Tuesday, March 4, 2008

SMS "ANCAMAN" HEBOHKAH SEBUAH SEKOLAH DI QUEENSLAND

Gara-gara pesan singkat (SMS) berisi ancaman membawa senjata api yang diterima seorang siswi dari mantan pacarnya, kehebohan sempat melanda "Indooroopilly State High School" (SMP/SMA) Queensland, Selasa.

Ratusan orang murid, termasuk tiga di antaranya asal Indonesia, terpaksa "dikunci" di dalam ruang perpustakaan dan kelas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi yang dihimpun ANTARA, menyebutkan, setidaknya empat mobil polisi dikirim ke sekolah itu sesaat setelah pihak sekolah melaporkan perihal ancaman yang diterima seorang siswinya itu ke kantor polisi terdekat sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Beberapa aparat kepolisian berkeliling lokasi sekolah untuk mencari seorang remaja putra berusia 17 tahun yang disebut-sebut media setempat sebagai mantan pacar siswi yang mengirimkan pesan-pesan singkat berisi ancaman tersebut.

Di antara ratusan orang siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Ward, Indooroopilly, negara bagian Queensland itu adalah tiga orang siswi asal Indonesia, yakni Puteri Shafira Nasution, Siwi Bestari, dan Fadilla Putri.

Puteri mengatakan, ia bersama belasan siswa lainnya kebetulan berada di ruang perpustakaan saat seorang pustakawan sekolah memberitahu mereka tentang prosedur "lock down" (tidak boleh keluar ruangan) sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

"Saya dan teman-teman berada di ruangan perpustakaan sekitar setengah jam sebelum kami dibolehkan kembali ke kelas masing-masing. Setelah di dalam kelas, tak seorang pun dibolehkan keluar," katanya.

Murid kelas sembilan (setara dengan kelas tiga SMP-red.) itu lebih lanjut mengatakan, sekitar sepuluh menit sebelum bel pulang sekolah pukul 15.00 berbunyi, para murid diminta berkumpul di aula sekolah.

Kepala Sekolah Lois O'Reilly menjelaskan alasan kehadiran aparat kepolisian dan perihal prosedur "Lock Down" yang dilakukan pihak sekolah kepada para siswa, kata Putri.

Dalam surat edarannya kepada para orang tua dan wali murid, Lois O'Reilly mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya sedikit waktu belajar terbuang akibat kejadian ini namun "keselamatan murid adalah keprihatinan utama" pihak sekolah.

"Saya gembira mengatakan para staf sekolah mengikuti prosedur yang ada secara efektif dan tenang untuk memastikan keselamatan semua orang," katanya.

Indooroopilly State High School kini memiliki 892 orang murid, termasuk beberapa dari mancanegara.

*) my news item for ANTARA on March 4, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity