Friday, April 11, 2008

INDONESIA IKUT PAMERAN PARIWISATA INTERNASIONAL DI MELBOURNE

Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di Melbourne mengikuti pameran wisata internasional yang berlangsung dua hari mulai Sabtu di gedung Pusat Pameran Melbourne untuk mendukung promosi Tahun Kunjungan Wisata (VIY) 2008.

Minister Counsellor/Ekonomi KJRI Melbourne, Jahar Gultom, kepada ANTARA, Sabtu, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 12 ribu brosur pariwisata Indonesia selama pameran yang diikuti ratusan gerai milik industri pariwisata Australia dan mancanegara ini.

"Keikutsertaan Indonesia di pameran pariwisata Melbourne ini adalah yang kedua di Australia. Yang pertama adalah pameran pariwisata internasional di Brisbane dimana kita diwakili KJRI Sydney akhir Maret lalu," katanya.

Gultom mengatakan, selain menyediakan belasan ribu brosur yang memuat berbagai informasi tentang destinasi wisata andalan dan potensial Indonesia, gerai KJRI Melbourne juga menyuguhkan tari-tarian Bali dan Sumatera Barat untuk menarik pengunjung.

"Pokoknya kita tampil sebagus mungkin, dan kita punya cukup brosur pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan calon pasar kita di sini," katanya.

Pameran pariwisata internasional di Melbourne ini juga dimanfaatkan pihaknya untuk mempromosikan Festival Indonesia (FI) 2008 yang akan diselenggarakan Agustus mendatang.

Dalam FI 2008 yang sudah masuk kalender kegiatan tahunan KJRI Melbourne sejak 2005 itu, Provinsi Jawa Barat telah disepakati sebagai tema sentral, katanya.

"Kita berupaya memperkenalkan Jawa Barat disamping daerah-daerah tujuan wisata Nusantara yang lain bersama Garuda Indonesia," katanya.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran di Melbourne ini berada di bawah payung Pusat Promosi Pariwisata ASEAN (APCT) bersama dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Selain gerai-gerai milik Indonesia dan ke-empat negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, pameran yang berlangsung di gedung eksibisi terbesar di wilayah selatan Australia itu juga diikuti ratusan gerai milik berbagai pelaku industri pariwisata Australia.

Sebelumnya dalam pameran pariwisata internasional yang berlangsung di Gedung Konvensi dan Eksibisi Brisbane pada 29-30 Maret 2008, gerai Indonesia dikunjungi lebih dari dua ribu pengunjung.

Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo, mengatakan, beberapa dari para pengunjung gerai Indonesia sempat bertanya tentang kapan Garuda Indonesia kembali membuka rute penerbangan langsung Brisbane-Denpasar-Jakarta lagi.

Dalam VIY 2008, pemerintah Indonesia telah menargetkan kedatangan tujuh juta orang wisatawan asing, termasuk di dalamnya wisatawan asal Australia.

*) My news for ANTARA on April 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity