Saturday, February 23, 2008

TRAKTOR TANGAN INDONESIA UNTUK SAMOA DAN TONGA


Indonesia tidak hanya menerima tapi juga bisa memberi bantuan .

Indonesia pekan ini menyerahkan 12 traktor tangan kepada Samoa dan 13 traktor jenis yang sama kepada Tonga sebagai bagian dari pengembangan kerja sama Selatan-Selatan di bidang pertanian, kata seorang diplomat di KBRI Wellington.

"Penyerahan 12 traktor tangan kepada Samoa itu dilakukan Menteri Pertanian Anton Apriyantono Selasa lalu (19/2) waktu Samoa atau hari Rabu (20/2) waktu Selandia Baru," kata Pensosbud/ Sekretaris Pertama KBRI Wellington, Tri Purnajaya, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Sabtu pagi.

Traktor-traktor tangan bantuan Pemerintah RI itu diterima Mentan dan Perikanan Samoa, Taua Tavaga K. Seuala, dalam sebuah acara di halaman kantor Departemen Pertanian dan Perikanan Samoa yang turut dihadiri Perdana Menteri Tuilaepa Lupesoliai Sailele Malielegaoi, dan beberapa anggota kabinetnya.

Dalam sambutannya, Mentan Anton Apriyantono yang didampingi Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Amris Hassan, mengatakan, bantuan tersebut merupakan tali pengikat persaudaraan yang dekat antara Samoa dengan Indonesia.

Bantuan tersebut juga mencerminkan upaya bersama kedua negara meningkatkan hubungan bilateral khususnya di bidang pertanian dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan (South - South Cooperation), katanya.

Menteri Pertanian dan Perikanan Taua Tavaga K. Seuala menyambut baik bantuan Indonesia yang akan ikut membantu upaya pemerintah Samoa meningkatkan produktifitas para petaninya.

Taua pun berkesempatan memperlihatkan cara pengoperasian traktor tangan itu dengan dipandu oleh tim teknis Indonesia.

Mentan Anton Apriyantono juga menggunakan kesempatan itu untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada PM Samoa, Tuilaepa Lupesoliai Sailele Malielegaoi.

Sementara itu, penyerahan 13 unit traktor tangan kepada pemerintah Tonga dilakukan Dubes Amris Hassan hari Jumat (22/2).

Samoa dan Tonga adalah dua negara kepulauan kecil di lautan Pasifik yang masih terbelakang namun sebagai negara berdaulat mereka memiliki suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain kerja sama pertanian, Indonesia juga membangun kerja sama di bidang budaya dan pendidikan melalui pemberian beasiswa kepada pelajar, jurnalis, dan pejabat pemerintah, kata Tri Purnajaya.

*) dipublikasi ANTARA pada 23 Feb 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity