Wednesday, April 16, 2008

TIGA FILM INDONESIA MERIAHKAN TAHUN BAHASA PBB DI UQ AUSTRALIA

Film Indonesia "Ada Apa dengan Cinta", "Janji Joni" dan "Pasir Berbisik" termasuk di antara 24 film dari delapan negara yang ditayangkan Sekolah Studi Bahasa dan Budaya Komparatif (SLCC) Universitas Queensland (UQ) Australia untuk khalayak umum dari 14 April hingga 19 Mei 2008.

Koordinator Program Bahasa Indonesia SLCC UQ, Asosiat Prof.Helen Creese kepada ANTARA di Brisbane, Rabu, mengatakan, penayangan 24 film karya para sineas Indonesia, Perancis, Korea, Spanyol, Jerman, Rusia, Jepang, dan China itu dimaksudkan untuk memeriahkan Tahun Internasional Bahasa-Bahasa (IYL) PBB.

Semua film yang ditayangkan setiap hari mulai Pukul 13.00 waktu Brisbane di Ruang 3, Perpustakaan SS&H UQ itu dilengkapi dengan teks bahasa Inggris untuk membantu para mahasiswa dan siapa saja yang menonton mencerna isi cerita dalam film-film itu, katanya.

Bahasa-bahasa yang digunakan dalam 24 film itu mencerminkan jumlah program studi kebahasaan yang ada di SLCC, kata Indonesianis yang menjadi editor buku "Seabad Puputan Badung: Perspektif Belanda dan Bali" bersama Darma Putra dan Henk Schulte Nordholt (2006) itu.

Selain tiga film Indonesia itu, di antara film-film asing lain yang ditayangkan adalah "8 Femmes" (Delapan Wanita - Perancis), "Volver" (Kembali - Spanyol), "Die Bitteren Tranen der Petra von Kant" (Air Mata Kepedihan Petra von Kant - Jerman), "Su Zhou he" (Sungai Su Zhou - China), dan "Vozvrashcheniye" (Kembali - Rusia).

Seterusnya "Bin Jip" (Tiga Baja - Korea), "He ni zai yi qi" (Bersama - China), "Lola rennt" (Lari Lola Lari - Jerman), "Kah -chan (Mama Besar - Jepang), dan "El septimo dia" (Hari Ketujuh - Spanyol), katanya.

Film "Ada Apa dengan Cinta" yang menghadirkan pemeran utama Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra itu akan ditayangkan pada 22 April, sedangkan "Janji Joni" dan "Pasir Berbisik" masing-masing ditayangkan pada 6 Mei dan 16 Mei.

*) My news for ANTARA on April 16, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity