Thursday, June 12, 2008

EMPAT GURU RAMPUNGKAN MISI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI NT-AUSTRALIA

Setelah hampir setahun mengajar bahasa Indonesia dan belajar bahasa Inggris di empat sekolah di negara bagian Northern Territory (NT), Australia, empat orang guru bahasa Indonesia asal Ambon, Kupang, Bali, dan Sumba akan menginggalkan Darwin, Jumat (13/6).

Ke-empat orang guru yang menyelesaikan misi Program Pertukaran Guru NT-Indonesia itu adalah Chresseny Henriette Patty (Maluku), Ni Nengah Sumaratih (Bali), Ully Agusaterny (Kupang), dan Firman (Sumba), kata Sekretaris II Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, kepada ANTARA, Kamis.

"Ibu Chresseny merampungkan tugasnya di Dripstone Middle School , Palmerstone, Ibu Ni Nengah Sumaratih di Alice Springs Language Centre, Ibu Ully Agusaterny di Darwin High School, dan Pak Firman di Nuhlunbuy Primary School, Nuhlunbuy. Mereka akan kembali ke kampung halamannya masing-masing hari Jumat (13/6)," katanya.

Didampingi Phil Plumberg, manajer program pelajar internasional Departemen Tenaga Kerja, Pendidikan dan Pelatihan NT, mereka mengunjungi Konsulat RI Darwin untuk melaporkan selesainya program mereka, katanya.

"Selanjutnya, diadakan acara perpisahan yang dihadiri Phil Plumberg dan stafnya, Pak Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, serta beberapa orang staf konsulat. Keempat orang guru kita ini menyampaikan terima kasih kepada departemen pendidikan NT," katanya.

Program pertukaran guru antara NT dan Indonesia ini sudah berlangsung lama untuk memperkuat hubungan antar-masyarakat dan membantu pemasyarakatan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di negara bagian paling utara benua Australia itu, katanya menambahkan.

*) My news for ANTARA on June 12, 2008

1 comment:

Anonymous said...

And also we ensure that when we enter in this specific blog site we see to it that the topic was cool to discuss and not a boring one.

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity