Sedikitnya 121 kapal pesiar dari 15 negara dipastikan mengikuti "Sail Indonesia" (SI/Pelayaran Indonesia) 2008 yang terbagi ke dalam jalur timur dan barat. Sebanyak 116 unit di antaranya akan mengikuti jalur barat dan bertolak dari Darwin menuju perairan Indonesia pada 26 Juli mendatang.Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Senin, menyebutkan, sekitar seratus kapal kini sudah tiba di Darwin untuk bersiap mengikuti pelayaran selama sekitar tiga bulan itu.
Kapal-kapal yang mengikuti SI jalur timur sudah berangkat 5 Juli lalu ke Saumlaki, kota kecil yang terletak di Pulau Yamdena (bagian dari Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Maluku) untuk kemudian bergabung dengan para peserta SI jalur barat di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sesuai dengan informasi panitia "Sail Indonesia" 2008, kapal-kapal peserta SI jalur timur ini juga mengunjungi Tual, Banda, Saparua, Ambon, Ternate, Manado, Mamuju, dan Pare-Pare.
Dari Makassar, ratusan kapal peserta SI jalur timur dan barat bertemu untuk kemudian berlayar menuju Kumai, Belitung, dan Batam (Indonesia) sebelum memasuki perairan Singapura dan berakhir di Langkawi, Malaysia.
Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tahunan ini karena turut mendukung upaya promosi pariwisata bahari dan budaya Indonesia di berbagai daerah yang dilalui.
Dari ratusan kapal pesiar yang sudah terdaftar di panitia hingga 17 Juli lalu, sebanyak 48 unit di antaranya berasal dari Australia, sedangkan sisanya berasal dari Jerman, Belanda, Inggris, Norwegia, Amerika Serikat, Perancis, Swiss, Kanada, Selandia Baru, Kanada, Afrika Selatan, Turki, Jepang, Swedia, dan Austria.
Kegiatan bahari internasional yang diselenggarakan Yayasan Cinta Bahari Indonesia (YCBI) bekerja sama dengan Raffles Marina Singapura ini mendapat dukungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.
SI tidak dapat dilepaskan dari sejumlah kegiatan lomba dan reli kapal pesiar, seperti "Darwin-Bali Yacht Race" dan "Darwin-Kupang Rally", sejak 2001.

No comments:
Post a Comment