Pakar Teologi Universitas Charles Sturt, Prof.James Haire, memandang penolakan masyarakat Camden, baratdaya Sydney, atas rencana pendirian sebuah sekolah Islam di daerah mereka sebagai aib bagi umat Kristiani Australia.Komentar Prof.James Haire tentang kasus Camden itu mengemuka dalam pertemuannya dengan tiga peserta Program Pertukaran Pemimpin Muda Muslim Australia-Indonesia (AIME) Gelombang III dalam rangkaian kegiatan AIME di Canberra dari 31 Mei hingga 4 Juni, kata Mohamad Rapik, dosen agama Islam Universitas Jambi.
"Bagi Pak James Haire, kasus Camden ini memalukan umat Kristiani (Australia). Dia melihat kenyataan ini sebagai hal kurang menyenangkan yang dilakukan umat Kristiniani," kata peserta AIME Gelombang III asal Jambi ini kepada ANTARA dalam sebuah wawancara per telepon 3 Juni lalu.
Terlepas dari kasus Camden yang mendapat liputan luas media Australia ini, kebebasan beragama tetap dirasakan umat Islam Australia, termasuk kebebasan berjilbab bagi perempuan Muslim, katanya.
Di ranah publik Australia, kasus penolakan mayoritas warga Camden atas rencana "Masyarakat Qur'ani" (Qur'anic Society) mendirikan sekolah Islam di sebuah lahan di pinggiran kota kecil itu mendapat sorotan luas media di negara itu.
Dewan Kota Camden sendiri mendukung penolakan mayoritas warganya. Keputusan Dewan kota yang dikeluarkan pada 27 Mei lalu itu mendasarkan argumentasi penolakannya pada isu-isu non-agama seperti dampak kehadiran sekolah dengan 1.200 orang murid itu terhadap arus lalu lintas dan lahan pertanian di sana.
Apapun alasan penolakan Dewan Kota Camden tidak dapat menutup persepsi masyarakat Camden yang mendasarkan penolakan mereka pada kehadiran sekolah Islam tersebut pada ketidaksukaan mereka kepada orang-orang Islam di Australia.
"Kami tidak mau ada orang-orang Islam di Camden. Kami bukan hanya tidak ingin mereka ada di sini (Camden) tapi kami pun tidak ingin mereka ada di Australia," demikian pandangan sekelompok warga Camden yang dikutip ABC dalam acara Lateline-nya edisi 27 Mei 2008 lalu.
Penolakan masyarakat Camden terhadap kehadiran sekolah Islam di daerahnya menuai protes kalangan Muslim.
Presiden Dewan Islam Negara Bagian New South Wales, Ali Roude, seperti dikutip Suratkabar "The Daily Telegraph" edisi 28 Mei 2008 mengatakan, penolakan pada proposal pembangunan sekolah Islam itu akan merusak citra Australia.
Bagi Direktur Forum Hubungan Islam Australia (FAIR), Kukranda Seyit, keputusan Dewan Kota Camden menolak proposal pembangunan sekolah Islam tersebut adalah "kemenangan atas rasisme" di Australia.
Muslim Australia merupakan salah satu kelompok minoritas. Jumlah mereka diperkirakan 1,5 persen dari total penduduk Australia yang kini mencapai lebih dari 21 juta jiwa.
*) My news for ANTARA on June 8, 2008

No comments:
Post a Comment