjud Dartanto sebaga kurator tamu itu dibuka secara resmi oleh Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, pada 11 Juli malam.
Kabid Penerangan Konsulat RI Darwin Arvinanto Soeriaatmadja, Selasa, mengatakan, Indonesia tidak hanya diwakili oleh Sudjud, kurator yang juga dosen Departemen Seni Kerajinan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tetapi juga diwakili oleh ahli keramik, Dona Prawita Arisstuta.
"Dengan kehadiran Dona, Dharma Wanita Konsulat RI Darwin berupaya menyelenggarakan 'workshop' (lokakarya) pembuatan keramik di beberapa SMA di Darwin dan jurusan seni Universitas Charles Darwin. Bahkan jika memungkinkan lokakarya juga dilakukan di SMA Alice Spring," katanya.
Setelah acara pembukaan 11 Juli malam, Dona Prawita Arisstuta juga mengisi lokakarya tentang seni keramik Indonesia di MAGNT, kata Arvinanto.
"Sesuai informasi yang diterima, acara pembukaan pameran yang akan berlangsung di Amphi Theatre Lawns MAGNT ini akan dihadiri Direktur Museum, Apolline Kohen, dan Kurator Seni Visual dan Museum Kerajinan Australia, Allison Gray," katanya.
Jumlah keramik kontemporer Indonesia yang dipamerkan mencapai 199 buah. Keramik-keramik ini umumnya berasal dari Yogyakarta.
Sementara itu, dalam penjelasan persnya, Kurator MAGNT, Allison Gray, mengatakan, pameran keramik karya seniman keramik Indonesia-Australia ini sudah dipersiapkan selama tiga tahun.
"Lintasan Memori, Tradisi dan Modernitas dalam keramik ini didasarkan pada (karya) seniman-seniman yang tinggal di negara-negara se-kawasan Asia Pasifik, serta tanggapan mereka pada tradisi yang hidup di saat kita bergerak melewati modernitas ...," katanya.
Di antara keramik-keramik yang dipamerkan itu adalah karya Jenny Orchard, Asmudojo Jono Irianto, Dona Prawita Aristuta, Titarubi and Harvey Ottley dengan aneka karakteristik seni, bentuk emotif, warna liar, tema dan konsep.
*) My news for ANTARA on July 8, 2008

1 comment:
Considering the fact that it could be more accurate in giving informations.
Post a Comment