Sunday, March 16, 2008

AUSTRALIA AKHIRNYA TEMUKAN LOKASI BANGKAI "HMAS SYDNEY"














Misteri tentang lokasi bangkai kapal perang Australia, "HMAS Sydney", yang tenggelam bersama
645 orang awaknya dalam pertempuran dengan kapal perang Jerman, "Kormoran", pada November 1941, akhirnya terpecahkan Senin pagi.

Misteri panjang dalam sejarah Angkatan Laut Australia itu dipecahkan tim pencari dari "Finding Sydney Foundation" setelah mereka berhasil mendeteksi lokasi bangkai HMAS Sydney yang berada di dasar laut perairan lepas pantai Australia Barat Senin pagi.

Perdana Menteri Kevin Rudd, menurut ABC, Senin pagi, telah mengkonfirmasi penemuan lokasi HMAS Sydney, kapal perang jenis "Leander-class light cruiser" yang dibeli Pemerintah Australia dari Inggris tahun 1934 itu.

Penemuan bangkai HMAS Sydney tersebut terpaut kurang dari 24 jam setelah bangkai kapal perang Jerman, Kormoran, ditemukan sekitar 100 "nautical mile" dari lepas pantai Steep Point, Australia Barat.

Bangkai kapal HMAS Sydney hanya sekitar 10 "nautical mile" dari lokasi penemuan kapal Jerman yang berada lebih dari dua kilometer di bawah permukaan laut.

PM Rudd menyebutkan kedua kapal itu merupakan "kuburan perang" dan akan dikeluarkan pernyataan perlindungan sementara lokasi penemuan dua kapal perang tersebut.

Penemuan bangkai kapal HMAS Sydney di dasar laut dengan kedalaman lebih dari dua kilometer itu diharapkan akan melegakan para keluarga anggota angkatan bersenjata Australia yang gugur dalam tugas dalam Perang Dunia II, katanya.

Bagi Les Dwyer dari Asosiasi Angkatan Laut Australia (NAA), penemuan bangkai HMAS Sydney itu merupakan peristiwa yang sangat penting bagi sejarah AL dan sejarah Australia.

"Misteri paling berat (dalam sejarah AL Australia-red.) sudah terpecahkan," katanya.

*) My news for ANTARA on March 17, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity