Pemerintah Australia prihatin dengan cara China menangani para demonstran pro-kemerdekaan Tibet di Lasha. Canberra juga terus memonitor kondisi delapan orang warga negaraya yang berada di kota itu.Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengatakan, Sabtu, pemerintahnya meminta otoritas China menahan diri dan menangani masalah demonstrasi yang telah menewaskan sedikitnya sepuluh orang itu secara damai.
"Kami mengimbau Pemerintah China mengizinkan warga (Tibet) menyampaikan aspirasinya secara damai. Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) telah berhubungan dengan delapan orang warganya yang masih berada di Lasha saat ini dan terus memonitor kondisi mereka," katanya.
Menlu Smith mengatakan, semua warga negaranya itu diminta untuk tetap berada di dalam rumah sampai keadaan kembali terkendali.
Menyusul terjadinya demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan itu, Pemerintah Australia memperbaharui status "peringatan perjalanan" (travel advisory) terhadap China sejak 14 Maret dengan meminta semua warganya mempertimbangkan kembali rencana mereka untuk bepergian ke Lhasa saat ini, kata Menlu Smith.
Kantor Berita China, Xinhua, melaporkan sepuluh orang tewas terbakar dalam kerusuhan di ibukota Tib
et, Lhasa, yang terjadi hari Jumat.
Kantor berita Reuters menyebut protes pro kemerdekaan rakyat Tibet itu merupakan yang terkeras melanda wilayah itu dalam dua dasawarsa dan mencoreng citra China beberapa bulan menjelang Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade 2008.
Dalam aksi protes pro-kemerdekaan yang berakhir rusuh itu, lebih dari 160 kebakaran terjadi.
China menuduh para pengikut pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama mendalangi aksi kekerasan itu. Namun tuduhan Beijing itu dibantah Pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama.
Dalai Lama mengatakan, tuduhan itu "tidak berdasar sama sekali".
Menyusul terjadinya kerusuhan tersebut, para wisatawan asing dilaporkan tidak diizinkan memasuki Tibet .
China menguasai Tibet sejak 1951 dan perlawanan terhadap kekuasaan Beijing terus berlangsung.

No comments:
Post a Comment