Setelah hampir setahun mengajar bahasa Indonesia dan belajar bahasa Inggris di empat sekolah di negara bagian Northern Territory (NT), Australia, empat orang guru bahasa Indonesia asal Ambon, Kupang, Bali, dan Sumba akan menginggalkan Darwin, Jumat (13/6).Ke-empat orang guru yang menyelesaikan misi Program Pertukaran Guru NT-Indonesia itu adalah Chresseny Henriette Patty (Maluku), Ni Nengah Sumaratih (Bali), Ully Agusaterny (Kupang), dan Firman (Sumba), kata Sekretaris II Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, kepada ANTARA, Kamis.
"Ibu Chresseny merampungkan tugasnya di Dripstone Middle School , Palmerstone, Ibu Ni Nengah Sumaratih di Alice Springs Language Centre, Ibu Ully Agusaterny di Darwin High School, dan Pak Firman di Nuhlunbuy Primary School, Nuhlunbuy. Mereka akan kembali ke kampung halamannya masing-masing hari Jumat (13/6)," katanya.
Didampingi Phil Plumberg, manajer program pelajar internasional Departemen Tenaga Kerja, Pendidikan dan Pelatihan NT, mereka mengunjungi Konsulat RI Darwin untuk melaporkan selesainya program mereka, katanya.
"Selanjutnya, diadakan acara perpisahan yang dihadiri Phil Plumberg dan stafnya, Pak Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, serta beberapa orang staf konsulat. Keempat orang guru kita ini menyampaikan terima kasih kepada departemen pendidikan NT," katanya.
Program pertukaran guru antara NT dan Indonesia ini sudah berlangsung lama untuk memperkuat hubungan antar-masyarakat dan membantu pemasyarakatan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di negara bagian paling utara benua Australia itu, katanya menambahkan.

1 comment:
And also we ensure that when we enter in this specific blog site we see to it that the topic was cool to discuss and not a boring one.
Post a Comment