Saturday, April 12, 2008

INDONESIA GALI POTENSI PASAR PARIWISATA SELANDIA BARU

Jumlah warga Selandia Baru yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya belum kembali ke kondisi tahun 1998 namun Kedutaan Besar RI di Wellington terus berupaya meraih kembali potensi pasar pariwisata negara itu.

Kabid Penerangan KBRI Wellington, Sekretaris I Tri Purnajaya, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Sabtu, mengatakan, upaya menggali potensi pasar pariwisata Selandia Baru itu antara lain dilakukan melalui penyelenggaraan "travel mart" di Auckland dan Wellington pada 8 dan 10 April lalu.

Data Pemerintah Selandia Baru menyebutkan, pada 2007, jumlah warganya yang bepergian ke Indonesia hanya tercatat sekitar sebelas ribu jiwa atau masih di bawah jumlah tahun 1998 yang mencapai 20 ribu orang, katanya.

"Menurunnya minat warga Selandia Baru untuk bepergian ke Indonesia sejak 1998 itu antara lain disebabkan oleh situasi dalam negeri kita, seperti situasi politik dan keamanan, krisis moneter maupun bencana alam yang berkepanjangan," katanya.

Promosi pariwisata (travel mart) yang berlangsung di dua kota Selandia Baru itu berupaya mempertemukan wakil dari lima biro perjalanan Indonesia dengan berbagai pihak yang menjadi pasar potensial industri pariwisata nasional, kata Tri.

Kelima biro perjalanan wisata itu adalah "Horas Tour" (Sumatera Utara), "Bhara Mekar Tour" yang mempromosikan Jawa dan Bali, "Bidy Tour" (Lombok), "Trans Borneo Tour" (Kalimantan), dan "Fortuna Tour" (Sulawesi).

Dalam "travel mart" yang diselenggarakan KBRI Wellington bekerja sama dengan Garuda Indonesia perwakilan Sydney untuk mendukung promosi Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 2008 itu hadir pula Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, katanya.

"Melalui 'travel mart' ini kita berupaya 'menjual' Indonesia dengan mempertemukan 'tour operators' dan badan usaha dari Indonesia dengan para pembeli potential di Selandia Baru, seperti biro perjalanan, lembaga pendidikan tinggi yang memiliki fakultas perhotelan dan pariwisata, dan sebagainya," katanya.

Para wakil dari kelima biro perjalanan wisata nasional berkesempatan untuk memperkenalkan tujuan-tujuan wisata andalan daerahnya masing-masing dan mempromosikan paket-paket wisata yang mereka miliki.

Tri mengatakan, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Amris Hassan, sempat menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan promosi pariwisata di kedua kota penting di Selandia Baru ini adalah yang pertama kali dilakukan dan merupakan kegiatan penting untuk memperkenalkan potensi wisata Indonesia kepada masyarakat negara itu.

Ada perbaikan

Walaupun jumlah warga Selandia Baru yang berkunjung ke Indonesia masih di bawah kondisi tahun 1998 namun Dubes Amris Hassan merasa gembira melihat adanya kecenderungan ke arah peningkatan dalam beberapa tahun belakangan ini, kata Tri.

"Adanya trend yang positif ini tidak terlepas dari terjadinya perbaikan-perbaikan dalam bidang keamanan maupun ekonomi di Indonesia. Dalam hal ini, KBRI Wellington terus berupaya keras untuk memperkenalkan potensi wisata Indonesia," katanya.

Menurut Tri, dalam promosi pariwisata di dua kota Selandia Baru itu, Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, memaparkan berbagai kebijakan pemerintah dan potensi kekayaan dan keanekaragaman wisata Indonesia seperti wisata alam, bahari, olah raga, pertemuan, konferensi, dan insentif.

"Inisiatif Travel Mart ini mendapat sambutan yang cukup positif, khususnya dari kalangan 'tour operators' (biro perjalanan) yang ikut serta."

Michael Woods misalnya menyampaikan optimismenya bahwa promosi pariwisata Indonesia ini dapat meningkatkan kesadaran warga Selandia Baru untuk berkunjung ke Indonesia, katanya.

Acara promosi pariwisata yang dimeriahkan dengan pertunjukan tari-tarian tradisional Nusantara dan penarikan hadiah berupa paket wisata gratis dari biro-biro perjalanan Indonesia dan tiket gratis oleh Garuda itu diikuti oleh sedikitnya 80 peserta dari kalangan biro perjalanan dan universitas di Selandia Baru.

Pemerintah Indonesia menargetkan kunjungan tujuh juta orang wisatawan mancanegara dalam Tahun Kunjungan Wisata Indonesia (Visit Indonesia Year) 2008.

*) My news for ANTARA on April 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity