Wednesday, March 19, 2008

EMPAT WNI MENANGKAN BEASISWA BERGENGSI "ALLISON SUDRADJAT AWARDS"

Empat orang Indonesia dan dua orang Papua New Guinea terpilih sebagai pemenang beasiswa bergengsi Allison Sudradjat Awards untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dan doktoral di berbagai universitas pilihan mereka.

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith dalam pernyataannya yang diperoleh ANTARA, Rabu, mengatakan, ke-enam pemenang beasiswa bergengsi untuk mengenang jasa diplomat senior Allison Sudradjat itu dipilih dari para penerima beasiswa "Australian Leadership Awards" (ALA).

Ia mengatakan, ke-empat orang Indonesia yang memenangkan beasiswa Allison Sudradjat itu adalah Najwa Shihab (program magister hukum Universitas Melbourne), I Made Andi Arsana (program doktor Universitas Wollongong), Jeanne Rini Poespoprodjo (program doktor Universitas Charles Darwin), dan Achmad Arifin (program doktor Universitas Griffith).

Selain mereka, dua akademisi muda dari Papua New Guinea yang juga menerima beasiswa yang sama adalah Uke Nentepa Kombra (program doktor Universitas Teknologi Queensland) dan Shirley Gaiyer-Kore (program magister farmasi klinis Universitas Teknologi Curtin).

Menlu Stephen Smith mengatakan, para pemenang akan menerima dana tambahan untuk riset maupun penempatan kerja profesional selama studi mereka.

Para penerima beasiswa tahun ini memiliki keragaman latarbelakang studi, seperti pendidikan HIV/AIDS, dialog antariman, pediatrik dan hukum laut, katanya.

Menlu Stephen Smith mengatakan, program beasiswa ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan potensi para pemimpin muda di Indonesia dan Papua New Guinea, dua negara dimana Allison Sudradjat pernah lama mengabdi.

Allison Sudradjat adalah mantan pemimpin Badan Pembangunan Internasional Australia (AusAID) di Indonesia selama bertahun-tahun sebelum ajal menjemputnya dalam kecelakaan pesawat Boeing 737-400 Garuda Indonesia di Yogyakarta 7 Maret 2007 lalu.

Ibu empat orang anak dari hasil pernikahannya dengan seorang pemuda Indonesia itu adalah sosok yang "dekat di hati" banyak orang Indonesia penerima beasiswa pemerintah Australia.

Di mata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, program beasiswa ALA adalah salah satu dari sekian banyak "warisan" penting Allison bagi Indonesia. Program ALA tersebut diluncurkan di Indonesia tahun 2006.

Selama karirnya di AusAIDS selama 18 tahun, ia juga pernah tercatat sebagai perwakilan senior AusAIDS untuk Papua New Guinea.

*) My news for ANTARA on March 19, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity