Wednesday, April 16, 2008

PENGUSAHA AUSTRALIA-INDONESIA BERTEMU DI MELBOURNE

Sebanyak 59 pengusaha Australia mengikuti forum bisnis yang digelar KJRI Melbourne bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, atase perdagangan RI di KBRI Canberra, dan kantor Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Sydney di Hotel Sofitel Melbourne, Kamis.

Minister Counsellor Bidang Ekonomi KJRI Melbourne, Jahar Gultom, mengatakan, dalam temu bisnis sehari itu, para pengusaha Australia yang sebagian besar merupakan importir itu bertemu delapan orang pengusaha Indonesia yang datang bersama Pejabat BKPM Muhammad Mahmud Azhar Lubis.

"Forum ini diharapkan menjadi tempat 'buyers meet sellers' (pembeli bertemu penjual), dan wakil Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) memaparkan aturan-aturan regulasi bidang ekspor dan impor," katanya.

Para pengusaha Indonesia yang hadir dalam temu bisnis yang dibuka Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar, ini umumnya bergerak di industri manufaktur. Mereka datang dengan sampel produk dan diharapkan terjadi kesepakatan kerja sama bisnis dengan mitra Australia mereka, kata Gultom.

Forum bisnis itu juga dihadiri wakil maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Sydney dan Melbourne, katanya.

Data statistik perdagangan menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Australia pada 2006-2007 mencapai hampir 10,5 miliar dolar Australia, dan menjadikan Indonesia negara mitra dagang ke-13 Australia.

Saat ini setidaknya ada 400 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia, dan peluang investasi di luar bidang pertambangan dan infrastruktur di Indonesia masih terbuka luas bagi para investor Australia.

Negara-negara tujuan ekspor dan impor utama Australia selama ini adalah Cina, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, dan Jerman.

Total nilai ekspor Australia mencapai 210 miliar dolar (2006) dan setiap tahunnya menerima sekitar 5,5 juta orang pengunjung asing.

*) My news for ANTARA on April 17, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity