Monday, April 28, 2008

PERANCANG ADJIE NOTONEGORO KENALKAN BATIK DI SELANDIA BARU

Perancang busana kondang, Adjie Notonegoro, memperkenalkan Batik sebagai warisan budaya asli Indonesia kepada masyarakat Selandia Baru dalam sebuah acara fesyen yang menampilkan 24 koleksi kebaya dan gaun malam rancangannya di Hotel Hyatt Auckland, Selandia Baru, pekan lalu.

"Puncak acara promosi Batik yang berlangsung 24 April lalu itu dihadiri sekitar 300 orang, termasuk Menteri Pendidikan dan Menteri Urusan Etnik Chris Carter, beberapa anggota perlemen, komunitas perancang busana, dan kalangan pengusaha distributor tekstil," kata Kabid Penerangan KBRI Wellington, Sekretaris I Tri Purnajaya.

Di akhir pagelaran fesyen yang dibawakan 10 orang peragawati Indonesia, termasuk Catherine Wilson, itu, Adjie mendapat "standing ovation" (sambutan meriah) dari ratusan orang pengunjung, katanya.

Acara fesyen hasil kerja sama KBRI Wellington dengan sejumlah pihak di Selandia Baru, termasuk Perancang kenamaan, Kevin Berkahn, itu dilangsungkan di Auckland karena Auckland adalah kota terbesar dan pusat perdagangan di negara itu, katanya.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Amris Hassan dalam sambutannya mengatakan, selain mempromosikan Batik sebagai produk budaya Indonesia, acara fesyen ini juga diharapkan dapat meningkatkan persahabatan kedua negara melalui pemahaman budaya dan hubungan antar-masyarakat, kata Tri.

"Dubes Amris Hassan juga mengungkapkan acara 'fashion show' ini juga merupakan salah satu rangkaian persembahan KBRI untuk menyambut peringatan 50 tahun hubungan diplomatik RI-Selandia Baru," katanya.

Dalam sambutan balasannya, Menteri Pendidikan dan Menteri Urusan Etnik Selandia Baru, Chris Carter, mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru kini berada dalam kondisi terbaik dan penampilan karya-karya Batik Adjie Notonegoro diharapkan dapat menginspirasi para perancang Selandia Baru.

Acara yang dihadiri Dubes dan istri serta beragam kalangan masyarakat Indonesia dan Selandia Baru itu diliput secara luas oleh berbagai media cetak dan elektronika setempat. Di antara media yang meliput itu adalah TV1, TV3, dan The NZ Herald, katanya.

Hampir setahun lalu, tepatnya pada 4 Mei 2007, Adjie Notonegoro juga pernah menggelar acara yang sama di Canberra, Australia. Adjie juga mendapat sambutan meriah dari para pengunjung acara fesyen yang mengusung tema "Batik: Warisan Indonesia" itu.

*) My news for ANTARA on April 28, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity