Konsulat RI Melbourne menghadirkan Bupati Sragen, Untung Wiyono, dalam Konferensi "100 Tahun Kebangkitan Nasional" dan "10 Tahun Reformasi" di Melbourne pada 2-3 Mei 2008 untuk berbagi pengalaman sukses sekaligus menjadi bukti kongkrit masa depan Indonesia bagi para mahasiswa dan pemuda.Pernyataan itu disampaikan Konsul RI di Melbourne Budiarman Bahar kepada ANTARA, Senin, sehubungan dengan penyelenggaraan konferensi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) untuk memperingati dua peristiwa bersejarah tersebut.
Kehadiran Bupati Sragen Untung Wiyono baik di konferensi PPIA maupun di acara ramah tamah dengan warga masyarakat Indonesia di KJRI Melbourne, Jumat malam (2/4), diharapkan dapat menumbuhkan optimisme baru kaum muda pada masa depan bangsanya, kata Budiarman.
"Keberhasilan Kabupaten Sragen di bawah kepemimpinan Pak Untung Wiyono bisa menjadi model bagi pemerintah-pemerintah daerah lainnya tentang bagaimana memerintah secara transpran, akuntabel, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," katanya.
Kehadirannya di konferensi PPIA yang penyelenggaraannya didukung atase pendidikan dan kebudayaan RI di KBRI Canberra serta KJRI Melbourne ini diharapkan membantu mahasiswa dan pemuda Indonesia di Australia untuk menimba pengalaman sukses Untung Wiyono, katanya.
ANTARA mencatat, keberhasilan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Bupati Untung Wiyono antara lain tercermin dari reformasi birokrasi, pengembangan pelayanan satu pintu, dan pendayagunaan teknologi informasi dalam kepemerintahan.
Data Pemerintah Kabupaten Sragen menyebutkan, nilai investasi yang diperoleh daerah itu naik dari 62 juta dolar AS pada 2002 menjadi 126 juta dolar AS pada 2006.
Selain Bupati Sragen, Untung Wiyono, konferensi "100 Tahun Kebangkitan Nasional" dan "10 Tahun Reformasi" PPIA di Melbourne itu juga menghadirkan para pembicara dari kalangan
Indonesianis, cendekiawan, pemuda dan diplomat.
Mereka yang turut berbicara dalam konferensi tersebut adalah Indonesianis Universitas Victoria, Prof. Richard Chauvel, Prof.Arief Budiman (Universitas Melbourne), Chusnul Mar'iyah, PhD (Universitas Indonesia), Elfansuri Chairah, SIP (Universitas Murdoch), Luky Djani (Universitas Murdoch), dan Nani Pollard (Universitas Melbourne).
Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb juga akan berbicara dalam konferensi yang berlangsung di Universitas Victoria, Melbourne, itu.
Kebangkitan nasional yang resmi diperingati pada 20 Mei setiap tahun itu merujuk pada peristiwa sejarah tahun 1908, sedangkan 10 tahun reformasi berhubungan dengan berakhirnya era pemerintahan Orde Baru yang ditandai dengan pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

No comments:
Post a Comment