Aksi "memberi hormat" Perdana Menteri Australia Kevin Rudd saat bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) George W.Bush di sela KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Bucharest, Romania, dikecam Pemimpin Oposisi Brendan Nelson.Stasiun Televisi "ABC" dan "Channel Seven", Jumat, menayangkan momen ketika PM Rudd memberi hormat kepada Bush sesaat sebelum mereka saling bersalaman dan berbincang-bincang sejenak.
PM Rudd sendiri menganggap aksinya itu tidak lebih dari sekadar kelakar namun Pemimpin Oposisi Brendan Nelson menilainya sebagai satu tindakan yang tak pantas dilakukan seorang pemimpin Australia.
Nelson mengatakan, PM Rudd sepatutnya menunjukkan sikapnya sebagai pemimpin sebuah negara yang kuat daripada latah "memberi hormat" kepada Presiden AS.
Namun, kendati mengakui perbuatannya itu, PM Rudd mengatakan bahwa tindakannya itu hanyalah sekadar berkelakar kepada seorang pemimpin yang baru saja ia temui beberapa hari lalu.
PM Rudd bertemu Presiden Bush di Gedung Putih sebagai rangkaian kegiatan kunjungannya selaku PM Austral
ia ke AS dari 27 Maret hingga 1 April lalu.
Sementara itu, kehadirannya di Bucharest dimaksudkan untuk ikut menghadiri KTT NATO yang berlangsung dari 2 hingga 4 pril 2008.
Kehadirannya di KTT NATO dan kunjungannya ke Markas Uni Eropa (EU) di Brussels dinilai media Australia sebagai tanda adanya perubahan besar dalam diplomasi Australia.
Selama era pemerintahan PM John Howard, hubungan Australia dan EU sering diwarnai ketegangan.
Melalui kunjungannya ke Brussels itu, PM Rudd berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan EU. Perubahan sikap ini menandakan perbedaan pemerintahan Partai Buruh dari pemerintahan sebelumnya (PM John Howard/Koalisi Partai Liberal-Nasional-red.).
Dalam KTT NATO di Bucharest itu, delegasi Australia, AS dan Inggris berupaya menekan negara-negara anggota NATO lainnya untuk menambah dukungan militer mereka bagi misi di Afghanistan dan memperjelas struktur komando di sana.
*) My news for ANTARA on April 4, 2008

No comments:
Post a Comment