Seekor buaya air asin yang berhasil ditangkap para petugas satwa liar dari persembunyiannya di sekitar halaman sebuah sekolah di daerah Cape York, Queensland, Australia, sudah lima hari dalam "tahanan" polisi daerah setempat.Polisi setempat terpaksa tetap "menahan" buaya (Crocodylus porosus) itu karena para petugas satwa liar kesulitan membawanya ke habitatnya lewat transportasi udara akibat ukurannya yang besar.
Namun laporan ABC, Jumat, tidak menjelaskan apakah polisi menahannya di dalam sel atau di tempat khusus. Yang pasti, selain buaya yang kini berada di bawah pengawasan polisi itu, para petugas satwa liar masih memburu seekor buaya lagi yang juga bersembunyi di sekitar halaman sekolah yang sama.
Para petugas taman nasional dan satwa liar setempat sudah menerima keluhan pihak sekolah di Injinoo, Cape York, negara bagian Queensland itu.
Menurut informasi literatur, ada dua jenis buaya yang lazim ditemui di Benua Australia, yakni buaya air tawar yang sering disebut "Buaya Johnstone" dan buaya air asin atau "Buaya Estuarine".
Habitat buaya-buaya tersebut tersebar di daerah tropis Benua Australia, seperti negara bagian Northern Territory dan Queensland.
Buaya air asin bisa tumbuh dengan ukuran sangat besar. Panjang buaya air asin betina bisa mencapai empat meter sedangkan yang jantan tujuh meter dengan berat bisa mencapai satu ton.
Seberapa panjang umur seekor buaya, tak seorang pun dapat mengetahuinya namun menurut catatan kebun bina
tang di Australia, umur buaya air asin dewasa bisa lebih dari 50 tahun.
Buaya menyerang manusia sudah bukan cerita baru di Australia.
Dalam pekan ini saja, berbagai media setempat memberitakan tentang kisah sukses seorang suami suku Aborigin di negara bagian NT dalam menyelamatkan istrinya dari gigitan buaya saat keduanya berada di Taman Nasional Litchfield, NT.
Norm Moreen, sang suami, melompat ke punggung buaya berukuran dua setengah meter dan menusuk kedua mata buaya itu untuk melepaskan istrinya, Wendy Pethrick, dari cengkraman gigitan reptilia itu.
*) My news for ANTARA on April 4, 2008

No comments:
Post a Comment