Thursday, April 3, 2008

EMPAT TOKOH MUSLIMAH INDONESIA IKUT PROGRAM AIME

Empat orang tokoh muda Muslimah Indonesia berada di Canberra selama lima hari mulai Sabtu (5/4) guna ikut membangun persaudaraan kedua bangsa melalui program Pertukaran Pemimpin Muda Muslim Australia-Indonesia (AIME).

Koordinator AIME Canberra, Dr.Teddy Mantoro, mengatakan kepada ANTARA, Jumat, ke-empat peserta AIME gelombang pertama ini akan bertemu dan berdialog dengan kalangan pejabat dan akademisi Australia serta anggota masyarakat dan diplomat Indonesia.

Ke-empat Muslimah Indonesia yang mengikuti program yang diselenggarakan Lembaga Australia-Indonesia (AII) Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia itu adalah Artati Haris, Jubaedah Yusuf, Melati Adidamayanti, dan Yulianingsih Riswan, katanya.

Dr.Teddy Mantoro mengatakan, Artati Haris merupakan aktivis Muslimah Muhammadiyah di Jakarta yang kini aktif mendukung kegiatan pusat dialog dan kerja sama antarperadaban, sedangkan Jubaedah Yusuf adalah dosen dan peneliti di Universitas Paramadina.

Seterusnya Melati Adidamayanti antara lain aktif sebagai pekerja sosial dan pendiri Yayasan Martabat yang membantu penanganan anak-anak jalanan, sedangkan Yulianingsih Riswan merupakan peneliti di Pusat Studi-Studi Agama dan Lintas Budaya UGM.

Selama di Canberra, mereka berkesempatan bertemu dengan tokoh sepuh masyarakat Indonesia, Achdiat K.Mihardja, serta menghadiri dialog tentang minoritas Islam dan fobia Islam di Australia dengan para anggota berbagai organisasi keislaman Indonesia.

Ke-empat tokoh muda Muslimah Indonesia ini juga akan bertemu beberapa anggota Parlemen negara bagian Australian Capital Territory (ACT), Pengamat Islam Universitas Nasional Australia (ANU), Prof. Virginia Hooker, dan Pakar Teologi Universitas Charles Sturt Prof.James Haire.

Seterusnya mereka juga dijadwalkan bertemu dengan Jenny Cartmill dan Kate Taylor dari AII, Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.R.Agus Sartono, MBA, katanya.

Dr.Teddy Mantoro mengatakan, sepanjang 2008 akan ada tiga gelombang peserta AIME. Para peserta gelombang kedua dijadwalkan tiba di Australia pada Mei 2008.

*) My news for ANTARA on April 4, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity