Saturday, April 19, 2008

KTT 2020 AUSTRALIA SADARI PENTINGNYA PENGUASAAN BAHASA-BAHASA ASIA

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan, setiap siswa Australia patut belajar satu bahasa asing merupakan ide besar yang muncul dalam KTT 2020 karena keterampilan berbahasa sangat penting bagi kemampuan Australia bergaul secara efektif dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

"Bagi saya adanya dorongan kuat untuk (mempelajari dan menguasai) bahasa-bahasa asing, khususnya Asia, merupakan hal yang sangat penting bagi kita dalam menjalankan hubungan internasional, kebijakan luar negeri dan posisi kita di kawasan," katanya.

Dalam penjelasannya di acara "Meet The Press", Minggu, Menlu Smith mengatakan, masalah pentingnya kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa-bahasa Asia, itu disinggung dalam sesi "Masa Depan Australia di Dunia -- Masa Depan Keamanan dan Kemakmuran Australia di Kawasan dan Dunia yang Berubah dengan Cepat".

Salah satu tema bahasan yang muncul dalam sesi yang menjadi tanggungjawabnya di KTT 2020 yang diikuti seribu warga Australia dari beragam latarbelakang itu adalah bahwa Australia mutlak mampu bergaul secara lebih efektif di Asia dan kawasan Asia Pasifik.

Karenanya, memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa, serta sensitifitas pada budaya yang berkembang di kawasan sangat penting bagi Australia, katanya.

Menurut dia, penguasaan bahasa China, Indonesia, maupun bahasa-bahasa Eropa tidak hanya akan sangat membantu Australia dalam menjalankan hubungan luar negeri dan diplomasinya tetapi juga akan sangat membantu para generasi muda negara ini.

"Mempelajari bahasa asing juga akan membantu anak-anak kita karena dari perspektif kependidikan, ternyata jika Anda mempelajari satu bahasa asing, apapun bahasa itu, maka bahasa tersebut akan membantu Anda dalam pencapaian belajar Anda," katanya.

Dalam sesi KTT 2020 yang diketuai Menlu Smith bersama Pakar Hubungan Internasional dan Direktur Institut Asia Universitas Griffith, Prof. Michael Wesley itu, meningkatkan pemahamanan Australia tentang Asia dan budaya Asia menjadi prioritas penting.

Dalam KTT 2020 dua hari di Gedung Parlemen Canberra yang berakhir Minggu sore, seribu orang warga Australia berkesempatan ikut menentukan strategi jangka panjang pembangunan masa depan negara mereka.

Masalah masa depan keamanan dan kemakmuran Australia di tengah kawasan Asia Pasifik dan dunia yang berubah cepat hanyalah salah satu dari 10 topik bahasan di KTT tersebut.

Sembilan topik lain yang dibahas seribu orang warga bersama para akademisi dan menteri yang ditunjuk adalah agenda produktivitas yang meliputi isu pendidikan, keahlian/keterampilan, pelatihan, sains dan inovasi; serta masa depan ekonomi Australia.

Seterusnya, isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim; arah masa depan industri dan masyarakat pedesaan; strategi kesehatan nasional jangka panjang; penguatan masyarakat, dukungan keluarga dan inklusi sosial; pilihan-pilihan bagi masa depan penduduk asli Australia;

Australia yang kreatif yang mencakup masalah masa depan seni, film dan desain; kepemerintahan Australia (masa depan kepemerintahan Australia, demokrasi yang diperbaharui, pemerintah yang lebih terbuka, peran media, struktur federasi, serta hak dan kewajiban warga negara.

Australia yang kini berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa adalah negara industri maju yang bertetangga langsung dengan Indonesia dan Timor Leste.

*) My news for ANTARA on April 20, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity