Sunday, March 16, 2008

PENELITI AUSTRALIA BUKTIKAN PISANG MENGANDUNG POTENSI "BIOFUEL"

Buah pisang yang dikonsumsi manusia ternyata berpotensi dikembangkan dalam skala komersial sebagai sumber energi nabati (biofuel) pengganti minyak bumi seperti halnya daun jarak pagar dan kelapa sawit.

Kemungkinan sampah buah pisang dikembangkan menjadi sumber "biofuel" itu setidaknya sudah dibuktikan oleh Peneliti Universitas Queensland (UQ), Asosiet Prof.Bill Clarke.

Dalam kegiatan risetnya antara 2004 dan 2005 dengan mendapat dukungan Pemerintah Negara Bagian Queensland dan Perhimpunan Para Petani Pisang Australia (ABGAI), dia berhasil membuktikan hal itu.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun ANTARA dari UQNews, majalah internal UQ edisi Maret 2008, Minggu, direktur BioMass BioEnergy Group ini membuktikan bahwa sampah buah pisang dapat menghasilkan energi yang berpotensi dikembangkan dalam skala komersial.

Temuan penelitian Clarke itu belakangan dikembangkan Growcom, sebuah organisasi hortikultura di Australia, menjadi sebuah proyek berskala komersial di Queensland Utara, daerah yang selama ini dikenal sebagai penghasil pisang di negara itu.

Clarke mengatakan, dari penelitian tahun 2004-2005 itu, pihaknya membuktikan bahwa sampah pisang dan bahan tangkai yang ada dalam tandan pisang merupakan sumber "methane" yang besar.

"Tidak ada masalah teknis dengan memproduksi methane dari buah pisang. Tapi, untuk proses yang layak secara ekonomis, kita harus mengembangkan peralatan pencerna (digester) yang lebih murah dan sederhana dari yang kini sudah digunakan untuk memproses buangan organik di Eropa," katanya.

Clarke lebih lanjut mengatakan, walaupun proses ekstraksi methane dari buah pisang itu secara teknis dimungkinkan, pekerjaan ini tidaklah sesederhana yang difikirkan.

Methane itu dihasilkan dengan cara memasukkan pisang ke dalam sebuah reaktor kedap udara dengan pengawasan "pH" dan temperatur yang hati-hati, katanya.

Ia mengatakan, Growcom telah membangun apa yang disebutnya "bladder reactor" untuk menyimpan pisang dan biogas. Biogas itu sendiri adalah kombinasi methane dan karbon dioksida yang berpotensi digunakan sebagai sumber energi alternatif.

"Biogas ini bisa disimpan pada tekanan moderat sehingga memungkinkan dipakai sebagai bahan bakar kendaraan atau pun juga digunakan untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik seperti yang sudah dipakai di beberapa tempat di Australia," katanya.

*) My news for ANTARA on March 16, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity