Buah pisang yang dikonsumsi manusia ternyata berpotensi dikembangkan dalam skala komersial sebagai sumber energi nabati (biofuel) pengganti minyak bumi seperti halnya daun jarak pagar dan kelapa sawit.Kemungkinan sampah buah pisang dikembangkan menjadi sumber "biofuel" itu setidaknya sudah dibuktikan oleh Peneliti Universitas Queensland (UQ), Asosiet Prof.Bill Clarke.
Dalam kegiatan risetnya antara 2004 dan 2005 dengan mendapat dukungan Pemerintah Negara Bagian Queensland dan Perhimpunan Para Petani Pisang Australia (ABGAI), dia berhasil membuktikan hal itu.
Bahkan, menurut informasi yang dihimpun ANTARA dari UQNews, majalah internal UQ edisi Maret 2008, Minggu, direktur BioMass BioEnergy Group ini membuktikan bahwa sampah buah pisang dapat menghasilkan energi yang berpotensi dikembangkan dalam skala komersial.
Temuan penelitian Clarke itu belakangan dikembangkan Growcom, sebuah organisasi hortikultura di Australia, menjadi sebuah proyek berskala komersial di Queensland Utara, daerah yang selama ini dikenal sebagai penghasil pisang di negara itu.
Clarke mengatakan, dari penelitian tahun 2004-2005 itu, pihaknya membuktikan bahwa sampah pisang dan bahan tangkai yang ada dalam tandan pisang merupakan sumber "methane" yang besar.
"Tidak ada masalah teknis dengan memproduksi methane dari buah pisang. Tapi, untuk proses yang layak secara ekonomis, kita harus mengembangkan peralatan pencerna (digester) yang lebih murah dan sederhana dari yang kini sudah digunakan untuk memproses buangan organik di Eropa," katanya.
Clarke lebih lanjut mengatakan, walaupun proses ekstraksi methane dari buah pisang itu secara teknis dimungkinkan, pekerjaan ini tidaklah sesederhana yang difikirkan.
Methane itu dihasilkan dengan cara memasukkan pisang ke dalam sebuah reaktor kedap udara dengan pengawasan "pH" dan temperatur yang hati-hati, katanya.
Ia mengatakan, Growcom telah membangun apa yang disebutnya "bladder reactor" untuk menyimpan pisang dan biogas. Biogas itu sendiri adalah kombinasi methane dan karbon dioksida yang berpotensi digunakan sebagai sumber energi alternatif.
"Biogas ini bisa disimpan pada tekanan moderat sehingga memungkinkan dipakai sebagai bahan bakar kendaraan atau pun juga digunakan untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik seperti yang sudah dipakai di beberapa tempat di Australia," katanya.

No comments:
Post a Comment