Monday, July 21, 2008

AUSTRALIA HARAPKAN ARF EVALUASI KEMAMPUAN TANGGAP BENCANA ALAM

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan pertemuan Forum Regional Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ARF) di Singapura diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kawasan dalam merespon bencana alam seperti yang belum lama ini terjadi di sejumlah negara di kawasan.

Harapan itu disampaikan Menlu Smith dalam pernyataan persnya yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia di Canberra, Senin, sehubungan dengan kunjungannya ke Singapura hingga 24 Juli untuk menghadiri ARF dan tiga pertemuan multilateral lainnya.

Menlu Smith menyebut ARF sebagai forum keamanan multilateral utama di kawasan Asia Pasifik. Selain melakukan evaluasi terhadap kemampuan kawasan merespons bencana alam yang baru-baru ini terjadi, ARF juga diharapkan mengupas isu-isu kawasan dan internasional yang utama serta kegiatan dan program kerja ARF.

Di antara 10 negara anggota ASEAN yang belum lama ini mengalami bencana alam terparah adalah Myanmar.

Kehadiran dirinya di ARF, pertemuan tingkat menteri ASEAN-Australia, pertemuan Menlu KTT Asia-Timur, dan Dialog Pasifik Baratdaya itu merupakan kesempatan pertamanya selaku Menlu.

Ia yakin kunjungannya di Singapura itu memberinya "kesempatan berharga" untuk meningkatkan keterlibatan Australia di kawasan dan mewujudkan kepentingan-kepentingan kunci bersama negara-negara mitra.

Keterlibatan secara komprehensif di kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu dari tiga pilar kebijakan luar negeri Australia dalam pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd.

Dalam konferensi tingkat menteri ASEAN-Australia yang menjadi rangkaian kegiatannya di Singapura itu, Menlu Smith mengatakan, ia akan membahas masalah kerja sama mendatang kedua pihak di bidang politik, keamanan, ekonomi dan budaya.

Kedua pihak juga berupaya memajukan proses negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia dan Selandia Baru, serta mewujudkan kemitraan komprehensif ASEAN-Australia, katanya.

Menlu Smith mengatakan, pihaknya juga memandang pertemuan tingkat menteri KTT Asia Timur sangat tepat waktu untuk merespons tantangan global seperti krisis energi dan pangan, stabilitas keuangan dan integrasi ekonomi yang ikut mempengaruhi negara-negara di kawasan Asia Timur.

Khusus Dialog Pasifik Baratdaya yang diikuti para Menlu Indonesia, Australia, Timor Leste, Selandia Baru, Papua New Guinea, dan Filipina, Menlu Smith mengatakan, isu-isu yang menyangkut kepentingan bersama seluruh negara peserta dialog akan dibahas.

Beberapa isu yang menjadi kepentingan bersama itu adalah perubahan iklim, kontra-terorisme, keamanan maritim, dan respons bersama pada ancaman virus HIV/AIDS dan Flu Burung, katanya.

Kehadiran Menlu Smith di Singapura itu bertepatan dengan penangkapan Koresponden Australian Broadcasting Corporation (ABC) untuk Biro Asia Selatan, Peter Llyod, berkaitan dengan kasus narkoba.

Terhadap masalah Llyod ini, Menlu Smith berjanji memberi perhatian.

Koresponden ABC di New Delhi, India, ini ditangkap aparat Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura bersama barang bukti 0,8 gram narkoba jenis "ice". Jika terbukti bersalah di pengadilan, Llyod terancam hukuman lima hingga 20 tahun penjara dan lima hingga 15 kali hukuman cambuk.

*) My news for ANTARA on July 21, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity