Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama penanggulangan praktik penangkapan ikan secara tidak sah di perairan kedua negara, kata seorang pejabat KBRI Canberra.Penguatan kerja sama itu ditandai dengan kunjungan Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso ke Canberra dari 31 Maret hingga 1 April lalu,kata Minister Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, kepada ANTARA Rabu.
Selama di Canberra, Aji Sularso bertemu para pejabat Bea Cukai Australia dan instansi terkait Australia lainnya guna membicarakan perihal penguatan kerja sama penanggulangan masalah pencurian ikan yang sudah menjadi isu regional, katanya.
Fokus kunjungan Dirjen P2SDKP bersama empat orang direktur Departemen Kelautan dan Perikanan itu tidak hanya berdimensi bilateral tetapi juga regional. Selama kunjungan itu, mereka didampingi staf KBRI Canberra, Yugama Muchtar, katanya.
Setelah dari Canberra, mereka bertolak ke Darwin, Northern Territory (NT), untuk misi yang sama, kata Samsu Rizal.
Terkait dengan kerja sama kedua negara menanggulangi praktik penangkapan ikan secara tidak sah di perairan masing-masing, DKP dan Bea Cukai Australia (ACS) pernah terlibat dalam patroli bersama di perairan Laut Arafura selama empat hari tahun lalu.
Kegiatan patroli bersama yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November 2007 itu melibatkan kapal beacukai Australia, "Arnhem Bay", dan dua kapal DKP, yakni "Macan 003" dan "Macan 004".
Kegiatan patroli bersama itu didukung sebuah pesawat pengintai pantai milik ACS yang memberikan data harian survelensi udara tentang kawasan itu.
Patroli bersama itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan kedua pihak awal 2007 untuk menuntaskan aturan-aturan komunikasi bersama.
Para penangkap ikan ilegal di zona tangkapan ikan (ZEE) Australia di perairan utaranya turun drastis antara Juli 2006 dan Juni 2007.
Persentase penurunannya, menurut data ACS, mencapai 58 persen dibandingkan periode sebelumnya, sedangkan jumlah kapal ikan asing yang berhasil ditangkap meningkat lebih dari 40 persen.

No comments:
Post a Comment