Tuesday, March 11, 2008

PEMAKAMAN JENAZAH MELALUI KREMASI TERBUKTI "LEBIH RAMAH LINGKUNGAN"








Sebuah penelitian tentang jejak buangan karbon dioksida (CO2) layanan pemakaman di
Australia mendapati pemakaman jenazah dengan cara mengkremasi terbukti "lebih ramah lingkungan" dalam jangka panjang dibandingkan dengan penguburan.

Penelitian yang dilakukan pengelola taman pemakaman Centennial Park Adelaide, Australia Selatan, itu mendapati jumlah CO2 yang dihasilkan pada hari dilakukannya kremasi adalah 160 kilogram atau hampir empat kali lebih besar dari penguburan jenazah.

Namun, seperti dilaporkan ABC, Rabu, pemeliharaan taman pemakaman melalui kegiatan pengairan dan pemotongan rumput justru menghasilkan lebih banyak CO2 dalam jangka panjang.

Bryan Elliott dari Centennial Park mengatakan, temuan riset ini akan memengaruhi cara mereka memasarkan jasa pemakaman terlebih lagi jika mereka pada satu saat menerapkan kebijakan "netral-karbon".

Centennial Park adalah sebuah taman yang sudah ada di Adelaide sejak 8 Juni 1936. Acara pemakaman pertama di taman itu berlangsung pada 1938.

Ketika itu baru ada 10 makam namun lima puluh tahun kemudian, jumlahnya bertambah menjadi 1.285 unit makam dan 3.262 kremasi.

Taman pemakaman seperti di Centennial Park itu mudah dijumpai di setiap kota di Australia, negara yang kini berpenduduk sekitar 21 juta jiwa.

*) My news for ANTARA on March 12, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity