Monday, March 3, 2008

KODIKLAT TNI AD GALI PENGALAMAN AUSTRALIA

Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD,Letjen TNI Bambang Darmono melihat dari dekat bagaimana organisasi, metode, sistim dan fasilitas pendidikan militer Australia bekerja dalam kunjungannya Februari lalu.

"Dalam kunjungan yang berlangsung dari 24 hingga 28 Februari lalu itu, beliau berkesempatan mengunjungi markas pusat pengembangan perang darat (LWDC) Australia di Melbourne," kata Atase Darat KBRI Canberra, Kolonel CPL Sugiono, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.

Selama kunjungan ke "Land Warfare Development Centre" (LWDC) dan melihat tata kerja "Combined Arms Training Centre" (CATC) yang antara lain memiliki sekolah kendaraan dan artileri angkatan darat Australia itu, Letjen TNI Bambang Darmono didampingi dua orang direktur Kodiklat, katanya.

Kedua orang Direktur Kodiklat TNI AD itu adalah Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Moeldoko dan Direktur Pendidikan Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Hambali Hanafiah, kata Sugiono.

Dalam kunjungan ke Markas LWDC/CATC itu, Dankodiklat TNI sempat mencoba mengendarai kendaraan militer yang sering digunakan batalion infantri bermotor AD Australia. Dari Melbourne, rombongan Kodiklat TNI AD bertolak ke Canberra.

Selama di Canberra, Letjen TNI Bambang Darmono dan dua direktur berkunjung ke kolese pertahanan Australia serta bertemu dengan Kasad Australia, Letjen P.F. Leahy, katanya.

Dari Canberra, delegasi Kodiklat TNI AD bertolak ke Sydney untuk mengunjungi pusat pelatihan komando Australia di Barak Victoria sebelum melanjutkan perjalanan ke Brisbane untuk melihat dari dekat pusat pelatihan sistem simulasi senjata dan intelijen pertahanan Australia, katanya.

"Inti dari kunjungan ini adalah delegasi kita ingin melihat bagaimana organisasi, metode, sistim dan fasilitas pendidikan militer Australia berjalan," katanya.

*) disiarkan ANTARA pada 4 Maret 2008


No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity