Friday, April 4, 2008

POLISI AUSTRALIA "TAHAN" SEEKOR BUAYA SELAMA LIMA HARI

Seekor buaya air asin yang berhasil ditangkap para petugas satwa liar dari persembunyiannya di sekitar halaman sebuah sekolah di daerah Cape York, Queensland, Australia, sudah lima hari dalam "tahanan" polisi daerah setempat.

Polisi setempat terpaksa tetap "menahan" buaya (Crocodylus porosus) itu karena para petugas satwa liar kesulitan membawanya ke habitatnya lewat transportasi udara akibat ukurannya yang besar.

Namun laporan ABC, Jumat, tidak menjelaskan apakah polisi menahannya di dalam sel atau di tempat khusus. Yang pasti, selain buaya yang kini berada di bawah pengawasan polisi itu, para petugas satwa liar masih memburu seekor buaya lagi yang juga bersembunyi di sekitar halaman sekolah yang sama.

Para petugas taman nasional dan satwa liar setempat sudah menerima keluhan pihak sekolah di Injinoo, Cape York, negara bagian Queensland itu.

Menurut informasi literatur, ada dua jenis buaya yang lazim ditemui di Benua Australia, yakni buaya air tawar yang sering disebut "Buaya Johnstone" dan buaya air asin atau "Buaya Estuarine".

Habitat buaya-buaya tersebut tersebar di daerah tropis Benua Australia, seperti negara bagian Northern Territory dan Queensland.

Buaya air asin bisa tumbuh dengan ukuran sangat besar. Panjang buaya air asin betina bisa mencapai empat meter sedangkan yang jantan tujuh meter dengan berat bisa mencapai satu ton.

Seberapa panjang umur seekor buaya, tak seorang pun dapat mengetahuinya namun menurut catatan kebun binatang di Australia, umur buaya air asin dewasa bisa lebih dari 50 tahun.

Buaya menyerang manusia sudah bukan cerita baru di Australia.

Dalam pekan ini saja, berbagai media setempat memberitakan tentang kisah sukses seorang suami suku Aborigin di negara bagian NT dalam menyelamatkan istrinya dari gigitan buaya saat keduanya berada di Taman Nasional Litchfield, NT.

Norm Moreen, sang suami, melompat ke punggung buaya berukuran dua setengah meter dan menusuk kedua mata buaya itu untuk melepaskan istrinya, Wendy Pethrick, dari cengkraman gigitan reptilia itu.

*) My news for ANTARA on April 4, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity