Sebanyak 59 pengusaha Australia mengikuti forum bisnis yang digelar KJRI Melbourne bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, atase perdagangan RI di KBRI Canberra, dan kantor Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Sydney di Hotel Sofitel Melbourne, Kamis.Minister Counsellor Bidang Ekonomi KJRI Melbourne, Jahar Gultom, mengatakan, dalam temu bisnis sehari itu, para pengusaha Australia yang sebagian besar merupakan importir itu bertemu delapan orang pengusaha Indonesia yang datang bersama Pejabat BKPM Muhammad Mahmud Azhar Lubis.
"Forum ini diharapkan menjadi tempat 'buyers meet sellers' (pembeli bertemu penjual), dan wakil Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) memaparkan aturan-aturan regulasi bidang ekspor dan impor," katanya.
Para pengusaha Indonesia yang hadir dalam temu bisnis yang dibuka Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar, ini umumnya bergerak di industri manufaktur. Mereka datang dengan sampel produk dan diharapkan terjadi kesepakatan kerja sama bisnis dengan mitra Australia mereka, kata Gultom.
Forum bisnis itu juga dihadiri wakil maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Sydney dan Melbourne, katanya.
Data statistik perdagangan menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Australia pada 2006-2007 mencapai hampir 10,5 miliar dolar Australia, dan menjadikan Indonesia negara mitra dagang ke-13 Australia.
Saat ini setidaknya ada 400 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia, dan peluang investasi di luar bidang pertambangan dan infrastruktur di Indonesia masih terbuka luas bagi para investor Australia.
Negara-negara tujuan ekspor dan impor utama Australia selama ini adalah Cina, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, dan Jerman.
Total nilai ekspor Australia mencapai 210 miliar dolar (2006) dan setiap tahunnya menerima sekitar 5,5 juta orang pengunjung asing.

No comments:
Post a Comment