Sunday, March 16, 2008

POLISI AUSTRALIA GULUNG JARINGAN PORNOGRAFI ANAK INTERNASIONAL

Polisi Australia berhasil menggulung jaringan pornografi anak internasional di Australia Barat dengan menangkap 18 orang tersangka dan menyita lebih dari 500 ribu gambar.

Jaringan pemberitaan ABC mengutip keterangan Detektif Constable Jamie Merritt dari unit perlindungan anak, Senin, menyebutkan, di antara 18 orang tersangka itu pernah bekerja sebagai guru, polisi, dan petugas bea cukai.

Aparat kepolisian federal Australia terus mengusut tuntas kasus ini bersama Interpol dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat.

Setidaknya 500 ribu gambar pornografi anak berhasil disita aparat kepolisian di Australia Barat. Gambar-gambar yang memuat bayi berusia tiga bulan hingga anak berusia 16 tahun itu berasal dari sebuah situs bersama.

Australia terus menabuh genderang perang terhadap kejahatan pornografi anak dan mengadili siapa pun yang terlibat tanpa kecuali.

Pada 7 Maret 2008 misalnya, seorang pria Australia berusia 36 tahun mulai diadili di Pengadilan Perth, Australia Barat, gara-gara kedapatan membawa masuk sebuah DVD yang diduga berisi pornografi anak ke negara itu.

Pria itu berurusan dengan aparat penegak hukum Australia setelah petugas bea menemukan sebuah DVD pornografi anak di dalam kopornya setibanya dia di Bandar Udara Internasional Perth dari penerbangan dari Bangkok, Thailand, 4 Maret 2008.

Tim investigasi Bea Cukai Australia menuduhnya telah melanggar Pasal 233BAB Akta Bea Cukai 1901 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan atau denda 275 ribu dolar Australia.

Pada 22 Februari 2008, seorang warga negara Indonesia berinisial AW bahkan ikut terseret dalam kasus yang sama setelah petugas Bea Cukai Bandara Udara Internasional Melbourne menemukan beberapa DVD porno, termasuk pornografi anak, di dalam kopornya.

Konsul Jenderal RI di Melbourne, Budiarman Bahar, kepada ANTARA mengatakan, pria berusia 23 tahun ini akan menghadiri "preliminary court process" (proses awal pengadilan) pada 29 Maret 2008 dan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasusnya.

Pada awal Agustus 2007, petugas Bea Cukai Bandar Udara Internasional Perth juga pernah menangkap seorang pria Inggris berusia 46 tahun dalam kasus kepemilikan gambar-gambar pornografi anak yang ditemukan di dalam komputer jinjing (Laptop)-nya.

Lalu pada Desember 2007, seorang pria Australia berusia 40 tahun juga harus berurusan dengan aparat kepolisian federal setelah di dalam Laptop-nya ditemukan lebih dari 16 ribu dokumen gambar foto dan video pornografi anak.

*) My news for ANTARA on March 17, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity