Sunday, June 8, 2008

PENOLAKAN SEKOLAH ISLAM DI CAMDEN AIB BAGI UMAT KRISTEN AUSTRALIA

Pakar Teologi Universitas Charles Sturt, Prof.James Haire, memandang penolakan masyarakat Camden, baratdaya Sydney, atas rencana pendirian sebuah sekolah Islam di daerah mereka sebagai aib bagi umat Kristiani Australia.

Komentar Prof.James Haire tentang kasus Camden itu mengemuka dalam pertemuannya dengan tiga peserta Program Pertukaran Pemimpin Muda Muslim Australia-Indonesia (AIME) Gelombang III dalam rangkaian kegiatan AIME di Canberra dari 31 Mei hingga 4 Juni, kata Mohamad Rapik, dosen agama Islam Universitas Jambi.

"Bagi Pak James Haire, kasus Camden ini memalukan umat Kristiani (Australia). Dia melihat kenyataan ini sebagai hal kurang menyenangkan yang dilakukan umat Kristiniani," kata peserta AIME Gelombang III asal Jambi ini kepada ANTARA dalam sebuah wawancara per telepon 3 Juni lalu.

Terlepas dari kasus Camden yang mendapat liputan luas media Australia ini, kebebasan beragama tetap dirasakan umat Islam Australia, termasuk kebebasan berjilbab bagi perempuan Muslim, katanya.

Di ranah publik Australia, kasus penolakan mayoritas warga Camden atas rencana "Masyarakat Qur'ani" (Qur'anic Society) mendirikan sekolah Islam di sebuah lahan di pinggiran kota kecil itu mendapat sorotan luas media di negara itu.

Dewan Kota Camden sendiri mendukung penolakan mayoritas warganya. Keputusan Dewan kota yang dikeluarkan pada 27 Mei lalu itu mendasarkan argumentasi penolakannya pada isu-isu non-agama seperti dampak kehadiran sekolah dengan 1.200 orang murid itu terhadap arus lalu lintas dan lahan pertanian di sana.

Apapun alasan penolakan Dewan Kota Camden tidak dapat menutup persepsi masyarakat Camden yang mendasarkan penolakan mereka pada kehadiran sekolah Islam tersebut pada ketidaksukaan mereka kepada orang-orang Islam di Australia.

"Kami tidak mau ada orang-orang Islam di Camden. Kami bukan hanya tidak ingin mereka ada di sini (Camden) tapi kami pun tidak ingin mereka ada di Australia," demikian pandangan sekelompok warga Camden yang dikutip ABC dalam acara Lateline-nya edisi 27 Mei 2008 lalu.

Penolakan masyarakat Camden terhadap kehadiran sekolah Islam di daerahnya menuai protes kalangan Muslim.

Presiden Dewan Islam Negara Bagian New South Wales, Ali Roude, seperti dikutip Suratkabar "The Daily Telegraph" edisi 28 Mei 2008 mengatakan, penolakan pada proposal pembangunan sekolah Islam itu akan merusak citra Australia.

Bagi Direktur Forum Hubungan Islam Australia (FAIR), Kukranda Seyit, keputusan Dewan Kota Camden menolak proposal pembangunan sekolah Islam tersebut adalah "kemenangan atas rasisme" di Australia.

Muslim Australia merupakan salah satu kelompok minoritas. Jumlah mereka diperkirakan 1,5 persen dari total penduduk Australia yang kini mencapai lebih dari 21 juta jiwa.

*) My news for ANTARA on June 8, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity