Friday, April 25, 2008

INDONESIA KENALKAN PENCAK SILAT DI SEKOLAH AUSTRALIA









Presiden Persekutuan Silat Antar Bangsa (PERSILAT) Edy M. Nalapraya, bersama 21 orang pesilat berprestasi Indonesia akan memperkenalkan seni beladiri pencak silat di empat sekolah dan di depan para peminat olahraga bela diri yang ada di negara bagian Victoria, Australia, pada 6-9 Mei 2008.

"KJRI Melbourne akan membawa rombongan pesilat yang dipimpin langsung Pak Edy Nalapraya ini ke sekolah negeri yang ada di Warnambul, Bendigo, Marusna, dan Echuka selama kunjungan mereka di Melbourne. " kata Minister Counsellor di KJRI Melbourne, Jahar Gultom, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Jumat.

Setelah tampil di sekolah-sekolah itu, pada 9 Mei, mereka akan tampil di 'Town Hall' (Aula Kota) Melbourne di depan para siswa dan masyarakat umum Australia, khususnya para atlet dan pencinta seni beladiri. Dalam eksibisi itu, para pesilat Indonesia akan didukung tim angklung Universitas Islam Bandung, katanya.

Kedatangan para "jawara" silat berprestasi yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air itu merupakan kerja sama KJRI Melbourne dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk mempromosikan silat di Australia dengan target dua atau tiga tahun mendatang terbentuk federasi silat di Australia, katanya.

"Dengan terbentuknya federasi silat di Australia itu, kita berharap akan terselenggara pula kejuaraan pencak silat internasional di Australia," kata Gultom.

Untuk menarik minat publik Australia pada pagelaran eksibisi seni bela diri warisan nenek moyang Indonesia ini, KJRI Melbourne bekerja sama dengan "Lighthouse Foundation", sebuah organisasi nirlaba yang membantu para tunawisma di Australia, untuk mengumpulkan dana kemanusiaan di acara tersebut, katanya.

Ditanya tentang dukungan tim kesenian angklung dan tari dari Unisba pada acara eksibisi silat itu, Gultom mengatakan, rombongan Unisba terdiri dari 37 orang mahasiswa dan dosen yang dipimpin langsung rektor Unisba.

Dalam eksibisi silat di empat sekolah, mereka hanya mengirim tiga orang penari untuk mendampingi rombongan pesilat, namun tim angklung Unisba ini juga akan tampil di dua sekolah Islam yang ada di Melbourne sebagai bagian dari program pengenalan budaya Indonesia selama kunjungan mereka, katanya.

*) My news for ANTARA on April 25, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity