Monday, March 3, 2008

OBESITAS TURUNKAN USIA HARAPAN HIDUP ORANG AUSTRALIA

Tim peneliti Universitas Australia Barat (UWA) mendapati obesitas dapat menurunkan usia harapan hidup warga Australia hingga empat tahun.

Temuan tim peneliti dari Sekolah Kesehatan Masyarakat UWA itu tergolong baru karena baru pertama kali riset khusus dilakukan untuk kasus penderita obesitas di Australia.

Direktur Lembaga Advokasi Publik Australia Barat, Prof.Mike Daube, seperti dikutip ABC, Selasa, mengatakan, hasil kajian itu juga menunjukkan mengungkapkan usia harapan hidup anak-anak yang menderita obesitas juga menurun sampai dua tahun.

Data penelitian UWA itu penting karena didasarkan pada sampel Australia. Pemerintah sudah saatnya bertindak cepat untuk menyelamatkan anak-anak penderita obesitas di Australia sebelum terlambat, katanya.

Lembaga Kesehatan dan Kesejahteraan Australia (AIHW) memperkirakan usia harapan hidup anak laki-laki Australia yang lahir pada 2005 rata-rata mencapai 78,5 tahun, sedangkan anak perempuan mencapai 83,3 tahun.

Bagi remaja putra dan putri Australia yang pada 2005 sudah berusia 15 tahun, usia harapan hidup mereka rata-rata mencapai 79,1 dan 83,9 tahun.

Menurut pantauan ANTARA, para penderita obesitas (kegemukan) mudah ditemui berbagai ranah publik, seperti pusat perbelanjaan dan lembaga pendidikan, di negara itu.

Masalah obesitas ini mendapat perhatian banyak pihak. Salah satu pihak yang ikut memberi perhatian besar adalah Dewan Pedestrian Australia (PCA).

PCA memperkirakan orang-Australia bisa jauh lebih gemuk dari orang-orang Amerika pada tahun 2020.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk itu, PCA mengingatkan warga Australia untuk membiasakan jalan kaki dan menjadikannya bagian dari pola hidup mereka.

Obesitas tidak hanya dapat mengurangi usia harapan hidup, tetapi juga memiliki hubungan dengan peningkatan resiko terserang kanker.

Hasil studi Dewan Kanker Victoria selama 17 tahun yang melibatkan 41 ribu orang di Australia menunjukkan adanya hubungan obesitas dan resiko terserang kanker itu.

Prof. David Hill dari Dewan Kanker Victoria pernah menyebutkan, kebanyakan orang tidak pernah berfikir bahwa berat badan merupakan masalah yang terkait dengan resiko terserang kanker.

Hasil studi itu menyebutkan para pria dan wanita dengan ukuran pinggang 100 dan 85 sentimeter beresiko lebih tinggi untuk terserang kanker.

*) My news item for ANTARA on March 4, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity