Sunday, May 11, 2008

RIFAT SUNGKAR EMPAT TERBAIK DI RELI CANBERRA

Pereli handal Indonesia, Rifat Sungkar, yang berpasangan dengan navigator asal Australia, Bill Hayes, hanya mampu berada di urutan ke-empat dalam Kejuaraan Reli Asia Pasifik putaran Canberra yang berakhir Minggu.

Kegagalan Rifat menyodok di urutan ketiga setelah "turbo-charger" mobil Subaru Impreza WRX STi yang dikendarainya mengalami masalah di tiga etape (SS) sebelum mendapat izin masuk "service".

"Kita sebenarnya sudah mau 'fight' (bertempur) untuk masuk urutan tiga terbaik tapi 'turbocharger' mobil saya nggak jalan di tiga SS sekaligus. Untuk bisa mobil masuk 'service', saya harus melewati tiga SS sekaligus," kata Rifat Sungkar, Minggu malam.

Dengan kerusakan "turbo-charger" itu, tenaga mobil hanya bisa dipacu sekitar 40 persen, katanya.

Saat dihubungi ANTARA via telepon dari Brisbane, Rifat sedang menghadiri jamuan makan malam di rumah kediaman Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb di Canberra.

Kejuaraan reli yang diikuti 18 pasangan pereli itu dimenangkan pereli Australia, Cody Crocker yang berpasangan dengan Ben Atkinson. Sang juara berasal dari tim "Motor Image" dimana Rifat juga bernaung.

Dalam kejuaraan reli putaran Canberra yang menempuh jarak 556 kilometer itu, urutan kedua juga diraih pasangan pereli tuan rumah, Dean Herridge-Chris Murphy, sedangkan posisi ketiga ditempati pasangan pereli Jepang, Hiroshi Yanagisawa-Yoshimasa Nakahara.

Baik Rifat maupun ketiga pemenang memakai jenis mobil yang sama, yakni Subaru Impreza WRX STi.

Posisi empat yang diperoleh Rifat Sungkar di putaran Canberra masih lebih baik dari para pereli asal Inggris, Rusia, Perancis, dan Selandia Baru.

Posisi kelima ditempati pereli Kaledonia Baru, Jean-Louis Leyraud (mobil Subaru),disusul Atushi Masumura (Jepang, Mitsubishi) dan Brian Green (Selandia Baru, Mitsubishi).

Terlepas dari hasil yang diperolehnya, Rifat mengatakan, ia sangat tersentuh dengan dukungan moril masyarakat Indonesia dan KBRI di Canberra.

"Sejak saya datang, dukungan moril KBRI Canberra maupun warga masyarakat kita begitu besar," katanya.

Setelah mengikuti putaran Canberra, Rifat mengatakan, empat minggu lagi, ia akan bertarung kembali di putaran Selandia Baru.

"Saya akan berangkat ke Selandia Baru dari Jakarta dua minggu lagi. Di sana, kita punya proyek baru untuk menguji mobil baru untuk dua atau tiga seri ke depan. Mobil baru itu akan dites di Selandia Baru," katanya.

Di Kejuaraan Reli Asia Pasifik putaran Selandia Baru, ia mengatakan, prestasinya cukup baik karena dalam dua tahun terakhir ia meraih urutan kedua dan ketiga terbaik.

Kejuaraan Reli Asia Pasifik 2008 yang bermula di Kaledonia Baru April lalu memiliki tujuh putaran. Setelah Kaledonia Baru, Canberra (Australia), dan Selandia Baru, putaran selanjutnya adalah Jepang (Juli), Indonesia (Makassar, Agustus), Malaysia (September), dan China (November).

Semua putaran relatif sulit namun, menurut Rifat, yang paling sulit adalah putaran Indonesia yang berlangsung di daerah Makassar karena lintasannya paling berdebu dan panas. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pereli tapi juga mobil, katanya.

*) My news for ANTARA on May 11, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity