Friday, May 2, 2008

MAHASISWA INDONESIA DI AUSTRALIA DIMINTA DUKUNG "DIPLOMASI TOTAL"

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb meminta mahasiswa Indonesia untuk tidak hanya belajar dengan baik tetapi juga ikut berperan dalam "diplomasi total" guna memperkuat hubungan Indonesia-Australia.

"Selama di Australia, Anda semua tidak hanya mahasiswa tetapi juga para 'diplomat' Indonesia di komunitas Anda sendiri. Anda mewakili Indonesia dan Anda harus nyambung dengan kehidupan normal keseharian Australia di sekitar Anda," kata Dubes Thayeb.

Kondisi demikian dipahami sebagai apa yang digambarkan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda sebagai "diplomasi total", katanya di depan para peserta Konferensi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) di Melbourne, Jumat.

Dalam konferensi untuk menyambut peringatan "100 Tahun Kebangkitan Nasional" dan "10 Tahun Reformasi" itu, Dubes Thayeb menggarisbawahi pentingnya semua pihak, termasuk kalangan mahasiswa, ikut memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Australia.

Konferensi yang berlangsung hingga Sabtu ini juga memberikan kontribusi pada upaya penguatan hubungan tersebut melalui kontak di tingkat masyarakat, katanya.

Para mahasiswa Indonesia berkesempatan berinteraksi secara luas dengan warga masyarakat Australia dan memahami fikiran dan hati mereka sehingga mereka berpeluang besar untuk tumbuh menjadi "Australianis" sekembalinya ke Indonesia, katanya.

"Itulah sebabnya kita harus terus memperluas kontak-kontak (di tingkat masyarakat) kedua negara ini," katanya.

Dubes Thayeb lebih lanjut mengatakan, perdebatan dan usul yang muncul dalam konferensi yang berlangsung di kampus Universitas Victoria ini diharapkan memunculkan solusi atas berbagai persoalan bangsa, termasuk bagaimana membuat Indonesia yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.

"Apa yang menyatukan kita di konferensi ini adalah sikap optimis bahwa Indonesia bisa melakukan lebih baik karena kita sedang menuju arah yang benar. Namun kita tetap memerlukan pemikiran dan ide baru serta bekerja keras untuk mencapai cita-cita (sebagai bangsa)," katanya.

Konferensi PPIA yang turut dihadiri Wakil Rektor Universitas Victoria Prof. Linda Rosenman dan Konjen RI di Melbourne, Budiarman Bahar, itu menghadirkan sejumlah pembicara.

Mereka adalah Bupati Sragen Untung Wiyono, Indonesianis Universitas Victoria, Prof. Richard Chauvel, Prof.Arief Budiman (Universitas Melbourne), Chusnul Mar'iyah, PhD (Universitas Indonesia), Elfansuri Chairah, SIP (Universitas Murdoch), Luky Djani (Universitas Murdoch), dan Nani Pollard (Universitas Melbourne).

Konferensi yang mengusung "the voice of Indonesian future leaders' (suara para pemimpin masa depan Indonesia) itu berlangsung hingga Sabtu dan diisi dengan pemutaran film serta pameran foto dan karya seni.

Kebangkitan nasional yang resmi diperingati pada 20 Mei setiap tahun itu merujuk pada peristiwa sejarah tahun 1908, sedangkan 10 tahun reformasi berhubungan dengan berakhirnya era pemerintahan Orde Baru yang ditandai dengan pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

*) My news for ANTARA on May 2, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity