Empat orang tokoh muda Muslimah Indonesia berada di Canberra selama lima hari mulai Sabtu (5/4) guna ikut membangun persaudaraan kedua bangsa melalui program Pertukaran Pemimpin Muda Muslim Australia-Indonesia (AIME).Koordinator AIME Canberra, Dr.Teddy Mantoro, mengatakan kepada ANTARA, Jumat, ke-empat peserta AIME gelombang pertama ini akan bertemu dan berdialog dengan kalangan pejabat dan akademisi Australia serta anggota masyarakat dan diplomat Indonesia.
Ke-empat Muslimah Indonesia yang mengikuti program yang diselenggarakan Lembaga Australia-Indonesia (AII) Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia itu adalah Artati Haris, Jubaedah Yusuf, Melati Adidamayanti, dan Yulianingsih Riswan, katanya.
Dr.Teddy Mantoro mengatakan, Artati Haris merupakan aktivis Muslimah Muhammadiyah di Jakarta yang kini aktif mendukung kegiatan pusat dialog dan kerja sama antarperadaban, sedangkan Jubaedah Yusuf adalah dosen dan peneliti di Universitas Paramadina.
Seterusnya Melati Adidamayanti antara lain aktif sebagai pekerja sosial dan pendiri Yayasan Martabat yang membantu penanganan anak-anak jalanan, sedangkan Yulianingsih Riswan merupakan peneliti di Pusat Studi-Studi Agama dan Lintas Budaya UGM.
Selama di Canberra, mereka berkesempatan bertemu dengan tokoh sepuh masyarakat Indonesia, Achdiat K.Mihardja, serta menghadiri dialog tentang minoritas Islam dan fobia Islam di Australia dengan para anggota berbagai organisasi keislaman Indonesia.
Ke-empat tokoh muda Muslimah Indonesia ini juga akan bertemu beberapa anggota Parlemen negara bagian Australian Capital Territory (ACT), Pengamat Islam Universitas Nasional Australia (ANU), Prof. Virginia Hooker, dan Pakar Teologi Universitas Charles Sturt Prof.James Haire.
Seterusnya mereka juga dijadwalkan bertemu dengan Jenny Cartmill dan Kate Taylor dari AII, Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono, MBA, katanya.
Dr.Teddy Mantoro mengatakan, sepanjang 2008 akan ada tiga gelombang peserta AIME. Para peserta gelombang kedua dijadwalkan tiba di Australia pada Mei 2008.

No comments:
Post a Comment