Friday, July 11, 2008

DOWNER RESMI JADI UTUSAN KHUSUS PBB UNTUK SIPRUS

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon resmi mengumumkan nama mantan menteri luar negeri Australia, Alexander Downer, sebagai utusan khusus badan dunia itu untuk Siprus.

Jaringan pemberitaan "ABC", Sabtu, menyebutkan, Downer memulai tugas barunya untuk membantu penyatuan kembali rakyat Siprus keturunan Turki dan Yunani itu pada 14 Juli.

Negara pulau di Laut Tengah bagian timur yang berjarak sekitar 113 kilometer di sebelah selatan Turki itu terbelah menjadi dua bagian sejak 1974. Bagian utara dikuasai rakyat keturunan Turki dan bagian selatan oleh rakyat keturunan Yunani.

Penunjukan Downer sebagai utusan khusus PBB untuk Siprus itu telah mendorong dirinya mengundurkan diri dari kancah perpolitikan federal Australia yang telah digelutinya selama 24 tahun.

Alexander Downer mengumumkan pengunduran dirinya dari gelanggang politik Australia di Adelaide 3 Juli lalu setelah lebih dari dua puluh tahun mewakili Partai Liberal untuk daerah pemilihan Mayo di Australia Selatan.

Terkait dengan tugas baru Downer di PBB ini, Perdana Menteri Kevin Rudd memberikan dukungannya.

Downer tercatat sebagai menlu terlama dalam sejarah Australia (1996-2007). Ia duduk sebagai anggota parlemen Federal Australia dari Partai Liberal setelah kembali memenangkan kursi daerah pemilihan Mayo, Australia Selatan, dalam Pemilu 2007.

Dalam konteks hubungan bilateral Indonesia-Australia, Alexander Downer merupakan sosok yang tak asing di kalangan pejabat pemerintah RI sejak dari era (almarhum) Soeharto sampai Susilo Bambang Yudhoyono.

Di masa Downer, Australia melibatkan diri secara mendalam dalam isu Timor Timur yang berakhir dengan kemerdekaan wilayah itu dari Indonesia. Namun di masa Downer pula, Australia memberikan bantuan besar kepada Indonesia saat Aceh dan Nias dilanda bencana tsunami dan gempa bumi yang menewaskan ratusan ribu orang.

Politisi konservatif kelahiran 9 September 1951 yang pernah menjadi pemimpin oposisi tersingkat dalam sejarah Partai Liberal (1994-1995) ini mendapatkan pendidikan di Geelong Grammar School di Australia, Radley College Inggris , serta Universitas Newcastle upon Tyne.

Suami Nicola Robinson dan ayah Georgina, Olivia, Edward, dan Henrietta ini juga dikenal sebagai politisi dan diplomat ulung Australia yang fasih berbahasa Perancis.

*) My updated news for ANTARA on July 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity