Monday, July 14, 2008

AUSTRALIA SITA 850 KG BAHAN PEMBUAT NARKOBA DARI THAILAND

Aparat kepolisian federal dan bea cukai Australia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 850 kilogram bahan kimia "pseudoephedrine" untuk membuat narkoba jenis "methyl amphetamine" (ICE) senilai 297 juta dolar Australia asal Thailand ke Sydney.

Dalam operasi bersama yang melibatkan personil Komisi Kejahatan Negara Bagian New South Wales itu, tiga orang yang disangka terlibat dalam aksi kejahatan tersebut diamankan petugas, demikian pernyataan pers bersama Polisi Federal Australia dan Bea Cukai Australia, Senin.

Kasus ketiga tersangka yang seluruhnya merupakan warga NSW itu akan disidangkan di Pengadilan Sydney Tengah pada 16 Juli.

Keberhasilan Australia menghempang masuknya bahan kimia pembuat ICE itu bermula dari kepiawaian petugas bea cukai mendeteksi kedatangan kargo kapal berisi barang-barang mencurigakan yang dikemas dalam beberapa kotak dan patung gajah di Pelabuhan Botany Sydney 4 Juli lalu.

Dari hasil pemeriksaan, para petugas bea cukai menemukan tablet putih yang kemudian dikonfirmasi sebagai bahan kimia "pseudoephedrine". Dalam operasi itu, para petugas juga menyita uang 230 ribu dolar, tambahan 25 kilogram pil "pseudoephedrine", mesin penghitung uang, dan beberapa pucuk senjata.

Para tersangka diancam hukuman 25 tahun penjara dan atau denda 550 ribu dolar Australia.

*) My news for ANTARA on July 14, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity