Monday, March 24, 2008

MENHAN JUWONO TIBA DI AUSTRALIA

Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono tiba di Sydney, Selasa pagi, untuk memulai kunjungan empat harinya di Australia, kata Kabid Penerangan KJRI Sydney, Minister Counsellor Pratito Soeharyo.

Menhan Juwono dan rombongan tiba sekitar pukul 07.25 waktu setempat dengan pesawat Qantas, dan disambut Konjen RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, Atase Pertahanan RI di KBRI Canberra Marsekal Pertama TNI Kuswantoro, dan sejumlah staf KJRI Sydney, katanya.

Selama kunjungannya itu, Menhan akan berbicara di forum dialog Asia Timur hari Rabu (26/3) di Sydney dan kemudian bertolak ke Canberra untuk bertemu Menhan Australia, Joel Fitzgibbon, katanya.

"Di dalam rombongan Menhan Juwono tampak antara lain Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe dan Staf Ahli Khusus Menhan bidang Ekonomi, Adnan Ganto," kata Pratito.

Selain Menhan, perwira tinggi Polri, Irjen Pol Gorries Mere, juga tiba di Sydney untuk menghadiri forum dialog yang diselenggarakan Universitas Nasional Australia (ANU) itu.

Sebelumnya, Atase Pertahanan di KBRI Canberra, Marsekal Pertama TNI Kuswantoro, mengatakan, kunjungan Menhan Juwono Sudarsono ini akan memperkuat hubungan kedua negara.

Keyakinan yang sama juga disampaikan Minister Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, terutama menyangkut pertemuannya dengan Menhan Joel Fitzgibbon di Canberra, 27 Maret mendatang.

Strategi pertahanan
Samsu Rizal mengatakan, pertemuan Menhan kedua negara ini sangat penting bagi penguatan hubungan bilateral setelah Perjanjian Lombok (Lombok Treaty) resmi berlaku sejak 7 Februari lalu.

Bagi Indonesia, pertemuan kedua Menhan ini dipandang signifikan untuk melihat bagaimana strategi pertahanan pemerintahan baru Australia di kawasan Asia Pasifik, katanya.

"Sebagai negara sahabat dan tetangga dekat Australia, cukup penting bagi Indonesia untuk, misalnya, melihat bagaimana strategi pertahanan Australia dalam pemerintahan baru. Tentu ada perubahan-perubahan walaupun tidak sampai menjadi gangguan," katanya.

Dalam konteks pemerintahan baru Australia, adanya pertemuan Menhan kedua negara itu juga penting karena Canberra pun bisa mendapatkan satu gambaran tentang bagaimana strategi Indonesia di kawasan dalam kaitannya dengan pertahanan, kata Samsu Rizal.

"Dalam hal ini, Indonesia tidak perlu diragukan karena kepentingan pertahanannya adalah untuk kepentingan dalam negeri dan bukan invasi," kata diplomat senior lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini.

Ia tidak menampik fakta bahwa masih ada kelompok tertentu yang masih berprasangka buruk bahwa Indonesia memiliki ambisi teritorial padahal sama sekali tidak.

Dari segi besaran anggaran pertahanan, Indonesia pun sangat jauh di bawah Australia. "Yang pasti, pertemuan kedua Menhan akan memperkuat 'link' (hubungan) dan jaringan, serta membuka dialog kedua pihak," katanya.

Mengenai forum dialog Asia Timur yang akan dihadiri Menhan itu, Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, mengatakan, forum strategis tersebut akan menyoroti beragam masalah ekonomi dan keamanan politik di kawasan Asia Pasifik.

Di antara para tokoh yang akan berbicara di forum yang dihadiri kalangan pengusaha dan pejabat negara itu adalah mantan menteri keuangan Thailand dan mantan menteri luar negeri Korea Selatan, katanya.

*) My news for ANTARA on March 25, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity