Asosiasi pengusaha fesyen Selandia Baru membuka peluang kerja sama dengan mitra mereka dari Indonesia setelah bertemu Perancang busana kondang, Adjie Notonegoro, di Auckland pekan lalu, kata Kabid Penerangan KBRI Wellington, Sekretaris I Tri Purnajaya.Keinginan tersebut terungkap dalam pertemuan Adjie Notonegoro dengan 20 orang anggota Asosiasi Pengusaha Fesyen "New Market" Auckland pada 23 April atau sehari sebelum ia menggelar acara fesyen bertema batik di Hotel Hyatt Auckland, katanya dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA di Brisbane, Senin.
"Ketua Asosiasi Pengusaha Fashion New Market, Cameron Brewer mengharapkan kunjungan Adjie dapat memberikan peluang dan membuka kesempatan kerja sama antara industri fesyen Indonesia dan Selandia Baru," katanya.
Adjie Notonegoro menggelar acara fesyen bertema batik sebagai warisan budaya asli Indonesia dengan menampilkan 24 koleksi kebaya dan gaun malam rancangannya. Karya-karyanya itu dibawakan oleh 10 orang peragawati Indonesia, termasuk Catherine Wilson.
Puncak acara promosi Batik yang berlangsung 24 April lalu itu dihadiri sekitar 300 orang, termasuk Menteri Pendidikan dan Menteri Urusan Etnik Chris Carter, beberapa anggota perlemen, komunitas perancang busana, dan kalangan pengusaha distributor tekstil, katanya.
Kehadiran Adjie Notonegoro di Selandia Baru itu tidak terlepas dari upaya Departemen Luar Negeri RI memberikan kesempatan kepada publik luar negeri, termasuk masyarakat Selandia Baru, untuk mengetahui perkembangan karya-karya perancang kebaya dan gaun malam bermotif batik terbaik Indonesia, katanya.
"Konsep modern dan elegan yang dikembangkan Adjie dalam rancangannya itu menarik perhatian dan sesuatu yang diluar dugaan," katanya.
Menurut Tri, Indonesia perlu lebih gencar lagi mempromosikan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia terlebih lagi batik sering diklaim oleh beberapa negara lain sebagai milik mereka.
Dengan promosi yang gencar itu, terbuka pula peluang pasar industri batik Indonesia yang akan mendorong kemajuan industri batik dan berimbas pada kehidupan para pengrajin batik di daerah-daerah, katanya.
"Di tengah acara fesyen Adjie di Auckland, dilaksanakan pula kegiatan pelelangan sebuah baju yang disumbangkan Adjie. Kegiatan itu berhasil mengumpulkan dana sebesar seribu lima ratus dolar (Selandia Baru) untuk diserahkan kepada NZ Breast Cancer Foundation (Yayasan Kanker Payudara Selandia Baru)," katanya.
Tri mengatakan, kegiatan sosial semacam ini mendapat simpatik warga Selandia Baru, katanya.
*) My news for ANTARA on April 28, 2008

No comments:
Post a Comment