Wednesday, April 16, 2008

PERBAIKAN KRI ARUNG SAMUDERA DI BRISBANE-AUSTRALIA SELESAI

Setelah mendapatkan perbaikan selama lebih dari lima bulan, kapal latih TNI "KRI Arung Samudera" yang mengalami kerusakan akibat dihantam cuaca buruk di perairan Teluk Wide Queensland, Australia, 23 Agustus 2007, akhirnya turun dok hari Rabu (16/4).

Sebuah alat derek (Crane) beroda enam dan berkapasitas sekitar 300 ton memindahkan kapal ke Sungai Brisbane. Namun kapal buatan Selandia Baru berbobot 120 ton itu masih akan mendapat penyempurnaan (finishing) dan tes berlayar sebelum kembali ke pangkalannya di Tanah Air, demikian ANTARA melaporkan dari Brisbane.

Acara turun dok itu juga ditandai dengan penyerahan sebuah lonceng oleh Perwira Angkatan Laut Australia (ARN), Letnan Tonny Masson, kepada Atase Laut KBRI Canberra Kolonel Laut Eden Gunawan yang selanjutnya menyerahkannya ke Komandan KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono.

Dalam acara turun dok yang berlangsung sekitar tiga jam itu, seorang wakil dari "Marine Application", anak perusahaan perbaikan kapal "Viking Industries Limited", juga menyerahkan kenang-kenangan kepada Eden, Eko, dan empat awak KRI Arung Samudera. Kenang-kenangan itu berupa topi bertuliskan "Arung Samudera".

Peristiwa turun doknya KRI Arung Samudera itu mendapat peliputan Stasiun Televisi "Saluran Tujuh" dan beberapa media lokal lain yang berbasis di Brisbane.

Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, perlengkapan-perlengkapan kapal yang sempat rusak dalam musibah Agustus tahun lalu itu diganti dengan yang baru.

Beberapa perangkat kapal yang diganti baru itu adalah "centre boat" berbobot 3,5 ton, enam layar, dua mesin, generator, serta baling-baling tiga daun dengan ukuran dan kapasitas yang lebih besar dari sebelumnya.

Namun kapal layar tiang tinggi itu masih akan mendapat penyempurnaan, seperti "replanting" (penambalan kembali) bagian-bagian kapal yang berkarat dan penyediaan rantai jangkar sepanjang 200 meter. Tahapan selanjutnya setelah turun dok adalah "harbour trial" (pengujian di pelabuhan) dan "sea trial" (pengujian berlayar di lautan).

Terkait dengan tahapan "sea trial", Nakhoda KRI Arung Samudera, Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, mengatakan, pihaknya berencana melakukannya di sekitar perairan Teluk Moreton dan akan menyertakan beberapa anggota masyarakat Indonesia yang ada di Brisbane.


Mulai diperbaiki 30 Oktober

Sementara itu, terkait dengan perbaikan kapal di dok milik "Viking Industries Limited" melalui anak perusahaannya bernama "Marine Application" ini, Kolonel Laut Eden Gunawan, sebelumnya mengatakan, kapal yang dilengkapi tiga tiang masing-masing setinggi 18 meter, sembilan layar dan dua mesin berkekuatan 260 PK ini masuk dok sejak 30 Oktober 2007.

Namun Eden enggan mengungkapkan besar biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kapal berawak 18 orang di fasilitas dok milik perusahaan yang beralamat di 1 Wyuna Court, Hemmant, Queensland 4174, itu.

Proses perbaikan kapal yang memerlukan waktu panjang itu memaksa kelima awaknya, yakni Mayor Laut (P) Eko Deni Hartono, Lettu Laut (P) Aster Budi Prasetyo, Lettu Laut (T) Yohannes, Letda Laut (P) Garmadi, dan KLK Mes Ja'far Said, tetap tinggal di Brisbane.

Menurut Eden, sebanyak 13 orang awak KRI Arung Samudera sudah kembali ke Tanah Air September 2007 lalu, sedangkan lima awak lainnya yang masih bertahan adalah komandan kapal, perwira layar, perwira navigasi, kepala kamar mesin dan seorang ahli mesin.

Kapal layar tiang tinggi TNI AL itu mengalami kerusakan setelah dihadang cuaca buruk yang ditandai dengan angin berkecepatan 80 hingga 100 kilometer per jam sebanyak dua kali pada 23 Agustus 2007 dinihari. Musibah itu merusak layar utama dan sebuah layar depan.

Selain itu, satu layar lainnya juga terlipat dan baja bagian bawah yang berfungsi sebagai penyeimbang atau "stabilizer" kapal bengkok.Musibah yang menimpa kapal latih TNI AL itu terjadi dalam pelayarannya dari Cairns ke Brisbane.

Pelayaran KRI Arung Samudera ke Australia itu sendiri dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Sydney pada 8-9 September 2007 bersama enam kapal layar tiang tinggi Australia.

Akibat musibah tersebut, KRI Arung Samudera tidak bisa ikut dalam parade kapal layar tiang tinggi di Sydney namun seluruh awaknya tetap ikut menyaksikan parade kapal-kapal layar tiang tinggi Australia yang menjadi bagian dari rangkaian acara APEC 2007.

Ke-enam kapal layar tiang tinggi Australia itu adalah "James Craig" (Australian Heritage Fleet), "One and All" (Australia Selatan), "Bounty" (New South Wales), "Replika HM Bark Endeavour" (ANMM), "Young Endeavour" (AL Australia), dan "Windward Bound" (Tasmania).

*) My news for ANTARA on April 16, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity