Sunday, March 16, 2008

KJRI SYDNEY LAYANI LANGSUNG KEPERLUAN KEKONSULERAN WNI DI BRISBANE









Pejabat Konsulat Jenderal RI di Sydney akan memberikan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian kepada seluruh warga negara Indonesia yang berdomisili di Brisbane dan kota-kota lain di negara bagian Queensland pada 22 Maret 2008.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Senin, menyebutkan, pelayanan bagi para WNI yang akan lapor diri, memperpanjang paspor RI, maupun yang memiliki urusan kekonsuleran lainnya akan berlangsung di ruang gedung B kampus Universitas Teknologi Queensland (QUT) dari pukul 09.00 hingga 15.00 waktu Brisbane.

Pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran di Brisbane itu merupakan kegiatan yang secara berkala dilakukan langsung KJRI Sydney untuk mempermudah urusan para WNI di Queensland, negara bagian yang termasuk dalam wilayah administratif KJRI Sydney, selain New South Wales dan Australia Selatan.

Presiden Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA), Tonny W Poernomo, mengatakan, pihaknya mengimbau seluruh mahasiswa baru yang kuliah di UQ untuk memanfaatkan pelayanan KJRI Sydney yang dikemas dalam acara penyambutan semua mahasiswa baru PPIA Queensland itu.

Ia mengatakan, pihaknya akan memeriahkan acara penyambutan mahasiswa baru yang diisi dengan pelayanan kekonsuleran KJRI Sydney itu dengan pertunjukan tim penari saman dan musik angklung UQISA.

Selain di UQ, banyak mahasiswa Indonesia di negara bagian Queensland juga menuntut ilmu di Universitas Griffith, QUT, Universitas James Cook, Universitas Queensland Tengah, dan Universitas Bond, katanya.

ANTARA mencatat, pejabat KJRI Sydney rutin memberikan pelayanan langsung kepada para WNI baik yang berstatus "permanent resident" (residen tetap) maupun mahasiswa di Queensland.

Pada Desember 2007 lalu misalnya, Konsul Jenderal RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, bahkan menyerahkan secara simbolis satu paspor RI dan dua affidavit kepada keluarga pasangan Peter Charles Fennell-Resa Lesnawati dan keluarga pasangan Ken Streeter-Lilis Suryati sebagai bagian dari sosialisasi UU No 12 Tahun 2006.

Dalam acara pelayanan bidang keimigrasian dan kekonsuleran sekaligus sosialisasi undang-undang kewarganegaraan RI yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2006 untuk menggantikan UU No 62 Tahun 1958 itu, beberapa pasangan suami-istri Indonesia-Australia bersama anak-anak merekat hadir dan mengajukan permohonan kewarganegaraan RI bagi anak-anak mereka.

Hanya saja perihal pentingnya lapor diri, menjaga validitas status kewarganegaraan RI, dan hal-hal lain yang bertalian dengan kewajiban kekonsuleran dan keimigrasian RI lainnya belum sepenuhnya disadari oleh mayoritas WNI di Australia sehingga ada di antara mereka yang tanpa mereka sadari terancam kehilangan status WNI-nya.

Konsul Bidang Keimigrasian KJRI Sydney Johnny Anwar Radjadin pernah mengatakan bahwa sejumlah WNI di Australia terancam kehilangan status WNI-nya tanpa mereka sadari karena bekerja sebagai anggota kepolisian negara itu.

*) My news for ANTARA on March 17, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity