Empat tim Indonesia yang bertarung dalam kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" putaran Asia Pasifik di Sydney tidak satu pun berhasil menembus babak perempat final kendati mereka sudah berusaha maksimal menandingi ketangguhan tim negara-negara lain.Ke-empat wakil Indonesia yang bertarung dalam kompetisi bergengsi yang berlangsung dari 8 hingga 12 April 2008 itu adalah tim mahasiswa hukum Universitas Parahyangan (Unpar), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pelita Harapan dan Universitas Trisakti.
"Sayang sekali, tidak satu pun tim Indonesia masuk ke perempat final. Lawan-lawan kita yang paling tangguh adalah tim Universitas Nasional Singapura (NUS) selain tim-tim dari China, India, dan Jepang," kata Pelatih Tim Unpar, Maya Djatirman, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Sabtu.
Ia mengatakan, tim Unpar dan Unpad merasakan adanya keganjilan dalam penetapan tim-tim yang layak masuk perempat final karena beberapa tim dari negara-negara lain yang kemampuannya "di bawah" tim Unpar dan Unpad justru masuk ke babak selanjutnya.
"Sebenarnya (tim) Unpar dan Unpad merasakan ada hal yang cukup ganjil. Tim-tim yang sebenarnya di bawah kami kemampuannya bisa melaju ke babak selanjutnya. Dan di babak final hari ini (Sabtu) kami belum mendapatkan kabar tentang pemenangnya," kata Maya.
Dalam kompetisi di putaran Asia Pasifik itu, tiga tim negara tuan rumah, yakni Universitas New South Wales, Universitas Murdoch dan Universitas Sydney, berhasil melaju, katanya.
Dalam kompetisi putaran Asia Pasifik di Sydney ini, Unpar menurunkan Randi Irhamsyah, Teodora Saputri, Christine Hakim (ketiganya bertindak sebagai oralis), Raisa Stefani (anggota tim), dan dirinya bertindak sebagai pelatih (coach), kata Maya.
Tim Pelita Harapan
Sementara itu, Kabid Penerangan Konsulat Jenderal RI di Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo, yang dihubungi secara terpisah mengatakan, tim Universitas Pelita Harapan sebenarnya berhasil berada di urutan sembilan namun yang berhak masuk ke babak perempat final hanyalah delapan tim.
Ia mengatakan, Indonesia diwakili oleh empat tim setelah tim Universitas Trisakti ternyata juga datang dan ikut meramaikan kompetisi ini.
Tim yang menjuarai kompetisi putaran Asia Pasifik yang diikuti tim-tim mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi dari sekitar 30 negara itu berhak mengikuti kompetisi putaran dunia yang berlangsung di Glasgow, Inggris, Oktober 2008.
Selain Indonesia dan Australia sebagai tuan rumah, kompetisi di Sydney itu juga diikuti oleh tim-tim dari negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, seperti Jepang, India, Korea Selatan, China, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Kompetisi debat peradilan hukum ruang angkasa internasional "Manfred Lachs" itu diselenggarakan setiap tahun sejak 2000.
Selain memperebutkan tropi "Alexis Goh Memorial" bagi pemenang di putaran kawasan Asia Pasifik, kejuaraan ini juga memberikan penghargaan kepada memorial terbaik, oralis terbaik di putaran awal serta oralis terbaik di putaran final.
Pemenang di putaran Asia Pasifik di Sydney ini berhak mengikuti kompetisi putaran dunia 2008 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Glasgow, Inggris.
Pada putaran dunia 2007 yang berlangsung di Hyderabad, India, tim Universitas George Washington (Amerika Serikat) berhasil mengalahkan tim Universitas Queesnland (Australia) di final.
Ketika itu, tim Universitas George Washington diperkuat oleh David J. Western, Magin T. Puig-Monsen dan Carlos F. Laboy dengan pelatih Prof. Henry R. Hertzfeld, sedangkan "runner-up" Universitas Queensland menurunkan Rola Lin, Breanna Hamilton dan Alexander Meaney dengan pelatih Matthew Jones.
Tim yang menjadi semi finalis di putaran dunia 2007 adalah Universitas Leiden Belanda dengan penghargaan memorial terbaik jatuh kepada Universitas Queensland dan penghargaan sebagai oralis terbaik diberikan kepada Rola Lin (Universitas Queensland).
Kompetisi debat antarmahasiswa fakultas hukum tingkat dunia sudah berlangsung sejak 1992. Bermula di Washington (AS) tahun 1992, kejuaraan dunia itu selanjutnya diselenggarakan di Graz (Austria) tahun 1993, Jerussalem (1994), Oslo Norwegia (1995), Beijing China (1996), Turin Italia (1997), dan Melbourne (1998).
Seterusnya Den Haag Belanda (1999), Rio de Janeiro Brasil (2000), Toulouse Perancis (2001), Houston AS (2002, Bremen Jerman (2003), Vancouver Kanada (2004), Fukuoka Jepang (2005) dan Valencia Spanyol (2006).

No comments:
Post a Comment