Friday, July 11, 2008

FILM KLASIK AUSTRALIA KENALKAN BALI PADA PESELANCAR DUNIA

Film klasik "Morning of the Earth" karya sineas Australia, Albert Falzon, tahun 1972 yang berhasil membuka mata peselancar negara itu pada keindahan dan kehebatan ombak laut Pulau Dewata Bali akan kembali diputar.

"Film ini dipersiapkan akan diputar lagi. Semoga bisa menarik minat generasi baru peselancar Australia seperti yang pernah terjadi lebih dari dua dasawarsa lalu," kata Pemerhati masalah Pariwisata Bali, Dr.I Nyoman Darma Putra, di Brisbane, Sabtu.

Judul film yang memotret lokasi berselancar di sepanjang pantai utara negara bagian New South Wales (Australia), Hawaii (Amerika Serikat) dan ombak pantai Kuta Bali (Indonesia) ini tidak dapat dilepaskan dari negarawan India, Jawaharlal Nehru.

"Judul film ini mengadopsi slogan Pandit Nehru yang berkunjung ke Bali tahun 1950-an, didampingi karibnya Presiden Sukarno. Saat itu Nehru menyebut Bali sebagai 'Morning of the Earth'," kata Darma Putra.

Film ini tidak saja membuka mata para peselancar Australia pada keindahan ombak pantai Bali tetapi juga memperkenalkan selancar sebagai olah raga baru kepada para pemuda Bali, khususnya yang ada di Kuta, katanya.

Sebelum pariwisata berkembang, berselancar sama sekali tidak dikenal di Bali, kata pakar bahasa dan sastra Indonesia yang juga penulis buku "Tourism, Development and Terrorism in Bali" bersama Prof.Michael Hitchcock (London, Ashgate, 2007) ini.

Banyak peselancar Bali lahir setelah itu. Di antara mereka itu banyak yang "jago dan bertarung" di lomba internasional dengan dukung sponsor dari bisnis "merchandise" Australia, kata dosen Universitas Udayana yang kini peneliti dan staf pengajar bahasa Indonesia di Universitas Queensland itu.

"Para peselancar juga masuk ke dunia 'merchandise' dengan menjual kaos dan alat-alat berselancar yg belakangan menjadi industri besar. Nama-nama 'merchandise' seperti Billabong, Quiksilver, Bali Barrell, membuka usaha waralaba dengan pengusaha lokal Bali," katanya.

Industri pariwisata, menurut Darma Putra, tidak saja memberikan pengaruh dalam budaya dan gaya hidup, tetapi juga dalam olah raga.

Pantai Grajagan di Banyuwangi (Jawa Timur) dan Nias (Sumatera Utara) adalah dua di antara daerah yang banyak diincar dan dikunjungi peselancar Australia setelah Bali, katanya.

Seperti dilaporkan Harian "The Age" edisi Sabtu, film "Morning of the Earth" versi digital akan ditayangkan dalam sebuah konser di Teater Palais Melbourne 3 Oktober 2008 bersama penampilan sejumlah musisi asli film ini, seperti Brian Cadd, Mike Rudd, Tamam Shud, dan produser album, G. Wayne Thomas.

Arthur O'Bryan dalam tulisannya berjudul "Morning of the Earth: A Surf Movie Classic" (2004) menggarisbawahi sumbangsih film berdurasi sekitar 77 menit ini pada promosi pariwisata Bali bagi kalangan pecinta olahraga selancar di Australia dan dunia.

"Pantai Kuta adalah lokasi imej pertama Indonesia yang pernah muncul dalam film selancar ... Film ini tetap memberikan pengaruh besar pada semua film selancar Australia," tulis Bryan.

*) My news for ANTARA on July 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity