Friday, June 6, 2008

PELATIHAN SHALAT KHUSYU' BANTU PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA INDONESIA

Cendekiawan Muslim, Abu Sangkan, mengatakan, ia menargetkan seluruh wilayah di Indonesia sudah memiliki cabang dan halaqah (perkumpulan) pelatihan shalat khusyu' pada tahun 2017 karena memasyarakatnya shalat khusyu' di kalangan Muslim akan membantu pembangunan karakter bangsa.

Sejak diperkenalkan tahun 2004, sambutan kaum Muslimin pada pelatihan shalat khusyu' yang dilakukannya sangat besar dan beragam aliran dalam komunitas Muslim Indonesia dapat menerimanya, katanya kepada ANTARA seusai memberikan pelatihan kepada 79 warga Muslim Indonesia di Brisbane, Jumat malam.

Penulis buku populer "Pelatihan Shalat Khusyu' - Shalat Sebagai Meditasi Tertinggi dalam Islam" itu mengatakan, shalat khusyu' merupakan sesuatu yang mungkin dilakukan setiap Muslim.

Bagi mereka ini, shalat benar-benar menjadikan mereka orang-orang yang ikhlas, yang menemukan Tuhannya dan meyakini bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Dalam pelatihan dua hari yang diorganisir Perhimpunan Masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane (IISB) sejak Kamis malam itu, Abu Sangkan menjelaskan secara panjang lebar aspek kejiwaan manusia dari pendekatan teori psikologi dan Qur'ani untuk memudahkan peserta memahami kedudukan shalat khusyu'.

Puluhan peserta dari lintas usia dan profesi itu juga dilibatkan secara langsung dalam praktik shalat khusyu' .

Abu Sangkan mengatakan, sejak 2004, pelatihan shalat khusyu' sudah menjangkau berbagai lapisan umat Islam di Tanah Air, seperti anggota TNI, karyawan dan eksekutif perbankan, kalangan civitas akademika, serta jamaah kelompok pengajian di Tanah Air.

Kalangan Muslim Indonesia di luar negeri juga sudah merasakan program pelatihan shalat khusyu' ini. Bahkan Abu Sangkan mengatakan, pihaknya telah pula memiliki cabang-cabang pelatihan shalat khusyu' sebagai hasil dari program pelatihan bagi para pelatih di New York, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Hong Kong.

Cabang luar negeri melalui program pelatihan bagi para pelatih juga akan didirikan di Australia, katanya.

Selain memberikan pelatihan di Brisbane dan Gold Coast, negara bagian Queensland, Abu Sangkan juga akan memberikan pelatihan yang sama kepada warga Muslim Indonesia di Melbourne, negara bagian Victoria.

*) My news for ANTARA on June 6, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity