Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Abdullah Hafidza Farhan (7) itu berlangsung meriah dan penuh suka cita dari seratusan orang pengunjung yang memadati ruang dalam dan luar gedung pertunjukan yang terletak di Jalan Horan No.26, West End itu.
Di antara para pengunjung, tampak beberapa warga Australia, Tionghoa Malaysia, Singapura, dan India Muslim. Mereka berbaur dengan para mahasiswa dan keluarga Muslim Indonesia untuk menyaksikan pertunjukan seni tari, paduan suara, baca puisi, dan konser musik pop Indonesia dan Barat.
Acara pentas seni itu melibatkan anak-anak, mahasiswa, dan beberapa orang residen tetap Indonesia yang berdomisili di kota Brisbane dan sekitarnya, termasuk Sesepuh Masyarakat Indonesia di Queensland, Iman Partorejdo dan istri.
Iman Partoredjo tampil dengan biola dan kecapi tuanya untuk memeriahkan acara sekaligus menarik hati para pengunjung untuk ikut menyumbang bagi program sosial IISB bagi anak-anak dari keluarga miskin di Tanah Air.
Dipandu sepasang pembawa acara berusia muda yang fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, Iman "melelang" beberapa lagu instrumentalia kepada hadirin. Aksi mantan pengajar bahasa Indonesia di Queensland itu berhasil mengumpulkan sedikitnya 265 dolar Australia.
Sebelumnya, beberapa orang anak dari keluarga-keluarga Indonesia di Brisbane menyuguhkan tari dan lagu, serta pembacaan puisi berjudul "Mencari Sebuah Masjid" karya Taufik Ismail, sedangkan belasan anggota tim kesenian mahasiswa Indonesia unjuk kebolehan dalam bermain angklung, tari Saman, dan konser musik.
Tepuk tangan riuh para pengunjung membahana saat tim angklung mahasiswa membawakan lagu Bimbo berjudul "Tuhan". Kemeriahan juga terasa saat sekelompok penari putri membawakan tari Saman dan tari Piring.
Saat empat musisi muda IISB tampil, mereka pun mendapat sambutan meriah dari penonton, terutama ketika lagu "Lasykar Cinta"-nya Dewa 19 dan lagu pengiring film "Ayat-Ayat Cinta" dilantunkan.
Presiden IISB, Dedi Muhammad Siddiq, mengatakan, acara pentas seni ini dimaksudkan untuk menghimpun dana amal untuk membantu para anak yatim dan anak-anak putus sekolah di Tanah Air.
Ia mengatakan, pihaknya masih membuka kesempatan bagi masyarakat Muslim Indonesia yang ingin menyalurkan sebagian rejekinya untuk membantu anak-anak kurang mampu di Tanah Air melalui Rekening ANZ a.n. IISB - SOCIAL BSB 014 281 Account No 5659 09529.
"Jangan lupa mengisi kode 'fundrising' pada field 'Message/Reference'-nya," kata mahasiswa program pascasarjana Universitas Queensland (UQ) ini.
Sejauh ini, IISB sudah memiliki 16 orang anak asuh yang tersebar di Yogyakarta, Malang, dan Manado.

No comments:
Post a Comment