Wednesday, April 2, 2008

RI-AUSTRALIA PERKUAT KERJA SAMA PENANGANAN PENCURIAN IKAN

Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama penanggulangan praktik penangkapan ikan secara tidak sah di perairan kedua negara, kata seorang pejabat KBRI Canberra.

Penguatan kerja sama itu ditandai dengan kunjungan Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso ke Canberra dari 31 Maret hingga 1 April lalu,kata Minister Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, kepada ANTARA Rabu.

Selama di Canberra, Aji Sularso bertemu para pejabat Bea Cukai Australia dan instansi terkait Australia lainnya guna membicarakan perihal penguatan kerja sama penanggulangan masalah pencurian ikan yang sudah menjadi isu regional, katanya.

Fokus kunjungan Dirjen P2SDKP bersama empat orang direktur Departemen Kelautan dan Perikanan itu tidak hanya berdimensi bilateral tetapi juga regional. Selama kunjungan itu, mereka didampingi staf KBRI Canberra, Yugama Muchtar, katanya.

Setelah dari Canberra, mereka bertolak ke Darwin, Northern Territory (NT), untuk misi yang sama, kata Samsu Rizal.

Terkait dengan kerja sama kedua negara menanggulangi praktik penangkapan ikan secara tidak sah di perairan masing-masing, DKP dan Bea Cukai Australia (ACS) pernah terlibat dalam patroli bersama di perairan Laut Arafura selama empat hari tahun lalu.

Kegiatan patroli bersama yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November 2007 itu melibatkan kapal beacukai Australia, "Arnhem Bay", dan dua kapal DKP, yakni "Macan 003" dan "Macan 004".

Kegiatan patroli bersama itu didukung sebuah pesawat pengintai pantai milik ACS yang memberikan data harian survelensi udara tentang kawasan itu.

Patroli bersama itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan kedua pihak awal 2007 untuk menuntaskan aturan-aturan komunikasi bersama.

Para penangkap ikan ilegal di zona tangkapan ikan (ZEE) Australia di perairan utaranya turun drastis antara Juli 2006 dan Juni 2007.

Persentase penurunannya, menurut data ACS, mencapai 58 persen dibandingkan periode sebelumnya, sedangkan jumlah kapal ikan asing yang berhasil ditangkap meningkat lebih dari 40 persen.

*) My news for ANTARA on April 2, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity