Konsulat Jenderal RI di Sydney sudah mendata sebanyak 16.370 orang warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak memilih dalam Pemilu 2009 di tiga negara bagian di Australia.Sekretaris I/Konsul Bagian Kekonsuleran KJRI Sydney, Edy Wardoyo, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Kamis, mengatakan, jumlah itu masih sangat mungkin meningkat karena pihaknya masih memproses sedikitnya seribu orang WNI lain yang baru lapor diri.
Dibandingkan hasil pendataan WNI di negara bagian New South Wales, Queensland, dan Australia Selatan untuk kepentingan Pemilu 2004, hasil pendataan untuk Pemilu 2009 menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan, katanya.
Dalam pendataan calon pemilih untuk Pemilu 2004, jumlah WNI yang berhasil didata hanya 8.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.600 orang di antaranya menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2004, kata Edy Wardoyo.
"Artinya, yang ikut Pemilu 2004 kurang dari 50 persen dari jumlah WNI yang terdata. Nah untuk Pemilu 2009, saya optimis jumlah WNI yang memilih akan meningkat tajam," katanya.
Edy mengatakan, peningkatan tajam jumlah WNI yang berpotensi memiliki hak pilih dalam Pemilu 2009 itu tidak terlepas dari intensifnya pencatatan dan pendataan yang dilakukan di tiga negara bagian yang masuk wilayah administratif KJRI Sydney itu.
Dari 16.370 orang WNI yang sudah terdata, sebanyak 1.500-an orang di antaranya tinggal di Queensland, 650-an orang di Australia Selatan, dan sisanya berdomisili di New South Wales, katanya menambahkan.
Total jumlah WNI yang ada di tiga negara bagian itu mencapai 30 ribuan orang.
*) My news for ANTARA on April 3, 2008

No comments:
Post a Comment