Indonesia, Australia, dan Timor Leste berpeluang besar membangun kerja sama dalam mengembangkan potensi di wilayah tiga negara yang saling bertetangga itu dengan menjadikan Timor Leste sebagai "titik pusat", kata mantan juru bicara kepresidenan RI di era Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar."Timor Leste sebagai titik pusat bermakna bahwa Timor Leste sebagai pusat perhatian dan geografis. Bidang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama ketiga negara adalah pendidikan dan budaya," kata Wimar kepada ANTARA yang menghubunginya seusai ia tampil sebagai pembicara di Forum "North Australia" di Darwin, Selasa.
Kawasan timur Indonesia dan kawasan utara Australia merupakan wilayah di dua negara yang relatif tertinggal dan "kurang" diperhatikan pemerintah pusat namun keduanya justru tidak memiliki beban sejarah sehingga sangat terbuka peluang untuk membangun kerja sama tiga negara bersama Timor Leste, katanya.
Dalam konteks ini, Indonesia adalah negara yang justru mempunyai "hutang sejarah" kepada Timor Leste karena, sejak resmi merdeka pada 20 Mei 2002, negara yang pernah menjadi wilayah Negara Kesatuan RI ini menerima Indonesia dengan baik, katanya.
Potensi kerja sama di bidang pendidikan dan budaya itu merupakan sesuatu yang paling mungkin karena, seperti dikatakan Presiden Ramos Horta, ada seribu orang pelajar Timor Leste yang belajar di Kuba sedangkan jumlah mereka yang belajar di Australia hanya beberapa puluh orang saja, katanya.
Selain itu, para mahasiswa Timor Leste pun sudah lama ada di Indonesia, kata Wimar.
Khusus antara Indonesia dan Australia, pemerintah kedua negara perlu lebih mengintensifkan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya antara wilayah timur Indonesia dan Northern Territory karena potensi kerja sama itu tidak hanya besar di tingkat perguruan tinggi tetapi juga sekolah menengah, katanya.
Kerja sama pendidikan ini tidak harus selalu bersifat "simetris" melainkan "komplementer" (saling mengisi). Dalam konteks ini, kalau jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Australia lebih besar, Australia bisa mengimbanginya dengan mengirim warganya untuk melakukan riset atau menjadi staf pengajar di Indonesia.
"Jadi hubungannya jangan simetris tetapi saling mengisi," katanya.
Di Forum "North Australia" yang diselenggarakan Australian Broadcasting Corporation (ABC) itu, Wimar Witoelar tampil sebagai salah seorang penalis bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dan Direktur Penyiaran Nasional Papua New Guinea, Joseph Ealedona.
Mereka mengupas perihal hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dan bagaimana mewujudkan impian bersama untuk maju di tengah peluang dan tantangan yang ada.
Forum yang membahas enam tema utama yang mempengaruhi kemajuan negara bagian Northern Territory, seperti masalah air, masyarakat pribumi, sumberdaya pertambangan, perubahan kependudukan, perdagangan dan hubungan NT dengan negara-negara Asia itu juga diikuti para tokoh asal Australia.
Negara bagian NT merupakan wilayah Australia yang secara geografis paling dekat dengan kawasan timur Indonesia, Timor Leste dan PNG.
Secara kesejarahan, penduduk Aborigin bahkan sudah memiliki hubungan sosial dan kultural dengan para pelaut Makassar jauh sebelum para petualang Inggris, seperti James Cook, datang.
*) My news for ANTARA on June 24, 2008

1 comment:
nice blog
I wish good luck to you
Come to my blog
Post a Comment